TAKDIR 2

TAKDIR 2
33.seperti perjanjian awal


__ADS_3

Attar sudah di pindahkan di rumah sakit Mila hospital ,rumah sakit keluarga Sanjaya tak lain tak bulan adalah rumah sakit milik Bram Sanjaya mertua Bryan., Attar sudah mendapatkan penanganan khusus namun kondisi Attar belum menunjukkan perubahan, dan sudah koma tiga hari, tiga hari itu juga Luna selalu setia menemani.


Luna yakin jika Attar akan sembuh seperti semula tapi tidak tahu kapan . Luna selalu berdoa untuk Attar semoga Tuhan memberikan kesembuhan.tak lupa Luna selalu mengajak berbicara Attar walau Attar belum meresponnya.


''kak Attar, pak Mamat sudah pulang, sekarang gantian Luna yang menjaga kakak, ayo dong kak bangun, Apa kakak tidak ingin melihat Luna, Luna rindu senyum kakak '' ucap Luna menahan tangis dan terus menggenggam jemari Attar. pak Mamat adalah paman Attar yang dulunya sopir pribadi Luna.


''oh ya, kak lukisan Luna yang waktu itu Luna lukis di tepi danau terjual kak, kakak mau tau siapa yang membelinya, yang membelinya tuan yaqmur dari Turki, dan kakak tau berapa dia menawarnya, dua ratus juta kak.. dan uang itu Luna gunakan untuk membangun rumah kita kak ,buat dana kekurangan rumah kita, kakak jangan marah pokonya jangan menolaknya heum.. ''ucap Luna berlinang air mata. karena sudah tidak sanggup melihat kondisi Attar memutuskan untuk menjauh sejenak, ia memilih keluar ruangan dan menangis sejadi jadinya tanpa suara.


Bayu yang baru saja keluar dari ruangan salah satu pasien melihat Luna sedangkan menangis, lalu menghampiri Luna


''Luna'' panggil Bayu seraya memegang salah satu pundak Luna.


''om Bayu..om'' jawabnya lalu mengabur ke pelukan Bayu


''om kak Attar om, kapan kak Attar sadar om, sudah 3 hari kak Attar koma''


''sabar.. ajak terus Attar berbicara, pasti Attar akan meresponnya, ceritakan hal hal manis agar dirinya ada semangat untuk pulih, jadi kamu jangan bersedih supaya Attar juga tidak bersedih'' jelas Bayu menenangkan Luna


''iya om terima kasih'' jawab Luna yang mulai berhenti menangis.


''kamu sudah makan?'' tanya bayu, dan Luna hanya menggeleng, bagaimana Lunaa nafsu makan melihat kekasih terbaring tak berdaya.


''ya sudah ayo ke kantin''


''tidak om, Luna tidak mau kantin, Luna takut tiba tiba kak Attar bangun tidak ada orang di sampingnya ''


''baiklah, masuk saja kedalam nanti om belikan di kantin dan jangan menangis lagi, heum..'' pinta Bayu lalu mengangguk dan tersenyum kemudian luna masuk kedalam ruangan Attar.


Luna duduk di kursi di samping brankar, dan menegang jemari Attar dan menciumi punggung tangannya. tiba tiba jemari Attar bergerak dan itu membuat Luna terkejut dan melihat tangan Attar dan melihat wajahnya , ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan, senyum Luna langsung terukir


''kakak.. ,kakak sudah sadar'' ucap Luna


''tnggu kak, Luna panggilkan om banyu '' ucap Luna lagi lalu berlari keluar


''om banyu! om..'' panggil Luna yang terus berlari menghampiri banyu yang sedang berbincang dengan salah satu dokter dan suster di lorong rumah sakit


''Luna ? ada apa? ''tanya banyu saat Luna di hadapannya.


''Kak Attar, kak Attar menggerakkan jarinya''


''apa?''


''iya om ,ayo om'' jawab Luna menarik banyu lalu keduanya berlari menuju ruangan Attar di ikuti


Sesampainya di ruangan banyu langsung memeriksa kondisi Attar, sedangkan Luna berada di sisi brankar. perlahan Attar membuka matanya.


''kak Attar..'' ucap Luna bahagia dan penuh haru, Luna menggenggam jemari Attar


''syukurlah.. kamu bisa melewati masa Kritis'' ucap banyu saat selesai memeriksa kondisi Attar.


''kakak'' panggil Luna menciumi pinggang tangan Attar.


''Lu-na..''jawqb Attar terbata bata


''iya kak ini Luna..''


''a..ir..'' ucap Attar meminta minum


''kakak haus.., sebentar Luna ambilkan'' jawab Luna lalu mengambil air dan membantu Attar minum dengan menggunakan pipet atau sedotan.


''Luna..arqqq..''. ucap Attar saat ingin memegang kepalanya.


''iya kak Luna ada di sini, jangan banyak bergerak kak''


''cin-cin'' ucap Attar terbata bata menanyakan cincinnya, Luna dan banyu saling memandang.


''maaf nona, apa cincin ini'' jawab suster membuka laci meja di dekat brankar Attar, dan mengambilnya lalu memberikan pada Luna


''un -tuk..mu'' ucap Attar. dengan cepat Luna membuka kotak cincinnya dan melihat Attar yang seolah ingin berbicara


''kakak melamar ku''


''i-ya..'' seketika Luna menangis lalu memakai cincinnya


''Luna menerima lamaran kakak'' ucap Luna lalu mencium punggung tangan Attar.


''selamat untuk kalian berdua, dan kamu Attar harus banyak istirahat, supaya cepat pulih'' saut banyu lalu tersenyum.


''selamat?, ada acara apa selamat?'' tanya bayu tiba tiba datang membawa makanan untuk Luna, Luna yang mendengar suara Bayu pun menoleh


''Acara apa? tanya bayu seraya meletakkan makanan di meja lalu Luna menunjukkan jarinya yang ada cincin di jari manisnya.

__ADS_1


''cincin?'' tanya bayu yang belum paham.


''Attar melamar Luna'' saut banyu memberitahukan Bayu.


''oh..'' jawabnya yang belum sadar jika Attar sudah siuman


''eh..sudah siuman'' ucapnya melihat Attar dan Luna tertawa kecil melihat ekspresi Bayu .


''sudah..ayo keluar, suster bawa laporan pasien ke ruangan saya'' ucap banyu pada Bayu dan suster


''baik dok'' jawab suster lalu keluar lebih dulu dari ruangan Attar


'' baiklah, om keluar, nanti jika membutuhkan sesuatu panggil saja om, nanti om akan menghubungi papa dan mama mu'' ucap banyu mengusap pundak Luna dan tersenyum


''iya om terima kasih'' jawab Luna lalu memeluk banyu


''sudah.. kamu makan , jangan sampai kamu juga sakit'' saut Bayu mengusap kepala Luna


''iya om terima kasih'' jawab Luna lalu melepas pelukan dari banyu kemudian banyu dan Bayu keluar menigatkan Luna dan Attar.


''kak, Luna makan dulu ya, kakak istirahat '' ucap Luna pada Attar dan Attar hanya mengedipkan matanya , Luna tersenyum bahagia melihat respon Attar lalu mengusap pipi Attar kemudian ia menuju sofa dan makan.



flashback


Attar gelisah saat hendak pulang dari kantor, ia gelisah dengan ucapan Fatir yang ingin merebut Luna darinya.


''Tidak, Luna milik ku, tidak ada yang bisa merebutnya dari ku,dan tidak ada yang bisa merebut kebahagiaan ku'' batin Attar di meja kerjanya. tak lama ia memutuskan untuk menghubungi Luna.


''Halo sayang.. kakak tidak bisa menjemput mu di galeri, kakak hari ini lembur, pulang jam 10 malam'' ucap Attar di seberang sambungan ponselnya.


''yah kakak, ya sudah tidak apa apa , semangat kerjanya ''jawab Luna sedikit kecewa namun ia paham Attar melakukan itu demi masa depannya.


''ya sudah kamu pulang hati hati ya''


''iya kak, kakak juga''. dan panggilan berakhir.


''Aku akan mencari cincin dan besok malam aku akan melamar Luna'' batinnya lalu beranjak dari kursi kerjanya. Attar berbohong jika ingin lembur di kantor, yang sebenarnya adalah ia ingin mencari cincin untuk melamar Luna.


di tengah berjalan saat sudah membeli cincin dan hendak pulang ke rumah tiba tiba ada sebuah mobil yang menabraknya dengan kecepatan tinggi hingga Attar terpental dan mengakibatkan kepalanya terbentur dan kakinya patah, motor yang ia kendarai pun ringsek, Attar memang menggunakan helm pelindung kepala namun karena kuatnya benturan membuat helmnya terlepas. dan seketika membuat Attar tidak sadarkn diri , dan yang menabraknya lari begitu saja


warga yang melihat kejadian naas tersebut pun langsung membawa Attar ke rumah sakit dan melaporkan kejadian ke kantor polisi.



kondisi Attar sudah mulai membaik hampir dua Minggu ia di rumah sakit ,Luna selalu ada untuk Attar sedangan pak Mamat paman Attar sudah kembali ke kampung halamannya, mengingat mempunyai keluarga sendiri yang harus di urus, Dan kasus tabrak larinya masih diselidiki polisi.


Luna selalu menghibur Attar saat Attar bersedih dan merasa putus asa, karena ia tahu kakinya patah dan itu butuh waktu lama untuk kembali pulih .


''kak, kakak makan ya ,Luna suapi'' ucap Luna yang tengah menyodorkan sendok ke arah mulut Attar. Attar menerima dengan senang hati dan memakannya.


''Luna, apa kamu tidak malu mempunyai kekasih yang cacat seperti ku?''


''kakak , apa yang kakak bicarakan, kakak pasti kembali pulih seperti semula dan Luna akan selalu ada untuk kakak , Luna tidak pernah malu kak, sekalipun kakak di atas kursi roda, tapi Luna yakin kakak sembuh seperti semula, nanti kita berlari bersama seperti dulu, Dan Luna mencintai kakak apa adanya'' jelas Luna panjang lebar dan sekilas mengusap lembut pipi Attar.


''Luna terima kasih'' jawab Attar lalu tersenyum dan meraih jemari Luna.dan mencium punggung tangannya. dan mereka tersenyum.


setelah selesai menyuapi Attar Luna, bercerita hal hal yang membuat mereka sendiri tertawa hingga akhirnya Attar bercerita jika waktu terjadi kecelakaan sebenarnya ia tidak lembur Bekerja melainkan membeli cincin dan saat pulang terjadi kecelakaan tersebut.


''maaf Luna, kakak sudah berbohong pada mu'' ucap Attar yang merasa bersalah.


''makanya kakak jangan berbohong'' jawab Luna lalu keduanya tertawa kecil .


''iya tidak apa apa, tapi untuk seterusnya Luna harap kakak tidak berbohong lagi pada ku walaupun itu untuk ke baik kan, karena Luna tidak menyukai hal seperti itu'' jelas Luna melihat Attar yang tertunduk lesu.


''ceklek..'' suara pintu kamar ruangan Attar di buka seseorang ,sontak Luna dan Atar melihat ke arah pintu.


''Mama papa'' ucap Luna saat mengetahui Bryan dan syasa yang datang.


''hai..'' sapa syasa menghampirinya keduanya.


''hai.. om tante'' jawab Attar lalu tersenyum


''bagaimana kondisi mu'' tanya syasa


''seperti Tante lihat, saya sudah membaik om tante'' jawab Attar sopan dan tersenyum, dan Luna terrus berdiri di samping brankar Attar dan merangkul Attar, Bryan sekilas melihat jemari Luna yang terdapat cincin melingkar di sana hanya tersenyum.


''jadi kapan kamu ingin melamar Luna'' tanya Bryan tiba tiba dan membuat Attar terkejut begitu juga Luna , Luna belum memberi tahu jika Attar melamarnya .


''eum..kak Attar sebenarnya sudah melamar Luna pa '' jawab Luna malu malu,lalu menceritakan bagaimana Attar melamarnya dan bagaimana awal mula Attar bisa kecelakaan.

__ADS_1


''oh... jadi seperti itu, baiklah, nanti setelah kamu benar benar pulih om dan tante menunggu mu di rumah untuk melamar Luna secara resmi, om juga tidak mau jika ada yang mengusik hubungan kalian'' jelas Bryan yang sudah mengetahui jika Fatir ingin merusak hubungan Luna dan Attar dan sebenarnya adalah kecelakaan yang di alami Attar adalah ulah Fatir namun Bryan memilih diam karena masih ada yang harus di urus mengenai pekerjaan, dan wajar saja jika Fatir melakukan itu karena terobsesi. Akan tetapi Bryan sudah memperingatkan Fatir agar tidak mengulangi perbuatannya, walau bukan dia sendiri pelakunya melainkan menyuruh seseorang.


''jadi papa menyetujui kami menikah lebih awal''


''tidak ,siapa bilang, masih sama seperti perjanjian awal, menunggumu sampai selesai kuliah'' jelas Bryan melihat Luna yang mengerucutkan bibirnya, dan Attar pun tertawa kecil


''tunangan saja dulu ,tapi ingat harus saling menjaga, terlebih Attar harus menjaga Luna, Attar pasti paham maksud Tante kan?''


''iya Tante, Attar paham'' jawab Attar lalu tersenyum sopan dan melihat Luna yang tersipu malu


''cie..yang mau di lamar malu malu'' goda Attar lalu Attar tertawa begitu juga Bryan dan syasa


''kakak'' pekik Luna seraya menepuk lengan attar


''Aduh..'' desis Attar pura pura sakit di bagaian lengan nya


''ah..maaf kak '' ucap Luna merasa bersalah dan mengusap lengan Attar


''tapi bohong'' jawab Attar lalu semua tertawa kecuali Luna yang merasa kesal telah di kerjai, tak lama Attar menarik lembut lengan luna.dan tersenyum


''maaf'' ucap Attar.


Bryan dan Syasa memilih duduk di sofa dan membiarkan Luna dan Attar bercanda.


''mas kenapa mas tiba tiba menyetujui Attar melamar Luna lebih awal'' tanya Syasa yang tidak mengetahui masalah sebenarnya ,Bryan sengaja tidak memberitahu syasa, bisa fatal akibatnya jika syasa mengetahui kejadian yang sebenarnya apa lagi sampai membuat sang putri bersedih.


''mas hanya ingin melihat putri bungsu kita bahagia sayang ,dan Attar pria baik dan tanggung jawab, itu yang penting ,masalah harta mereka bisa mencari bersama'' jawab Bryan melihat Luna yang kini sedang melukis Attar yang sedang berbaring di brankar.


'' selamat siang semua..'' sapa Abi tiba tiba datang menjenguk bersama banyu dan Bayu


''brisik om'' saut Luna kesal dan Attar pun tertawa melihat ekspresi kesal Luna.


''hai suger baby ,how are , I Miss you'' ucap Abi menghampiri Luna dan memeluknya tanpa permisi


''ih.. apa sih om, om bau jengkol ,om habis makan jengkol ya.. ih..'' elak Luna sedikit mendorong Abi dan Abi tertawa di ikuti yang lainnya


''iya tadi om makan sedikit di Restoran , mencoba menu baru''


''menu baru ?,itu restauran atau warteg sih ada jengkol segala''


''he.. jangan menghina, restauran om itu konsepnya untuk semua kalangan dan merakyat''


''merakyat bilang aja om memang suka makan jengkol'' balas Luna tidak mau kalah.


''om, kemari sama kak Arya, dan kakak kembar, mana mereka ''


''ada di hotel mereka tidak ikut kemari'' jawab Abi duduk di brankar di ujung kaki Attar


''oh..aku pikir ikut , lukisan kekasih kak Arya sudah jadi''


''kekasih?''


''heum''


''tapi Arya tidak memberitahu om jika mempunyai kekasih?'' tanya Abi heran


''makanya om jangan asyik mencari baby suger,'' celetuk Luna lalu membungkam mulutnya sendiri dan Abi melebarkan matanya ke arah Luna lalu melihat syasa yang sudah melihat nya tajam


''kak , bohong Kak ,Luna hanya bercanda, aku hanya bercanda'' elak Abi tanpa di tanya dan berdiri karena syasa sudah menghampiri nya


''bohong ma ,kemarin om Abi gombal sama Areta sahabat Luna '' ucap Luna mengompori.


''luna itu tidak benar'' saut Abi yang terus mundur karena syasa semakin memojokkannya.


''kamu..'' geram syada lalu memukul mukul Abi


''Ampun kak, bohong itu ''


''bagaimana kalau Utari tahu ,awas saja jika itu benar '' ancam Luna dan semua pun tertawa


''kamu itu sudah pantas mempunyai cucu'' ucap syada lagi ''


''memang sudah punya cucu'' jawab Abi cengengesan. lalu syass duduk kembali dan yang lainnya masih tertawa


''puas kamu'' ucap Abi pada Luna yang masih tertawa


''puas sangat'' jawab Luna menggunakan logat Melayu.


Attar tersenyum melihat kehebohan di ruangannya ,ia merasa terhibur, karena ia juga tidak mempunyai siapa siapa di Jakarta.


* * * * * * * *

__ADS_1


komen ,like vote


__ADS_2