
"nah.. Sekarang kamu istri ku dan ini tempat tinggal kita, disini aku dan kamu bebas melakukan apa saja'' ucap Rey ambigu, Jane hanya tersenyum tipis
''kak.. kak meli pernah datang kemari'' tanya Jane hati hati
''ya.. sering.. tapi Karena kamu sekarang sudah tinggal di sini aku melarang meli untuk datang kemari'' jelas Rey membantu Jane untuk duduk di sofa
''lalu kak meli tinggal di mana?''
''kamu tidak perlu tahu dan jangan pernah ingin tahu dimana tempat tinggal dan keberadaan istri pertama ku, cukup kamu tahu di saat aku bersama mu, aku suami mu seutuhnya dan Meli tidak akan mengganggu kita dan... kamu layani aku sebisa mu, bukan kah kamu mencintai ku'' jawab Rey apa adan
dan tersenyum mengusap pipi Jane lalu tersenyum dan Jane hanya diam menunduk ,ia tidak menyangka Rey sejahat ini . namun rasa cintanya yang besar pada Rey akal logika menjadi lumpuh dan menerima semuanya walau menjadi istri ke dua
''sekarang kamu istirahat'' ucap Rey hendak berdiri namun Jane menahan tangan nya
''kak.. kenapa kakak melakukan ini semua?'' tanya Jane melihat Rey begitu lekat
''bukankah ini kemauan mu dan kemauan Julio untuk membalas cinta mu ,dan ini cara ku membalas cinta mu dan aku juga tidak mau kehilangan cinta ku yaitu meli'' tegas Rey sambil memajukan wajahnya ke wajah Jane hingga Jane terbaring di sofa, perlahan Rey mengecup bibir Jane dan tangannya tidak tinggal diam.tangan Rey membuka kancing kemeja Jane satu persatu namun sebelum terlepas semua Jane menahannya
''kenapa.. kamu istri ku, apa aku tidak boleh meminta hak ku heum..'' balas Rey menatap lekat wajah Jane. Jane hanya diam dan justru melepaskan kemejanya sendiri hingga terlihat gunung kembarnya yang hanya ditutupi bra yang cup nya pas dengan isinya. Rey membuang pandangannya dan tersenyum sinis lalu melihat Jane kembali. dan ia pun bangkit dari atas Jane
''kenakan baju mu, aku pergi aku masih ada urusan'' ucap Rey sambil meraih kunci mobil nya
''urusan apa ? bukan kah kakak cuti selama dua Minggu?''
''yah.. urusan yang lebih penting dari pekerjaan. oh ya, jika mau makan bahan makanan nya ada di lemari pendingin'' balasnya lalu Rey meninggalkan Jane di apartemen sendiri. lalu ia pulang mengunjungi meli
''kenapa kak Rey menjadi jahat'' batin Jane meneteskan air matanya lalu memutuskan untuk berbaring di sofa saja sedangkan Rey gelisah sepanjang perjalanan.
''meli.. semoga kamu masih ada di rumah'' gumamnya sambil mengendarai mobilnya. singkat waktu Rey tiba di rumah beruntung ia belum pergi bekerja. meli masih menonton televisi di ruang keluarga bersama asisten rumah tangga nya
''sayang... '' panggil Rey dari ruang tamu
''maaf non.. saya pamit den Rey sepertinya pulang'' pamit asistennya bernama Marni
''iya mbok .. terima kasih sudah menemani ku'' jawab meli lembut lalu tersenyum
'' iya non.. permisi'' jawabnya lalu Marni kebelakang
''sayang....''
''ada apa Rey.. kenapa seperti orang panik'' tanya meli melihat Rey gusar
''Ayo.. '' ajak Rey meraih pergelangan tangan meli dam menariknya lembut menuju kamar.setelah sampai kamar Rey menutup pintu kamar dan menguncinya lalu ia.
membuka kemeja dan itu membuat meli tertawa
''kamu kenapa, kegerahan?'' tanya meli, namun Rey tanpa izin langsung menciumnya. meli paham apa yang diinginkan Rey, dengan senang hati meli melayaninya
''rey.. bukannya kamu tadi bersama Jane, kenapa tidak meminta padanya'' tanya meli di sela permainan Rey yang berada di atasnya , namun Rey semakin liar dan mengabaikan pertanyaan meli
''ah.. pelan Rey.. eum..''erang meli mencengkram pundak Rey
''hanya erangan mu yang aku inginkan meli'' jawab Rey sambil mempercepat gerakannya dan itu membuat meli melayang dan suaranya semakin membuat Rey semakin liar. hingga akhirnya mereka selesai melakukannya
''Rey.. jangan seperti itu, Jane juga istri mu. dia berhak mendapatkan nafkah batin'' ucap meli yang tidak mau Rey tidak adil pada Jane bagaimana pun Jane juga istrinya
''aku tahu sayang, tapi aku tidak bisa melakukan nya bersama jane'' jawab Rey merengkuh tubuh meli dan mereka saling berpelukan di balik selimut
__ADS_1
''Rey.. besok aku mau ke bidan''
''untuk..?''
''aku mau periksa kandungan dan suntik ** dan juga minta vitamin biar nanti bisa secepatnya hamil anak kamu'' balas meli melihat wajah Rey
''ke dokter ya.. nanti aku temani''
''kedokter..? kamu mau semua terbongkar, tidak aku ke bidan saja, kalau pun nanti harus ke dokter aku akan pergi sendiri'' Jawa meli lalu ia bangun dan menuju kamar mandi
''sepertinya aku harus mengamankan semua aset ku, aku harus pindah semua atas nama meli, aku tahu konsekuensinya terburuk dalam rencana ku ini yaitu nyawa ku, setidaknya jika aku mati hidup meli dan adik adiknya dan anak ku kelak tidak terlunta lunta '' batin Rey lalu ia bangkit dan menyusul meli ke kamar mandi
''ah meli kamu selalu membuat ku tergoda'' batin nya melihat meli membasahi tubuhnya di bawah shower.perlahan Rey mendekati dan memeluknya dari belakang
''kamu membuat ku selalu tergoda'' bisik Rey meremas bagian dada meli
''ah.. Rey.. sudah aku mau berangkat bekerja, apa kurang tadi malam, tadi pagi dan siang ini'' ucap lirih meli yang sudah merasakan nikmatnya sentuhan jemari Reymond.dan sekali lagi mereka melakukan nya lagi.
''terima kasih sayang ,ayo aku antar'' ucap Rey saat meli mengering rambut nya
''iya sebentar ,tapi setelahnya kamu temani Jane kasihan dia. dia baru pulang dari rumah sakit .butuh bantuan mu mungkin saja siang ini dia kelaparan, aku sudah memasak nanti aku siapkan untuknya. nanti tolong bawakan untuknya'' jelas meli lalu tersenyum
''hai.. hati mu terbuat dari apa, semenjak kapan kamu baik dengan madu mu'' jawab Rey memeluk meli dari belakang.namun meli hanya diam dan tersenyum kecut
''andai kamu tahu yang sebenarnya. aku juga tidak mau di madu, aku hanya tidak mau kamu dalam bahaya dan demi masa depan adik adik ku'' batin meli lalu menghela nafas panjang kemudian mencium pipi Rey dan tersenyum kembali.
''aku akan siapkan untuk jane'' ujar meli lalu ia keluar kamar dan menuju ruang makan.
''hai kalian sudah pulang sekolah'' ucap meli pada kedua adiknya yang sedang makan di keluarga sambil menonton televisi
'' iya kak. setengah jam yang lalu'' jawab Andi yang matanya fokus pada televisi sedangkan Amel juga fokus menonton televisi. lalu meli menuju ruang makan. meli menyiapkan makan siang untuk Rey dan menyiapkan makanan untuk Jane kedalam kotak makanan. tak lama Rey keluar dari kamar dan menjaili Amel.
Rey masuk kedalam apartemen dan mendapati Jane dengan susah payah memasak, benar kata meli Jane sedang kelaparan di tambah ia tidak pernah memasak .
''mama..''gumam Jane sambil mengaduk mie instan Karena hanya itu yang ia bisa tiba tiba Rey memegang tangannya yang sedang mengaduk mienya di atas kompor lalu Rey mematikan kompor nya
''duduklah aku bawa makanan untuk mu'' ucap Rey lalu tersenyum kemudian mengecup kening Lalu menarik lembut Jane agar duduk di kursi dan ia membuka kotak makanan yang ia bawa dari rumah .
''ini makanlah ayam bakar dan lalapannya,apa kamu memasak nasi?'' ucap Rey memperhatikan Jane
''iya.. tapi aku tidak bisa memasak lauknya jadi aku membuat mie instan'' jawab Jane sendu
''makanlah.. meli menyuruhku untuk membawakan makanan ini untuk mu Karena ia tahu kamu pasti lapar''balas Rey melihat Jane yang hanya melihat makanan dari meli
''kamu tidak perlu takut ,meli tidak menambahkan racun kedalamnya'' jawab Rey lalu tertawa kecil melihat ekspresi Jane yang sedikit takut . perlahan Jane memakannya setelah merasakan rasanya ia pun tersenyum
''terima kasih kak'' ucap Jane di sela makannya lalu Rey hanya tersenyum
''kamu butuh asisten rumah tangga? '' tanya Rey mengusap rambut jane. sejenak Jane melihat apartemennya yang tidak begitu besar
''tidak kak, jika hanya bersih bersih apartemen jane masih bisa, lagian tidak terlalu besar'' jawab Jane yang sudah sedikit merasa Santai berbicara dengan Rey
''baiklah tapi jika kamu membutuhkannya aku akan menyiapkan untuk mu lagian kamu juga tidak bisa terlalu lelah nanti asma mu Kabuh '' balas Rey mengambil air minum untuk Jane dan mengambilkan obatnya
''jane.. aku ingin bertanya pada mu'' tanya Rey sambil duduk kembali di samping Jane
''Apa kak ?''
__ADS_1
''apa kamu tahan dengan perlakuan kakak kelak, kakak tidak banyak mempunyai waktu untuk mu'' tanya Rey yang seolah mempertanyakan kesiapan Jane menjadi istri keduanya
''aku mencintai kakak, jadi perlakuan apa pun dari kakak untuk ku aku menganggapnya itu cara kakak mencintai ku''
''sepasrah itukah dirimu?'' jawab Rey melihat Jane begitu lekat dan memang mata Jane penuh cinta untuk Rey
''iya kak.. aku juga istri mu bukan, aku juga mempunyai cara sendiri untuk mencintai kakak sekalipun aku hanya istri kedua kakak dan aku mempunyai hak yang sama seperti kak meli'' beber Jane lalu tersenyum
''jika suatu saat nanti aku menceraikan mu, apa yang kamu lakukan''
''aku tidak yakin kakak akan melakukan itu, dan aku tidak akan pernah meminta perpisahan, karena aku yakin ini semua sudah takdir ku menjadi yang kedua setelah kak meli''
''jika meli meminta ku untuk menceraikan mu bagaimana ? tanya Rey lagi sambil membenarkan rambut Jane yang mengganggu makannya
''aku yakin kak meli tidak Setega itu menjadikan ku seorang janda'' jawab Jane optimis lalu tersenyum.
''jane sebenarnya kakak melakukan ini karena kakak sakit hati dengan Julio atas ucapannya tempo lalu. yang menyinggung balas Budi atas semua yang kakak capai selama kakak bekerja di perusahaan keluarga mu, tapi di sisi lain kakak juga tidak mau kehilangan meli'' jelas Rey berterus terang
''balas Budi ?''
''yah.. Julio menyuruhku untuk membalas cinta mu jika tidak dia akan membunuhku, dan aku tahu saat aku menikahi mu aku membuat satu masalah baru dengan kata lain tidak menikahi mu nyawa ku juga terancam menikahi mu jauh lebih terancam'' beber Rey meraih jemari Jane, Jane tidak menyangka yang di maksud Julio membantu adalah dengan mengancam rey
''dan kamu tidak perlu memberitahu Julio tentang rumah tangga kita ,cukup aku kamu dan meli yang mengetahuinya'' jelas Rey lalu tersenyum dan mengecup pipi Jane
''kak , kakak tidak mencintai ku tapi kenapa kakak memperlakukan ku seolah kakak mencintai ku'' tanya Jane yang sedari tadi memperhatikan sikap Rey memperlakukan nya. namun Rey tertawa .
''kamu juga menginginkannya bukan, kenapa..kamu istri ku jadi sah sah saja aku memperlakukan mu seperti apa. toh aku bebas jika menginginkan sesuatu pada mu'' jawab Rey lalu ia tertawa kembali .
''terserah kakak '' jawab Jane lalu melanjutkan makanannya sampai habis , setelah menghabiskan makan siangnya ia meminum obat nya kemudian mereka duduk di sofa sambil sibuk memainkan ponselnya masing masing. Jane yang tidak tahan di diamkan Rey pun mulai memberanikan diri untuk tidur di pangkuan Rey dan Rey hanya diam dan membiarkan Jane tidur di pangkuan nya.
''kak jangan tinggalkan Jane, Jane tidak mau menjadi janda, Jane akan melakukan apa pun. perintah kakak, tidak apa apa jane menjadi yang kedua, Jane ikhlas kak, Jane mencintai kakak'' jelas Jane yang sudah meneteskan air matanya namun Rey hanya diam dan melihat Jane menangis.
''sebesar itu cinta mu pada ku'' tanya Rey sambil mengusap pipi Jane
''iya.. ''
''bangunlah.. '' balas Rey Lalu Jane bangkit dari pangkuan Rey lalu menghadap ke arah Rey. Rey mengusap air mata Jane lalu tersenyum simpul
''apa yang kamu inginkan'' tanya Rey melihat santai Jane. tanpa permisi Jane meraih tengkuk Rey dan mencium bibir Rey namun Rey tidak membalasnya. Rey hanya diam dan justru mendorong pelan Jane.
''kak.. aku meminta hak ku ,aku juga istri mu'' ucap Jane saat menyadari Rey tidak membalas ciumannya
'' istirahat lah kamu baru selesai minum obat''
''kak.. ''
''jane..! ''
''plak.. '' Jane menampar Rey ,dan itu membuat Rey kesal dan emosi . namun Rey masih bisa bersikap tenang sontak Rey langsung mencium bibir Jane
''ini yang kamu inginkan heum..'' geram Rey melihat Jane yang sudah pasrah. perlahan Rey merobek kemeja Jane di bagian dada hingga terlihat bagian dadanya, Rey melakukan nya dengan kasar karena tidak terima Jane menampar nya
''kak.. sakit.. '' erang Jane saat Rey ******* bagian dadanya dengan cara kasar. lalu Rey berhenti dan tersenyum sinis lalu melihat Jane
''jangan pernah kasar dengan suami mu atau aku akan lebih kasar pada mu, dan jangan meminta jika aku tidak memintanya'' geram Rey bangkit dari atas tubuh Jane
''maaf kak.. aku salah ,aku hanya meminta hak ku sebagai istri mu yang sah di mata hukum dan kepercayaan kita, maaf kak'' balas Jane meraih tangan Rey dan menciumnya. Rey laku menarik Jane agar duduk di sofa karena posisi di bawah. perlahan Rey memberikan ciuman lembut sesuai permintaannya. mereka saling berciuman namun Rey tidak bisa sampai membawa Jane ke atas tempat tidur karena teringat meli .
__ADS_1
''sudah cukup Jane, tidur lah kamu habis minum obat'' elak Rey membenarkan kemeja Jane yang ia robek. dan Jane hanya menurut.
* * * * * *