TAKDIR 2

TAKDIR 2
46. Aku bisa melewati


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama belasan jam, Akhirnya  Jane dan Rey sampai di pakistan. Mereka tiba


sekitar jam lima pagi dan di jemput oleh sandev, orang yang bekerja di kedutaan pakistaan, mereka juga di pesankan kamar hotel untuk dua orang.


"Selamat pagi nona, Tuan, selamat datang di kota karachi'' sapa sandev pada Jane dan Rey.


"pagi paman, maaf sudah merepotkan'' jawab Jane lalu tersenyum, jane menggendong Aryan sedangkan Rey membawakan barang bawaan Jane dan juga barangnya sendiri.


"Tidak nona, saya tidak merasa di repotkan, tuan Bryan sudah berpesan agar mendampingi anda saat berada di sini''


''Iya paman, terima kasih''


"Baiklah mari saya antarkan ke hotel anda" ucap Sandev, lalu mereka menuju ke hotel.


Sepanjang perjalanan Jane pikirannya terus melayang, memikirkan kemungkinan terburuk terjadi. Ia paham betul bagaimana Amar yang patuh terhadap Ibunya.


"Kenapa firasatku tidak enak" batin Jane  yang menyandarkan punggung nya di sandaran mobil seraya memangku Aryan. Rey melihat wajah cemas Jane,namun ia menganggap Jane hanya kelelahan. perlahan Rey mengambil Aryan dari pangkuan Jane.


''Tidurlah, nanti kalau sudah sampai di hotel aku bangunkan'' ucap Rey seraya memangku Aryan dan hanya mengangguk seraya tersenyum tipis.


"Tuan apa perjalanan masih jauh'' tanya Rey pada sandev yang duduk di depan


''Setengah jam lagi tuan'' jawab sandev lalu tersenyum dan sekilas melihat Jane yang memejamkan mata.


Sesampainya di hotel mereka menuju kamar masing masing begitu juga pak sandev yang sengaja menginap di hotel yang sama Agar mudah jika Jane meminta bantuannya.


"Jane kamu istirahat, biar Aryan bersama ku, nanti jika kamu membutuhkan sesuatu ketuk saja pintu ku" ucap Rey saat sebelum masuk ke kamar masing masing.


"Iya kak terima kasih'' jawab Jane, lalu masuk ke dalam kamarnya. kemudian Rey pun masuk kedalam kamar bersama Aryan.


Di dalam kamar jane begitu tidak tenang, namun karena tubuhnya merasa lelah ia berbaring di kasur dan mencoba memejamkan matanya. sementara itu Rey juga istirahat bersama sang anak, sebelum istirahat ia mengganti semua baju dan diapers sang anak lalu memberikannya makan dan susu yang sudah Jane persiapakan, kemudian mereka berbaring bersama.


''Baba'' ucap Aryan sambil meminum susu di botolnya dan melihat wajah Rey begitu lekat, Rey tersenyum dan mengusap rambut sang anak, lalu menepuk nepuk bokong sang  anak.


Tak terasa Jane tidur sampai tiga jam, kemudian ia bangun dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi,  setelahnya ia menggunkan baju pemberian Amar, baju khas pakistan dan menggunakan selendangnya sebagai krudung.ia tersenyum saat melihat dirinya seperti orang pakistan pada umumya. lalu ia mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya.


"Tok..tok.." Jane mengetuk pintu kamar Rey namun tidak ada jawaban dari dalam, ia menghela nafas panjang, mengira Rey sangat kelelahan.lalu ia pergi dan menemui sandev di restauran hotel untuk makan.


''Paman sandev antarkan aku ke alamat ini'' ucap Jane memberikan Alamat rumah Amar pada sandev, saandev membacanya lalu tersenyum


''Baik nona, ini tidak jauh dari sini hanya setengah jam menggunkan mobil'' terangnya, lalu jane menghabiskan sarapanya.


"apa tuan Rey tidak ikut" tanya Sandev saat Jane selesai makan roti chapati yang di sukai Amar.


''Tidak paman, sepertinya dia kelelahan, biarkan mereka istirahat, dan anak ku biar lebih dekat lagi dengan Ayah kandungnya


"ayah?''

__ADS_1


"iya, Kak Rey mantan suami ku ,dan aku kemari menyusul suami ku''


''Ok baiklah aku mengerti sekarang" jawab sandev paham dengan status jane sekarang. dan tidak mau tahu urusan selanjutnya,Setelah Jane selesai makan, sandev langsung mengantarkan Jane ke rumah Amar menggunakan mobil.


''Amar aku merindukan mu, kenapa seminggu ini aku justru semakin merindukan mu'' batinya saat di perjalanan, lalu ia teringat Rey dan Aryan kemudian ia mengirim pesan pada Rey jika ia kerumah Amar tidak mengajaknya dan menyuruh menjaga Aryan supaya istirahat.


Setengah  jam berlalu kini Jane dan sandev telah sampai di ruamah Amar, persis seperti alamat dan gambar rumahnya yang ada di foto yang dulu pernah di berikan Amar pada jane. Jane turun dan melihat rumah amar yang tidak begitu besar dan juga tidak begitu kecil, dan ternyata sedang ada acara pesta namun Jane tidak tahu pesta apa yang sedang berlangsung, Rumah Amar di hias sedemikian rupa seperti pernah ia lihat di salah satu serial india yang sering Amar tonton bersamanya, sedangkan pak sandev menunggunya di mobil.


Perlahan Jane melangkah memasuki pelataran rumah Amar. Semua orang melihatnya dan ia menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang asing. ia terus berjalan masuk dan sesekali merapikan krudungnya, hingga akhirnya ia terdiam meliahat sang suami berdiri di hadapan seorng perempuan.


''Amar, aroofa kalian sah menjadi suami isrti'' ucap seoarng laki laki yang perawakannya sudah tua dan seperti ulama di daerah Amar. bagai di sambar petir di siang bolong , hati Jane remuk redam mendengar melihat amar menikah lagi.


"AMAR'' ucapnya yang sudah berlinang air mata, tubuhnya seakan tak bertulang, namun ia harus berdiri tegak menyaksikan suaminya menikah lagi tanpa izin darinya. Amar terkejut begitu juga anggota keluarganya namun tidak bagi aroofa dan paman salim, mereka berdua tidak mengetahui jika itu adalah istri Amar.


"JANE'' balas Amar lalu melihat Aroofa dan yang lainnya.lalu Amar menghampiri Jane.


''Jane.." panggil Amar hendak memegang jane namun Jane mundur satu langkah.


''Jadi ini urusan mu pergi tanpa pamit dengan ku dan orang tua ku'' ucap Jane lirih dan suaranya bergetar dan terdengar pilu.


"Jane maafkan Aku, aku terpaksa melakukan ini''


''Selamat, semoga kalian bahagia, ibu, Ayah maafkan aku, jika aku tidak bisa menjadi menantu yang baik selama ini. permisi'' ucap jane yang sudah tidak tahu harus mengatakan apa, yang ia rasakan saat ini adalah sakit yang luar biasa di hatinya.lalu ia membalikan badanya dan menangis dalam diam,


"Jane tunggu" ucap Amar menarik Jane sampai terhempas di pelukannya, Amar memeluk erat Jane dan Jane hanya menagis sejadi jadinya di pelukan Amar,


''aku tidak pernah melarang mu berbakti pada orang tuamu Amar, tapi apa yang kamu lakuan ini sangat menyakiti ku, kamu ingat perjanjian kita jika kamu menikah lagi, aku mundur" jawab jane berusaha melepaskan pelukan Amar namun Amar tetep memeluknya.


"aku tidak akan pernah melepaskan mu''


"tapi kamu sudah melepaskan ku secara tidak langsung, Amar terima kasih selama ini kamu yang terbaik dalam menjaga ku, terima kasih atas perhatian mu, terima kasih sudah menjadi ayah yang baik untuk anak ku,aku hanya ingin tahu permasalahan keluarga mu, itu saja. siapa tahu aku bisa membantu'' perlahan Amar melepaskan  pelukannya lalu menceritakan semuanya.


''jadi hanya masalah tempat tinggal, kenapa kamu tidak member tahu ku, aku bisa memberikan rumah baru untuk kalian''


''kamu itu hanya seorang janda yang di punggut Amar, dan berapa uang mu sampai sampai kamu ingin membelikan bibi ku rumah, sekaya apa keluargamu, dan ini bukan urusan mu jadi tidak usah ikut campur tradisi  dan budaya kami.'' saut  hasan adik aroofa


''Hasan tutup mulut mu'' jawab Amar dengan suara lantang.


''cukup!!!!'' teriak Sandev tiba tiba dari pintu masuk, semua terkejut saat melihat kedatangan Sandev yang di kenal sebagai pimpinan kedutaan pakisatan, lalu Sandev berjalan dan menjelaskan semua keluarga Jane dan siapa jane sebenarnya, semua tercenggang saat mengetahui jati diri jane yang sebenarnya.


''kalian beruntung , tuan Bryan tidak mengetahuinya, jika ia tahu anaknya kalian perlaukan seperti ini keluarga kalian akan hancur''


''cukup paman, tidak apa apa, dan jangan memberitahu keluarga ku, biarkan keluarga ku tahu jika aku baik baik saja dengan Amar'' Ucap Jane lalu tersenyum namun matanya terus berlinang air mata.


"Amar boleh aku memeluk mu untuk terakir kalinya"


"Jane"

__ADS_1


"Izinkan aku Amar'' ucap Jane yang berlinang air mata,


''Kamu akan bersama ku selamanya''


''Lantas dia''


''Aku akan menceraikannya detik ini juga , tugas ku selesai untuk menikahinya'' jawab Amar melihat tajam Aroofa , Aroofa terkejut dan melihat ayahnya. Jane paham arti tatapam Aroofa pada sang ayah yang tidak mau berpisah dari Amar .lalu ia mundur selangkah menjauh dari Amar


''Tidak Amar , lanjutkanlah aku mundur'' jawab Jane lalu ia membalikkan  tubuhnya.


''Paman sandev  ayo kita pergi'' ucap Jane lalu berjalan. Tak tinggal diam  Amar  hendak mengejarnya namun sang ibu menariknya.


''Ma lepaskan" brontak Amar


"Amar tolong jangan membuat malu mama"  cegah sang ibu


"Aaaaaarrrrrqqqqq'' teriak Amar yang sudah tidak berani membantah sang mama dan hanya melihat Jane keluar dari rumahnya. ia juga tidak mungkin melawan sang mama, kini ia hanya bisa pasrah.Namun karena cintanya yang kuat terhadap jane akhirnya ia mengejarnya.


''Maaf ma aku tidak bisa tanpa jane'' ucap Amar sebelum berlari mengejar Jane yang belum jauh, jane berhenti tanpa melihat Amar


''JANE!!!'' panggilnya, seraya berlari dan langsung berlutut di hadapan Jane dan memeluk kakinya.


"Tolong jangan pergi dari ku Jane, Aku mencintai mu" ucap Amar yang masih memeluk kedua kakinya


''Maaf  Amar aku tidak bisa, lebih baik aku yang menjadi janda dari pada istri mu yang sekarang, aku bisa melewati semuanya seperti yang sudah sudah, tetapi istri mu yang sekarang belum tentu bisa melewati semuanya, jika tadi kamu belum sah menjadi suaminya mungkin aku bisa mempertahankanmu, tapi semua sudah terlambat, dan aku melihat dia sangat mencintai mu, tolong lepaskan Aku Amar'' jelas Jane berusaha melepaskan tangan Amar dari kakinya.


"Jane maafkan aku, Jangan tinggalkan Aku"


"Amar..!!'' panggil paman salim


''Lepaskan" ucap paman Salim, Namun Amar tak bergeming dan terus memeluk kaki Jane.


''Temui aku di hotel Avari tower, Paman sandev nanti yang akan membantu mu" Ucap jane barulah Amar melepaskan Jane. lalu Jane kembali ke hotelnya bersama sandev


''Mama puas sudah menghancurkan pernikahan ku, dan kamu sudah puas  Aroo" ucap Amar saat kembali masuk ke rumahnya.lalu ia menuju kamar dan mengambil semua barang barangnya,


"Amar kamu pergi kemana?'' tanya sang mama


"Menyusul istri ku dan Aroo detik ini juga aku menceraikanmu'' ucap Amar menatap tajam Aroofa. lalu Amar melangkah pergi


"Selangkah lagi kamu pergi, kamu akan kehilangam Nyawamu" ucap hasan yang sudah menodongkan pistol ke arah Amar, Namun amar terus berjalan. semua orang terkejut dan " DOORRR'' Hasan menembak Amar tepat di punggungnya, semua orang histeris berlari menyelamatkan diri masing masing. dan seketika sang mama jatuh pingsan. dan Amar pun tersungkur.


''BRENSEK'' umpat attaf lalu merebut pistol dari hasan dan mendorong hasan sampai tersungkur. sang mama yang pingsan pun di papah tetangga yang lain dan di bawa masuk kedalam kamar, sedangkan aroofa menyelamatkan Amar,dan sang ayah menghubungi ambuland serta polisi.


* * * * * * *


Terima kasih

__ADS_1


vote like komen Rate


__ADS_2