TAKDIR 2

TAKDIR 2
25.Hikmah dan pelajaran


__ADS_3

''rey..siapa yang datang?'' tanya meli yang berada di kamarnya


''julio dan istrinya yuna'' jawab Rey di ambang pintu


''istri? kapan Julio menikah'' tanya meli heran dan Rey hanya mengangkat bahunya.


''baiklah aku akan menemui mereka'' jawab meli lalu berdiri dan mengendong bayinya lalu berjalan keluar bersama Rey


''selamat malam Bu meli'' sapa Yuna saat meli menghampiri mereka.


''hai mbak Yuna.. selamat malam'' jawab meli lalu tersenyum kemudian duduk di sofa.sedangkan Rey membuatkan minuman di dapur


''maaf malam malam begini kami mengganggu istirahat Bu meli'' ucap Yuna lalu tersenyum begitu juga Julio yang tersenyum simpul.


''tidak apa apa, ini belum terlalu malam''


''oh ya ini untuk Adek bayinya'' balas Yuna memberikan bingkisan untuk bayi meli dan meletakkannya di meja.


''waduh.. jadi merepotkan'' jawab meli tersenyum lalu menerima bingkisannya.


''jadi kalian sudah menikah" tanya meli yang memang tidak mengetahui jika Yuna dan Julio


'' iya Bu beberapa bulan yang lalu'' jawab Yuna sopan lalu tersenyum dan melihat Julio yang sedikit menunduk.


''selamat ya, semoga bahagia selalu'' jawab meli lalu tersenyum. tak lama Rey keluar dan membawakan minuman.


''silahkan, maaf hanya teh hangat dan kue'' ucap Rey sambil meletakkan gelas dan cemilannya


''terima kasih tuan'' jawab Yuna lalu tersenyum. sejenak suasana hening, namun bukan Yuna namanya jika tidak bisa mencairkan suasana lebih dulu.


''bu meli boleh saya menggendong bayinya'' tanya Yuna


''oh silahkan, tapi maaf jangan di cium ya, masih sensitif''


''iya Bu.. saya mengerti'' jawab Yuna lalu ia mendekati meli kemudian menggendong bayinya


''owuh.... sayang..'' ucapnya saat sang bayi sedikit menggeliat, dengan sangat hati hati Yuna menggendongnya,Julio yang melihat pun tersenyum dan membayangkan jika ia mempunyai bayi dari Yuna.


''sudah tunggu apa lagi, ayo menyusul'' goda meli..


''iya Bu pasti'' jawab Yuna memperhatikan sang bayi.


''siapa namanya bu''


''lyra Maudy prakoso'' jawab meli, lalu tersenyum melihat Rey yang duduk di sampingnya. nama lyra adalah gabungan nama meli dan reymond


''lyra..'' ucap Yuna lalu tersenyum, kemudian memberikan baby Lyra pada meli


''bu meli, sebenarnya saya datang kemari bukan hanya ingin melihat baby lyra melainkan juga ingin mengatakan sesuatu hal'' ucap Yuna saat ia duduk kembali dan melirik Julio yang sudah gelisah. Julio pun melihat Rey yang tidak jauh darinya


''apa itu.. ?'' tanya Rey heran


''maaf sebelumnya, ini mengenai kebakaran toko kue milik tuan.''


''oh.. masalah itu, jujur kami berdua sangat bersedih, karena bukan saya saja yang dirugikan tapi para karyawan kehilangan pekerjaan, tapi ya sudah ini semua cobaan, dan kami pasti bisa bangkit kembali tapi untuk saat ini aku fokus untuk mengurus meli dan lyra'' jawab Rey yang mengira hanya kebakaran biasa. Yuna dan Julio benar benar merasa bersalah dalam diamnya


''sebenarnya kebakaran itu, eum.. tapi sebelumnya atas nama Julio saya minta maaf Bu, kebakaran itu ulah julio'' balas Yuna sambil memejamkan matanya.


''apa!!'' saut Rey dan meli bersamaan.


''maaf tuan.. semua itu benar, kami.. khususnya julio datang kemari untuk mengakuinya , maaf tuan Julio waktu itu masih terbawa dendam karena Jane ''

__ADS_1


''julio'' geram Rey lalu berdiri dan menarik kerah baju Julio


''Rey..'' teriak meli sedangkan Yuna hanya menunduk karena tau Rey pasti sangat marah


''maaf..maafkan aku'' ucap Julio yang benar benar menyesalinya


''maaf, mudah sekali kamu mengatakan maaf '' balas Rey begitu emosi, tanpa ampun Rey menghajar Julio, Andi yang mendengar ada perkelahiannya pun datang menghampiri sang kakak


''kak ada apa ini?''


''andi tolong bawa lyra ke kamar, kakak ingin melerai mereka''


''iya kak.. '' jawab Andi lalu mengambil lyra dari pangkuan meli dan membawanya ke kamar, sedangkan mi mencoba merengkuh tubuh Rey


''cukup Rey.. sudah.. ''


''lepas mel, orang seperti Julio harus di beri pelajaran, karenanya aku kehilangan apa yang kita bangun selama ini''


''cukup Rey..''jawab meli yang masih merengkuh tubuh Rey walau sebenarnya ia kuwalahan.


''Rey.. ,aku akan mengganti rugi semuanya'' ucap julio yang masih tersungkur di bawah di dekat pintu masuk


''ck..ganti rugi, manis sekali ucapan mu, kamu mengatakan hal itu mentang mentang dirimu mempunyai segalanya, lalu seenaknya kamu mempermainkan hidup ku'' jawab Rey, sambil menunjuk Julio, Yuna yang tidak tega dengan suaminya pun mencoba membantu untuk bangun, namun Julio masih lemas dan memilih duduk di lantai


''tuan.. maafkan Julio, tapi Julio sudah tidak mempunyai apa pun, Julio di usir mama, fasilitas semua di ambil,dan hanya memperbolehkan Julio kerja di kantor seperti biasa, dan kami benar benar dari nol, maafkan kami, ini tuan kami membawa uang ganti ruginya tolong di terima,tapi maaf semunya baru dua ratus juta, sisanya kami janji akan melunasinya'' ucap Yuna yang sedari tadi berlutut di dekat Julio .


''bukan nominal yang aku permasalahan Yuna, tapi dengan ulahnya beberapa orang yang kecewa, adik adik ku, pegawai ku semua kehilangan mata pencahariannya terutama diri ku''


''maafkan kami tuan. tapi tolong terima ini, sebagai tanda tanggung jawab kami, dan tolong rahasiakan ini dari mama papa dan keluarga julio, saya mohon tuan''


''baik, ini saya terima, ini semua demi semua karyawan ku, dan aku tunggu sisanya, setelahnya aku tidak mau berurusan dengan julio'' jawab Rey sambil mengambil uang yang di bungkus plastik hitam dari tangan Yuna


''tapi tolong beri kami waktu, kami juga benar benar tidak mempunyai apa apa setelah Julio di usir mama''


''aku juga heran pada mu Yuna, kamu wanita baik baik, kenapa bisa jatuh hati dengan laki laki brengsek sepertinya julio, kalau aku menjadi diri mu, aku akan pergi meninggalkannya'' balas Rey melihat Yuna dan julio yang sudah berdiri di depannya


''yuna.. Rey benar, sebaiknya, kamu pergi saja, aku laki laki brengsek''


''plak'' Yuna menampar julio


''kamu gila, mana mungkin aku pergi dari mu sedangkan aku sedang hamil anak mu'' jelas Yuna yang emosi, Rey dan meli yang melihat mereka berdebat hanya menghela nafas panjang. lalu meli tersenyum tapi tidak dengan Rey ia memilih untuk duduk di sofa dan minum.


''benarkah.. '' tanya Julio merasa tidak percaya, dan memegang kedua pundak yuna


''iya aku sudah telat dua Minggu dan tadi pagi aku tes positif'' jawab Yuna yang meneteskan air matanya.


''baiknya kalian pulang , jangan bermain drama di sini'' ucap Rey jengah, lalu ia masuk kedalam kamar


''Rey..'' saut meli melihat Rey masuk ke kamar


''selamat yuna, jaga kandungan mu baik baik'' ucap Yuna lalu tersenyum.


'' terima kasih Bu, kalau begitu kami pamit'' pamit Yuna, lalu mereka bersalaman dan meninggalkan rumah Rey dan meli.



suasana rumah Julio terasa hening, hanya suara deru mesin cuci dan sesekali suara penggorengan yang beradu dengan spatula, ya Yuna sedang memasak sambil mencuci baju, sedangkan Julio sedang membersihkan halaman rumah. dan kebetulan Julio sedang libur bekerja.


entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing, mereka mengerjakan pekerjaan bagiannya masing-masing namun tidak dengan pikirannya. Julio memikirkan bagaimana cepat bisa melunasi kekurangan ganti ruginya terhadap toko meli sedangkan Yuna, benar benar tidak habis pikir apa yang ia kumpulkan untuk mewujudkan cita cita hilang begitu saja, sama seperti yang ia alami bersama suami pertamanya,hanya saja dengan suami pertamanya habis dengan wanita lain dan mantan suaminya meninggalkan namun saat bersama Julio habis untuk membayar hutang.


Namum ia masih sangat bersyukur, Tuhan menitipkan calon bayi di rahimnya dan Julio masih bersamanya. masalah harta ia berfikir bisa mencari bersama sama walaupun kenyataannya ia sebenarnya ia lelah bekerja namun tidak ada hasil yang ia gunakan sendiri.

__ADS_1


Julio selesai membersihkan halaman, dan membersihkan mobilnya lalu ia masuk kedalam. dan membantu Yuna menjemur baju sedangkan Yuna meneruskan memasak.


''julio sarapannya sudah matang, maaf hanya nasi goreng'' ucap Yuna saat selesai memasak lalu menyiapkannya dimeja makan


''iya'' jawab Julio sambil menjemur baju.lalu Yuna melanjutkan membuat minuman jus jeruk hangat kesukaan julio. tak lama Julio selesai menjemur bajunya lalu menghampiri Yuna


''terima kasih sayang'' ucap Julio memeluk yuna dari belakang dan mengecup pipi yuna


''terima kasih untuk apa..''


''terima kasih kamu masih tetap bersama ku dan sekarang kamu hamil anak ku'' balas Julio dan Yuna membalikkan badannya lalu meraih tangan Julio


''jujur dulu aku mau menikah denganmu Karena aku melihat masa depan ku terjamin, kamu anak orang terkaya di negeri ini, tapi aku sadar jika kekayaan dari orang tua mu bukanlah jaminan masa depan ku, aku sadar jika ingin mendapatkan itu semua kita butuh kerja keras'' jelas Yuna mengusap pipi julio


''iya aku paham maksudmu, maafkan aku, tapi aku berjanji pada mu, aku akan berusaha membahagiakanmu, dan menjamin hidupmu dan anak kita tanpa bantuan siapapun termasuk dari orang tua ku, kita akan berjuang bersama-sama, apa kamu mau menemaniku dari titik nol, aku benar benar tidak mempunyai apapun Yuna bahkan rumah kita masih menumpang'' balas Julio, dan Yuna hanya bisa menangis sambil memeluk Julio


''julio kamu tahu sebenarnya aku lelah, tapi sekarang aku akan berusaha tetap bersamamu, berjuang bersama, dan bersama membesarkan anak kita, tidak apa hidup sederhana tapi penuh cinta, dan tidak ada lagi dendam di dalam sini'' jawab Yuna menunjuk dada julio


''terima kasih, kamu sudah banyak mengajarkan ku banyak hal'' saut Julio memeluk Lalu tersenyum dan mencium pucuk rambut Yuna, lalu Yuna perlahan melepaskan pelukan julio


''sudah ayo kita sarapan'' ucap Yuna lalu keduanya tersenyum kemudian menuju meja makan ,dan sarapan bersama


''julio, kita benar benar tidak mempunyai tabungan sama sekali setelah mengganti kerugian itu, dan uang belanja tinggal tujuh ratus ribu'' ucap Yuna lalu tertawa kecil, dan itu membuat Julio semakin bersalah dan hanya tersenyum simpul


''maafkan aku Yuna, bahkan untuk membawa mu pergi ke dokter untuk memeriksakan kehamilan mu pun harus menunggu gajian ku yang masih beberapa hari lagi'' balas Julio


''tidak apa apa, yang penting kita masih bisa makan dan membeli bensin untuk mobil tua itu'' jawab Yuna lalu keduanya tertawa namun air mata mereka ikut mengalir. tak lama mereka saling berpelukan dan menangis bersama.


Julio benar benar sangat menyesal atas perbuatannya, namun nasi sudah menjadi bubur, kini ia hanya bisa pasrah dan berusaha untuk mengambil semua hikmah dan pelajarannya . dan tanpa mereka sadari Luna mendengarkan pembicaraan mereka berdua , Luna ikut menangis walau ia tidak paham permasalahan yang sebenarnya.


''kakak.., aku harus memberitahu papa, kasihan kak yuna, apa lagi kak Yuna tengah hamil'' batin Luna lalu mengendap endap keluar dari rumah,dan ia langsung pulang ke rumah untuk menceritakan kondisi Julio dan Yuna kepada sang papa. sesampainya di rumah Luna langsung mencari sang papa dan mamanya


''mama... papa..'' panggil Luna berlari kecil mencari sang papa dan mamanya di ruang keluarga dan di dapur namun ia tidak mendapati sang mama dan papa. dan malah sang asisten rumah tangganya yang sedang memasak.


''bibi.. papa mana?''


''ada non di ruangan kerjanya'' jawab sang bibi, Luna pun langsung berlari ke ruangan Bryan.


''papa ..'' panggil Luna mendapati papanya sibuk di depan leptopnya dan sang mama juga sedang memeriksa beberapa dokumen kantor.


''ada apa sayang..'' jawab Bryan yang menghentikan aktivitasnya di depan leptop dan melihat Luna yang menghampirinya sedangkan syasa hanya tersenyum melihat putri bungsu nya.


''pa..Luna ingin menyampaikan sesuatu pada papa dan mama tentang kak Julio dan kak Yuna'' ucap Luna melihat Bryan yang duduk di kursi kerjanya lalu melirik syasa yang seketika menghentikan aktivitasnya dan melihat Luna


''kenapa dengan mereka'' tanya Bryan melihat syasa kemudiaan Luna menceritakan semuanya jika Julio dan Yuna tidak mempunyai tabungan setelah mengganti suatu kerugian, namun Luna tidak mengetahui ganti rugi apa yang di maksud, kemudian Luna juga menceritakan bahwa uang mereka hanya tujuh ratus ribu serta menceritakan kehamilan Yuna.


''pa kasihan kak Yuna untuk ke dokter saja harus menunggu kak Julio gajian'' jelas Luna lagi melihat ekspresi kedua orang tuanya yang hanya memberi ekpresi datar terlebih syasa. syasa dan Bryan saling melihat lalu keduanya melihat kembali yuna


''uang tujuh ratus ribu mana cukup pa, kak Yuna butuh susu, butuh makanan yang bergizi, ayo lah pa ma, jangan begitu tega dengan mereka, kasihan calon bayinya'' jelas Luna lagi. syasa melihat kekhawatiran Luna namun ia juga harus tetap konsisten dengan prinsipnya.


''papa dan mama tidak akan membantu apa pun, mereka pasti bisa mengatasinya'' jawab syasa santai namun terdengar tegas, lalu syasa keluar dari ruangan Bryan dan meninggkalkan luna bersama bryan


''pa.. ''


''maaf Luna, itu konsekuensi untuk kakak mu, tapi papa yakin mereka pasti bisa melalui semuanya''


''ck.. papa mama kenapa menjadi Setega ini, menyebalkan'' protes Luna melihat orang tuanya yang begitu tega terhadap Julio dan Yuna.


''jangan sampai menyesal pa, jika terjadi sesuatu, jika mama papa tidak mau membantu, biar Luna saja yang membantu mereka'' jelas Luna yang tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya. lalu Luna keluar dengan rasa kecewa


''suatu hari nanti kamu pasti mengerti maksud mama papa sayang'' batin Bryan yang sebenarnya ia juga tidak tega melihat Julio dan menantunya.

__ADS_1


* * * * * * *


terima kasih


__ADS_2