
''Sayang kamu ada dimana'' panggil Julio saat pulang dari kantor dan tidak mendapati istrinya di rumah hanya mendapati sang putra di dalam boksnya.Krisna mencari ke sana kemari di bantu dengan semua pembantunya.
''Bi apa sudah ketemu?'' tanya krisna pada kepala pelayannya.
''Belum tuan''
''Arrrqqqqqhh'' Erangnya frustasi mengusap kasar wajahnya,
''Periksa CCTV lihat di sudut ruangan'' Teriak Krisna menggema di rumah besarnya . lalu pak Ojib kepala keamanan rumahnya segera mengecek CCTV rumahnya namun tidak ada tanda tanda elsa di ketahui keberadaannya,Krisna makin frustasi hingga ia ingat hanya kamar mandi kamar nya yang belum ia datangi.krisna bergegas berlari ke kamarnya dan di ikuti bibi serta pak ojib. Benar saja Elsa ada di kamar mandi jatuh tergeletak dan hidungnya mengeluarkan darah.
''Elsa..!'' panggil Krisna lalu merengkuh tubuh Elsa yang tidak sadarkan diri. dan ia terkejut mendapati hidung Elsa berdarah.
''Elsa bangun, bangun sayang, apa yang terjadi'' ucapnya seraya mengguncang tubuh Elsa.
'' kalian melihat apa?, hubungi rumah sakit'' ucap Krisna pada bibi dan ojib, mereka bergegas keluar dari kamar krisna namun sebelumnya sang bibi mengambil wisnu karena menangis.lalu membawanya turun dari kamar krisna .Sedangkan krisna membopong ELsa keluar dan membawanya ke rumah sakit.
''Dokter.!!!!'' teriak Krisna saat sampai di rumah sakit, semua petugas menoleh ke Arahnya, siapa yang tidak mengenalnya, para medis bergegas memberi bantuan dan pertolongan dan membawa Elsa ke ruang UGD.
''Krisna apa yang terjadi'' tanya Banyu yang menghampirinya.
''Om Banyu, Elsa om'' jawab Krisna yang panik dan cemas, lalu Banyu duduk di samping krisna.
''Apa yang terjadi?''
''Tidak tau om, aku menemukan Elsa tidak sadarkan diri di kamar mandi''
''Tuan krisna'' panggil dokter yang menangani Elsa yang baru saja keluar dari ruang UGD.
''Ya dok, bagaimana keadaan istri saya'' jawab Krisna bergegas menghampiri dokter tersebut.
''Istri anda saat ini sudah kami tangani, darah yang keluar dari hidungnya sudah berhenti, dan mungkin kami akan memeriksanya lebih lanjut apa penyebab istri anda bisa mengeluarkan darah di hidungnya dan sampai tidak sadarkan diri. kami akan mengambil tindakan CT SCAN di kepalanya dan mengecek darahnya.
''Lakukan yang terbaik dok, om banyu''
''pasti..'' jawab banyu meyakinkan,lalu mengusap punggung Krisna.
''Mari dokter banyu, anda ahlinya'' ucap dokter farhan lalu di angguki banyu, kemudian mereka menindak lanjuti Elsa.Sedangkan Krisna begitu cemas dan bertanya tanya sakit apa sang istri.
*Keesokan harinya
krisna masih tertidur di sofa di ruang perawatan Elsa, Ia nampak kelelahan karena hampir semalaman ia tidak dapat tidur, ia selalu terjaga saat hendak memejamkan mata.dan ia bisa tidur saat menjelang subuh.krisna terbangun saat mendapati ponselnya berdering. Lalu ia pun mengangkatnya
''ya ada apa?'' jawabnya pada orang di seberang ponselnya
''Ada meeting jam 2 siang nanti kak'' jelas orang yang menghubunginya, tak lain tak bukan adalah Attar.
''Batalkan aku sedang di rumah sakit, Elsa masuk rumah sakit''
''Tapi kak ini masalah proyek kemarin dan harus selesai hari ini'' jelas Attar, krisna berfikir ulang.
''Begini saja, kamu wakili diriku, aku yakin kamu bisa''
''Tapi..?''jawab Attar namun krisna sudah memutuskan sambungan ponselnya. Setelah itu ia ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, Setelah selesai ia keluar dan menemui Elsa yang masih tidur di brankar.
''Elsa..'' Bisiknya lembut, dan mengusap rambutnya lalu mencium kening Elsa.
''Krisna'' jawabnya lirih lalu tersenyum.
''Kamu sudah bangun sayang? tanya Krisna melihat wajah Elsa.
''Heumm''
''Kamu kenapa sayang tiba tiba tidak sadarkan diri di kamar mandi?'' tanya Krisna mengusap pipi Elsa.
__ADS_1
''Tidak tau kepala ku pusing dan hidung ku mengeluarkan darah, tiba tiba pandangan ku gelap dan aku tidak tahu apa apa lagi.''
''Selamat pagi'' sapa banyu yang baru masuk ruangan Elsa dan membawa hasil lap.
''Pagi om..'' jawab krisna sekilas melihat Banyu.
''Bagaimana Elsa apa kamu sudah membaik'' tanya Banyu seraya melihat botol infus Elsa, lalu melihat Elsa.
''Di periksa dulu ya'' ucap Banyu lalu ia menggunakan stetoskopnya untuk memeriksa Elsa
''Tidak perlu cemas Krisna, Elsa baik baik saja, hanya kelelahan, hasil lap semuanya baik baik saja'' jelas Banyu lalu tersenyum,
''Syukurlah, aku sangat khawatir Elsa kenapa napa'' jawab Krisna lalu tersenyum dan melihat Elsa.
''Jaga istrimu baik baik.'' ucap Banyu lalu tersenyum
''Oh ya, nanti sore sudah boleh pulang, tapi ingat jaga istrimu jangan sampai kelelahan.''
''Iya om, terima kasih'' lalu Banyu keluar dari ruangan Elsa.
Bagaimana Elsa tidak kelelahan ia mengurus bayinya sendiri, dan mengurus keperluan bayinya serta membereskan kamarnya yang besar itu sendiri, Ia sengaja melakukan itu karena ia tidak mau ada orang lain yang masuk ke kamar pribadinya dan ingin mengurus bayinya sendiri. ia ingin bayinya selalu dekat dengannya dan tidak ingin kehilangan momen terindah bersama sang bayi.
Krisna sudah beberapa kali menawarinya untuk menggunakan jasa baby sister agar bisa membantunya mengurus sang bayi , namun ia selalu menolak dan kali ini krisna harus benar benar tegas.
''Kali ini kamu tidak boleh membantah ku Elsa,nanti sore setelah pulang sudah ada baby sister di rumah dan kamu tidak boleh menolak dan kamar biar bibi yang membereskan, mereka aku gaji dan itu pekerjaan mereka''jelas Krisna yang tidak mau di bantah.
''Tapi krisna aku tidak mau ada baby sister, aku mau anak kita hanya aku yang pegang, dan hanya kita yang tau perkembangannya, aku tidak mau melewatkan itu.'' jelas Elsa dengan suara lemahnya, krisna menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan lalu tersenyum, ia memang tidak bisa berdebat dengan sang istri dan selalu kalah, dan memang ada benarnya apa yang di sampaikan Elsa.
''Tugas mu hanya melayani ku, ya memang benar seorang anak memang lebih baik selalu bersama ibunya, tapi ia juga butuh sosialisasi dengan orang yang berbeda'' dan jawaban Krısna membuat tawa di bibir Elsa.
''Krisna anak kita masih bayi, ada masanya dia bersosialisasi, anak anak di bawah 5 tahun itu cukup dengan keluarga, nanti saat dia masuk sekolah nah itu waktu yang tepat, kamu ada ada saja''
''ok baiklah, aku memang kalah jika berdebat dengan mu'' jawab krisna.
''Aduh ma sakit'' pekik Krisna dan di tertawai Elsa dan juga Bryan.
''Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit, ini pasti karena mu tidak mau membantu menjaga wisnu'' Selidik Syasa
''kelelahan ma..'' dan akhirnya krisna terkena amukan sang mama, dan membuat gelak tawa semuanya.
Siang pun menjelang, Krisna benar benar tidak hadir ke tempat meeting yang sudah di sepakati.Dan akhirnya Attar mau tidak mau menggantikan krisna untuk meeting, awalnya ia ragu tapi ia terus mengumpulkan keberaniannya seraya membayangkan wajah Luna, ia harus bisa demi Luna karena semua demi Luna.Semua berjalan lancar dan klien puas dengan apa yang di sampaikan Attar, dan akhirnya kerja sama pun terjalin.
''Terima kasih tuan Attar, konsep dan ide anda mudah di pahami, Tuan krisna pasti sangat bangga mempunyai wakil seperti anda, selama ini tuan krisna tidak pernah mewakilkan kepada siapa pun untuk urusan proyek besar'' puji klien krisna yang bernama antoni.
''Terima kasih tuan, anda terlalu memuji, saya hanya menyampaikan yang seharusnya saya sampaikan dan itu atas izin tuan krisna dan ide ini juga dari beliau''
''Ya, tuan Krisna memang hebat,kalau begitu kami permisi'' pamit antoni lalu menyalami Attar kemudian meninggalkan Attar sendiri. Setelahnya Attar duduk dan memeriksa ponselnya, ada beberapa pesan masuk dari Luna yang mengingatkan untuk makan, Attar tersenyum saat membaca pesan dari Luna.
''Luna'' batinnya membayangkan senyuman dan sikap manjanya, ia adalah laki laki yang sangat beruntung di cintai seorang Luna putri bungsu dari keluarga Akbar. terkadang ia berfikir apa yang istimewa dalam dirinya sampai sampai Luna sangat mencintainya. Namun saat ia mengingat statusnya terkadang ia ingin mundur namun ia berfikir ulang, Bagaimana jika Luna sakit hati dan kecewa, bisa bisa ia di habisi oleh kakak kakak Luna terutama Laras. Saat ini yang bisa ia lakukan adalah bekerja keras agar nanti bisa membuat Luna bahagia.
''Baiknya aku segera kembali ke kantor'' batinnya lalu beranjak dari restauran tersebut
Sesampainya di kantor dan saat sampai di ruangannya ia langsung mendapatkan amukkan dari Luna karena pesannya tidak ia balas, Luna memukul mukul dadanya dengan kesal, dan Attar hanya bisa menahannya dan bersikap sabar dan menariknya dengan lembut ke sofa, agar ia duduk dengan tenang,
''kakak kenapa tidak membalas pesan ku hah'' ucap luna saat sudah duduk di sofa.
''Kakak sedang meeting sayang, meeting di luar sama pak Antoni sama sekretarisnya'' jelas Attar selembut mungkin
''cantik?''
''apanya?'' tanya Attar heran dan mengerutkan dahinya
''Sekretarisnya'' dan itu membuat Attar tertawa
__ADS_1
''kenapa tertawa'' kesal Luna melihat Attar
''Cantik, tapi lebih cantik kamu, sekertaris tuan Anton sudah tua, sudah mempunyai anak lima'' bohong Attar agar Luna senang dan tidak mengamuk lagi.
''peluk, Luna rindu kakak'' rengek Luna lalu memeluk Attar.
''Rindu saja banyak drama'' gumam Attar dan itu membuat Luna memukul dadanya
''Aduh.. sakit sayang''
''Ha..maaf kak, sakit?''
''tidak, sudah sini peluk lagi, biar kakak juga tidak lelah lagi'' dan mereka pun berpelukan
* * * * * * *
Yuna terdiam saat membaca isi pesan ponsel Julio, Lalu meletakkannya kembali di tempatnya, kemudian melihat Julio yang sedang tidur bersama sang putra.ia menghela nafas panjang dan melihat lekat sang suami. ia merasa tidak menyukai ada wanita lain yang memperhatikan suaminya, sampai sampai tengah malam ada yang mengirimi pesan.
''Apa seperti ini rasanya menikah dengan mu, apa lagi sekarang jabatan mu tidak main main, banyak orang yang belum mengetahui jika aku ini istrimu, jangan jangan kamu juga mengaku masih lajang di hadapan karyawan mu, bahkan mama juga belum pernah mengenalkan ku pada teman teman arisannya, hanya Elsa yang di kenal teman teman mama sebagai menantu anak laki lakinya, sedangkan julio di kenal justru belum menikah karena tidak ada pesta pernikahan untuk ku, aku sudah bosan menghadapi wanita wanita penggoda di luar sana,Tapi aku tidak akan tinggal diam jika ada yang mengusik milik ku.'' Batinnya dan mengeratkan giginya di akhir kalimatnya.
Tak lama, ia mengambil ponsel Julio dan membalas pesannya untuk mengajaknya bertemu dan semua itu atas nama Julio.
''Lihat saja, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengusik suami ku , cukup aku dulu yang lemah tapi sekarang tidak'' batin Yuna lalu tersenyum licik. tiba tiba Julio menggerakkan tubuhnya lalu cepat cepat ia meletakkan ponsel Julio ke tempat asalnya lalu ia mengambil Emir yang tidur di sebelahnya dan menyusuinya.
''eum.. kamu belum tidur di sayang'' tanya Julio dengan suara seraknya
''Ah.. belum, Emir bangun dan minta susu''
''papanya juga bangun minta susu''
''Plak.. '' Elsa menepuk pipi Julio seraya tertawa kecil
''Aduh.. kenapa aku di tampar'' pekik Julio lalu ia bangun dan ikut duduk di samping Yuna.
''Emir yang memukul mu, bukan aku, aku hanya mewakili'' jawab Yuna yang masih tertawa
''Sama saja'' grutu Julio. melirik sang anak sedang menyusu .
''Hai.. bagi susunya '' goda Julio pada sang anak, dan itu membuat gelak tawa Yuna di tengah malam.
''Sudah sana, shalat malam, Biar tidak rebutan susu dengan Emir'' ucap Yuna di iringi tawa kecil melihat ekspresi Julio
''ck kamu suka sekali membuat ku tersiksa'' jawab Julio lalu bergegas mengambil air wudhu,
Ya, Julio kini lebih rajin untuk shalat malam, dan tanpa ada yang menyuruh dan memaksa, ia melakukan itu agar selamat dan pekerjaannya menjadi lancar dan lapang. sekaligus menahan hasratnya pada Yuna yang masih dalam masa nifas. setelah selesai ia pun kembali tidur di samping Yuna yang masih menyusui Emir dengan posisi masih duduk bersandar tembok.
''Oh ya sayang hutang kita ke Rey sudah lunas, jadi kita sudah tidak mempunyai tanggungan dengan orang lain, tinggal kita fokus menata masa Depan dan membesarkan kafe batagor ku'' ucap Yuna pada Krisna yang belum benar benar tidur.
''İya sayang, terima kasih, bulan depan kamu boleh membeli perhiasan berlian lagi'' jawab Julio melihat Yuna yang sekarang menidurkan Emir di sampingnya.
'' heum.. pasti'' jawab Yuna yang menang sangat menyukai perhiasan berlian karena itu pun untuk investasi.
'' Julio kapan aku bisa bertemu Oma Wina dan opa Bram '' tanya Yuna saat ikut berbaring di sebelah sang anak.
''nanti acara pernikahan Luna dan Attar, eum.. maaf sayang aku belum mengenalkan mu kesemuanya keluarga besar ku, mama bilang nanti saat acara resepsi pernikahan Luna kita juga akan mengadakan resepsi, mama yang meminta, dan sekaligus memperkenalkan mu sebagai menantu perempuannya yang lain'' jelas Julio yang membuat senyum di wajahnya dan menyesali ucapannya bahwa belum di anggap menantu Syasa
'' Benarkah?''
''heum'' dan akhirnya Yuna bahagia luar biasa. ia bahagia sebentar lagi ia mendapat pengakuan menantu keluarga Akbar.
* * * *
terima kasih
__ADS_1
like komen vote jangan lupa 🤗