TAKDIR 2

TAKDIR 2
19 Beri aku waktu


__ADS_3

Langkah Julio begitu tergesa gesa saat keluar dari kampus karena ia harus menemui klien barunya.sampai sampai panggilan sang kekasih Alya ia abaikan. sampai Alya mengejarnya


''lio.. ! Lio tunggu'' panggil saat Julio hendak masuk ke mobilnya


''ck.. ada apa Al, aku buru buru''


''lio kenapa beberapa bulan ini kamu berubah lebih dingin pada ku dan sedikit kasar, dan...''


''cukup, aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat denganmu, sudah aku katakan jika beberapa bulan ini aku membantu kakak ku di kantor dan sekarang aku ada pekerjaan.'' jelas Julio membuka pintu mobil namun saat hendak masuk Alya menahannya


''kapan kamu mempunyai waktu untukku?''


''Alya tolong mengerti, aku sekarang mempunyai tanggung jawab'' jawab Julio menutup pintu mobilnya dan menatap Alya


''sejak kapan aku tidak mengerti dan memahami mu, aku selalu menuruti kata mu,tapi apa sekarang balasan mu, dan sekarang kamu Berubah''


''cukup Alya..!'' jawab Julio mengibaskan tangan Alya lalu ia masuk kedalam mobil kemudian melajukan mobilnya. Alya berusaha mencegahnya namun apa daya Julio memang sudah berubah tidak sehangat dulu


''segala ingin di perhatikan, memangnya kamu istri ku'' gumamnya sambil mengendarai mobilnya keluar dari kampus. saat di perjalanan hujan pun turun dan Julio tidak sengaja melihat Rey dan meli sedang berteduh mereka saling berpelukan, tersenyum dan tertawa sesekali Rey mengusap perut meli. Julio tersenyum sinis.


''puaskan saja kebersamaan kalian, nanti ada masanya kalian berdua menangis seperti adik ku jane'' batin Julio lalu tertawa di dalam mobil sedangkan orang ys ia tertawakan menuggu hujan reda di emperan toko.


''Rey.. hujannya makin deras'' ucap meli mempererat pelukannya


''duduk sini'' ucap Rey membantu meli duduk di emperan toko


''sabar sayang, secepatnya aku akan membelikan mu mobil, supaya nanti kita tidak kepanasan dan kehujanan'' ucap Rey lagi merangkul meli lalu keduanya tersenyum


''terima kasih Rey'' jawab meli menyandarkan kepalanya di dada Rey


''oh ya sepertinya bakso itu enak Rey'' ucap meli melihat tukang bakso di emperan toko


''mau..''


''heum..''


''ayo..'' ajak Rey membantu meli berdiri lalu menuju tukang bakso. mereka memesan bakso dan makan bersama.


''nanti bungkus untuk Andi dan Amel'' ucap meli disela makannya


''pasti'' jawab Rey lalu tersenyum, kemudian mereka melanjutkan makannya.


''ini yang selalu membuat ku terharu meli, kamu selalu ingat adik adik mu.'' batin Rey melihat sang istri yang begitu lahap memakan baksonya


''mau lagi'' tanya Rey saat meli sudah menghabiskan baksonya


''tidak, cukup sudah kenyang'' jawab meli mengelap bibirnya dengan tisu kemudian minum air putih yang ia bawa.


''tidak buruk hidup sederhana, beri aku waktu meli pasti kita bisa seperti semula'' batin Rey lalu tersenyum simpul melihat sekelilingnya. ia hanya tidak menyangka hidupnya berubah drastis hanya karena satu orang.


''benar kata Krisna, lepaskan jane agar aku fokus dengan meli dan usaha ku, lagi pula Jane sudah menemukan seseorang di sana.. baiklah Jane aku menalak mu dan nanti aku akan menandatangani surat cerai itu'' batin Rey tersenyum ke arah meli


''Rey sepertinya hujan sudah mulai reda'' ucap meli melihat ke arah langit


''jalan?''


''eum..''


''ok baiklah, pakai jaketnya'' jawab Rey membantu meli mengenakan jaketnya kemudian mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit untuk pemeriksaan kehamilan meli. sesampainya di rumah sakit mereka berjalan menuju ruangan dokter kandungan yang menanganinya, namun dari kejauhan nampak Elsa berdebat dengan seseorang.


''cukup mas! hubungan kita sudah berakhir dua tahun lalu, aku sudah menemukan kebahagiaanku sendiri, dulu aku kamu sia siakan bahkan luka yang kamu buat di tubuhku masih membekas terlebih di hati ku'' ucap Elsa pada Alan yang kebetulan sedang memeriksakan kesehatannya bersama sang istri. Rey dan meli perlahan menghampiri mereka


''aku hanya ingin tahu, untuk apa kamu datang kemari, kamu itu tidak bisa mempunyai anak, percuma kamu datang kemari''

__ADS_1


''bukk..'' Krisna tiba tiba datang dan langsung memukul Alan


''jaga bicaramu brengsek'' ucap Krisna emosi dan mencengkram kerah baju milik Alan sedangkan Elsa terdiam melihat Krisna begitu emosi ,dan meli merangkul Elsa


''Asal kamu tahu istri ku sedang mengandung anak ku, Sekarang terbukti siapa yang bermasalah, jangan kamu pikir aku dan elsa diam, kamu menganggap kami tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, aku tahu dirimu yang sebenarnya Alan. kamu memalsukan semua hasil pemeriksaan Elsa bukan?'' beber Krisna yang selama ini diam diam mencari tahu tentang Alan karena krisna merasa janggal dengan hasil pemeriksaan milik Elsa terdahulu.


''kamu melakukan itu semua karena ingin menguasai rumah Elsa dan kamu bisa menikahi selingkuhan mu ini'' jelas Krisna lagi. Alan hanya terdiam sedangkan istrinya juga terdiam dan seolah membenarkan ucapan Krisna


''krisna sudah cukup ini rumah sakit'' ucap Rey melepaskan tangan Krisna dari kerah baju Alan


''kamu pergilah sebelum Krisna semakin emosi padamu'' ucap Rey pada Alan lalu Alan menarik istrinya keluar dari rumah sakit.setelah akan pergi Krisna Langsung memeluk Elsa sedangkan pengunjung lain hanya berbisik bisik dan para dokter hanya menggelengkan kepala saja terlebih pihak keamanan yang tidak berani melerai cucu dari pemilik rumah sakit tersebut


''kamu tidak apa apa?'' tanya krisna


''iya aku baik baik saja'' jawab Elsa lalu tersenyum melihat krisna yang begitu mengkhawatirkannya.


''duduklah '' ucap Krisna lalu mereka duduk di kursi tunggu bersama meli,Rey dan pengunjung lainnya. sementara itu alan dan istrinya bertengkar di parkiran rumah sakit.


''jadi kamu yang bermasalah hah, kamu memang brengsek Alan, sudah menipu ku dan menjelekkan Elsa di depanku tapi ternyata kamu sendiri yang bermasalah'' omel istri Alan


''tidak perlu kamu membahasnya di sini, masuk!'' ucap Alan tidak kalah emosi dan mendorong sang istri agar masuk ke dalam mobil, setelah sang istri masuk ia pun masuk dan langsung melajukan mobilnya.



sore hari Jane sedang menikmati indahnya jalanan kota new York di atas balkon apartemennya. sambil duduk dan menikmati buah yang di sediakan maidnya. Amar yang baru saja datang melihat Jane tersenyum seolah sudah melupakan masa lalunya pun ikut tersenyum. Amar melihat sekeliling ruangan apartemen milk jane.


Amar baru menyadari jika Jane bukan anak dari kalangan biasa terlihat dari baju dan tas semua miliknya semuanya adalah milik brand ternama.bahkan hanya Jane saja seorang pelajar yang mempunyai seorang maid. Dan selama ini Nathan sang teman tidak pernah bercerita siapa Jane sebenarnya. karena Nathan paham semua yang bersangkutan dengan keluarga istrinya adalah privasi masing-masing dan biar yang bersangkutan menceritakan jati dirinya sendiri.


''siapa gadis ini sebenarnya, siapa keluarganya di Indonesia'' gumamnya lalu ia mengeluarkan ponselnya dan mencari tahu sosok Jane melalui internet. Amar mencoba mengetik nama Jane namun ia justru menemukan Jane Jane lainya kemudian ia mengetik nama sang kakak Siena putri Akbar. betapa terkejutnya saat mengetahui fakta bahwa Jane adalah putri Bryan Ahmad Akbar pengusaha terkenal di negaranya bahkan mempunyai perusahaan di new York yang sekarang di pimpin Siena.


sejenak Amar melihat Jane yang berusaha menghabiskan potongan buah melon di piringnya.tak lama Amar tersenyum ketika Jane sudah menghabiskan potongan buahnya. Amar mengetahui Jane tidak menyukai buah akan tetapi ia terpaksa memakannya demi Sang bayi yang ada dalam kandungannya


''maria..!'' panggil Jane pada maidnya


''tolong ambilkan aku minum'' ucapnya lagi. namun saat Maria hendak mengantarkan minum Amar meminta gelasnya pada Maria lalu Amar berjalan menghampiri Jane.


''ini..''ucap Amar memberikan gelas berisikan air putih pada jane


''Amar?'' balas Jane mendongak kearah amar lalu menerima gelasnya dan mereka berdua tersenyum lalu Jane meminum airnya, Amar tersenyum memperhatikan Jane dari ujung rambut sampai ujung kaki, tubuhnya yang sudah berisi membuat Jane terlihat menggemaskan ditambah perutnya yang membuncit. Amar yakin Jane memang benar-benar sudah melupakan masa lalunya, itu menurutnya. pandangan Amar kini beralih di kaki Jane yang sedikit membengkak, tanpa segan Amar duduk bersila di bawah Jane dan meraih kaki Jane


''Amar apa yang kamu lakukan?'' tanya Jane heran


''diamlah.. lihat kaki mu'' balas Amar meletakkan kaki Jane di paha nya setelah meletakkan handuk kecil di pahanya, handuk yang ia gunakan untuk berolahraga sore, kemudian Amar mengambil minyak urut beraroma jahe dari kantong jaketnya, ia sengaja membawanya untuk jane.perlahan Amar memijat kaki Jane dengan rasa tulus dan senang hati.


Entah mengapa Amar begitu peduli dengan Jane semenjak pertama kali bertemu. ada rasa berbeda saat bersama jane, pembawaan Jane yang tenang, yang lembut, namun Amar akui Jane tidak segan segan berbuat kasar jika keinginannya tidak di penuhi dan itu sudah terbiasa Amar saksikan sendiri bahkan Amar pernah merasakan tamparan Jane hanya dengan masalah sepele. Amar memaklumi hal itu karena mungkin pengaruh hormon kehamilannya .


Jane yang selalu mendapat perlakuan manis dari Amar pun terharu, ia merasakan ada yang memperhatikannya setelah kakaknya Siena namun perhatian Siena dan Amar tentulah berbeda.perhatian yang ia inginkan dari seorang suami namun ia sadar sudah tidak bersuami. ia hanya tersenyum kecut mengingat Rey.


''Amar... kamu mendapatkan minyak gosok jahe itu dari mana?'' tanya Jane melihat Amar yang masih memijat telapak kakinya


''adik ku kemarin datang dari Pakistan dan aku memintanya membawakannya''


''oh.. ''


''sudah.. bagaimana rileks?''


''heum...'' jawab Jane lalu tersenyum kemudian Amar mengelap kaki Jane lalu melanjutkan memijat kaki satunya. saat Jane dan Amar tengah asyik bercerita sambil memijat kaki jane tiba tiba Siena dan Nathan datang dan langsung menghampiri mereka


''hai kalian, makin romantis saja'' goda Siena yang mengetahui jika Amar menaruh hati pada Jane.


''kakak apa sih'' gerutu Jane lalu mengerucutkan bibirnya, dan Amar langsung mengelap kaki Jane dan mengenakan alas kakinya kemudian ia berdiri


''nathan, Siena.. maaf aku mau mencuci tangan ku lebih dulu'' ucap Amar lalu keduanya tersenyum dan Nathan hanya mengangguk.

__ADS_1


''bagaimana kabar mu? tanya Siena saat Jane berdiri dan memeluknya


''baik kak, seperti kakak lihat'' jawab Jane melepaskan pelukannya


''yang ini bagaimana kabarnya'' tanya Siena mengusap perut Jane


''baik aunty'' jawab Jane menirukan sura anak kecil lalu keduanya tertawa kecil


''oh ya kakak bawakan soto untuk mu, kemarin kakak belanja di supermarket Asia jadi kakak membeli semua bahan bahannya''


'heum.. pasti enak, oh ya kak kabar neha bagaimana?''


''baik.. masih di India, kuliahnya di sana belum selesai, di tambah sudah mempunyai kekasih di sana'' jelas Siena tersenyum, ya sang anak tiri kini tinggal di negara sang ibu kandung bersama sang nenek di India dan menempuh pendidikan disana


''oh.. lalu naina dan jojo''


''ah.. mereka sudah remaja sudah ke sana kemari sendiri, mungkin sebentar lagi juga menyusul kemari'' jawab Siena sambil berjalan masuk kedalam di ikuti Jane menuju ruang makan sementara itu Nathan dan Amar berbincang di sofa dekat jendela apartemen. Nathan mempertanyakan hubungannya dengan Jane.


''Amar bagaimana hubunganmu dengan adik ku'' Tanya Nathan


''baik.. tapi aku belum berani untuk mengutarakan isi hati ku, dan yang aku lakukan saat ini hanya memberi perhatian layaknya suami, karena aku tahu dia membutuhkan perhatian itu, walau aku tahu aku bukan suaminya.


''apa Jane sudah bercerita masa lalunya pada mu''


''yah, aku tidak mempermasalahkan masa lalunya, tidak ada yang buruk di masa lalunya, hanya satu kesalahannya yaitu mencintai orang yang tidak mencintainya'' jelas Amar lalu tersenyum melihat Jane sedang makan soto


''kamu benar, baiknya kamu utarakan perasaan mu''


''pasti dan aku berniat menikahinya nanti saat ia sudah melahirkan anaknya, aku akan menganggap anaknya seperti anak ku, anaknya juga butuh ayah bukan? ,tapi permasalahannya Jane mau tidak dengan ku'' beber Amar lalu tertawa di akhir kalimatnya begitu juga Nathan


''aku yakin Jane mau, tapi kamu tahu sendiri Jane seperti apa''


''aku mencintai nya tanpa alasan Nath, aku tahu dia sedikit kasar, tapi dia bisa lembut jika di perlakukan lembut'' jelas Amar yang sudah hafal baik buruknya Jane


''kamu benar, semenjak tinggal di New York dia banyak berubah, entah karena sedang hamil atau sudah menjadi dewasa, mengambil hikmah dari semua kejadian masa lalunya''


''kedewasaan terbentuk dari pengalaman Nath, itu yang aku lihat dari Jane'' balas Amar lalu tersenyum kemudian berdiri dan menghampiri Jane sedangkan Nathan hanya tersenyum melihat Amar. tak lama Siena menghampiri Nathan dan membiarkan Amar dan Jane berduaan di ruang makan.


''bagaimana,sudah kamu tanyakan pada Jane bagaimana perasaannya untuk Amar'' tanta Nathan saat Siena duduk di sampingnya


''sudah.. tapi Jane sepertinya masih ragu dengan hatinya sendiri, ragu karena mungkin memikirkan bayinya, apa Amar mau menerima bayinya atau tidak'' jelas Siena


''tapi Amar bilang pada ku akan menerima bayi Jane '' beber Nathan lalu mencium pipi Siena


''sama seperti mu, menerima neha sebagai anak mu sendiri ''


''dan memang harus sepaket'' jawab Siena lalu keduanya tertawa. Amar dan Jane melihat Nathan dan Siena tertawa pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


''mereka selalu terlihat manis'' ucap Jane melihat Siena dan Nathan lalu melihat Amar


''aku juga bisa bersikap manis pada mu'' saut Amar lalu tertawa kecil


''kamu memang selalu manis pada ku Amar, sampai sampai orang mengira kita suami istri'' jawab Jane lalu tertawa kecil kemudian melanjutkan memakan sotonya


'' Jane..''


''heum..''


''aku ingin menyampaikan sesuatu pada mu''


''apa ?''.


''aku mencintai mu'' jawab Amar pelan namun sangat jelas di telinga jane lalu Jane tersenyum

__ADS_1


''nanti, beri aku waktu'' jawab Jane tersenyum sambil meraih jemari Amar kemudian meletakkan nya di perutnya, sontak Amar tertawa. Jane tidak menjawab dan tidak memberi janji kapan akan menjawab pertanyaan cinta Amar padanya namun Amar tahu maksud Jane. agar Amar memberi waktu sampai bayinya lahir.


* * * * * *


__ADS_2