TAKDIR 2

TAKDIR 2
13 Attar


__ADS_3

dua Minggu sudah pernikahan Rey dan meli serta Jane namun Rey lebih sering berada di rumah dari pada di apartemen. Rey lebih menghabiskan waktu bersama meli ,hanya dengan meli ia bisa melampiaskan semuanya. dan itu membuat tanda tanya meli. dan membuat Jane sakit hati


''Rey.. malam ini pulang lah ke apartemen, kasihan jane dia juga butuh kasih sayang mu.dan eum.. apa kamu sudah melakukan dengannya? tanya meli ragu.namun Rey menggelengkan kepalanya


''kenapa.. ?''


''ini udah lemes '' jawab Rey sambil menunjuk area sensitif nya lalu keduanya tertawa lalu meli melihat wajah Rey dengan penuh kekhawatiran


''Rey.. Jane punya hak dan kamu wajib memenuhi nya ,dia istrimu juga. jangan sampai dia mengadu pada keluarga nya'' jawab meli khawatir terjadi sesuatu pada Rey jika sampai Jane mengadu pada keluarga nya


''sekarang pulang padanya ,aku tidak mau tau'' ancam meli membelakangi Rey..


''baiklah.. aku tahu maksud mu, tapi ini masih jam 8 malam, lalu bagaimana kamu pulang bekerja? ''


''tidak apa apa ada Rendi yang menemani ku nanti pulang'' jawab meli lalu tersenyum


''baiklah kalau begitu hati hati, kamu memang wanita mandiri. sekarang berikan aku ciuman'' bisik Rey lalu meli melihat sekelilingnya dan menarik Rey menuruni tangga restauran dan meli mencium Rey di anak tangga .


''sudah.. pulanglah'' ucap meli saat mereka selesai berciuman.


''hati hati.. i love you''


''love you too'' jawab meli lalu tersenyum kemudian Rey mencium keningnya setelah nya Rey pulang ke apartemen.


''sudalah.. ikhlas mel.. ikhlas demi adik adik mu'' batin meli yang rela tidak rela membiarkan Rey pulang pada Jane.


Rey memasuki apartemen dengan hari hati, dan mendapati Jane tengah sibuk di depan leptopnya


''jane..'' panggil Rey sambil berjalan menghampiri Jane


''kakak..'' jawabnya bahagia lalu berdiri dan berlari menyambut Rey lalu memeluknya .


''sudah makan.. ''tanya Rey yang masih memeluk Jane


''belum.. lapar''jawab manja Jane


''ya sudah..ini makanlah aku bawakan makanan dari Restauran om abi'' jawab Rey lalu melepaskan pelukan Jane dan mereka menuju ruang makan.


''kakak malam ini tidur disini'' tanya Jane membuka bungkusan makanan nya


''heum..'' Jawab Rey lalu tersenyum


''benarkah.. ''


''iya.. '' jawab Rey lalu tersenyum simpul. melihat Jane yang begitu bahagia


''apa aku bisa melakukannya'' batin Rey mengusap kasar wajahnya lalu ia berdiri menuju lemari tempat penyimpanan minumannya. dan Jane hanya melihatnya


''kakak minum'' tanya Jane


''ya.. hanya penghilang penat'' jawab santai Rey sambil menuangkan minuman Vodka kedalam gelas


''kamu mau''


''tidak'' jawab Jane yang masih tidak percaya jika Rey suka minum seperti kakaknya Krisna


''kak.. minum itu tidak baik'' ucap Jane memeringatkan. namun Rey hanya tertawa lalu meminum satu gelas Vodka nya


''ya Terima kasih tapi kakak sudah terbiasa minum dengan kakak mu jika sedang penat'' jawabnya melihat Jane memakan makanan nya


''terserah kakak, kakak sama saja seperti kak Krisna'' jawab nya kesal lalu melanjutkan makan nya dan membiarkan Rey minum.setelah selesai makan Jane merapikan piringnya dan membereskan meja lalu menyusul Rey yang duduk di sofa sambil minum Vodka nya


'' kak.. ''


''heum..''


''keperluan pribadi ku habis'' ucap Jane memberanikan diri duduk di pangkuan Rey


''besok kakak belikan'' jawab Rey melihat wajah Jane dan meraih pinggang nya


''kakak sepertinya mulai mabuk'' ucap Jane merebut gelas milik Rey yang isinya masih setengah lalu Jane meletakan gelasnya di meja


''sudah kak minumnya'' ucap Jane mengusap rambut Rey .Rey melihat lekat Jane begitu juga Jane


''meli..'' gumam Rey mengusap pipi Jane


''kak.. aku Jane'' protes Jane menepuk dada Rey


''jane..'' gumam Rey melihat Jane. Jane perlahan memberanikan diri membuka kancing kemeja Rey dan Rey yang sudah mabuk pun membuka kaos oblong milik Jane


'' kamu menunggu saat seperti ini bukan?'' rancau Rey sambil tangannya bergerilya di tubuh Jane

__ADS_1


''kak..'' ucap Jane lirih lalu mencium Rey dan Rey pun membalasnya. semakin lama semakin memanas dan Rey pun menggendong Jane di depan seperti anak kecil dan bibir mereka masih saling bertautan lalu Rey Mambawa nya ke kamar kemudian perlahan Rey menidurkan Jane di tempat tidur dan memandanginya


''meli..''ucapnya lirih namun Jane tidak begitu mendengarnya karena ia pun sudah menikmati belaian Rey dan menuruti bahasa tubuhnya yang sudah memanas. Rey yang sudah terbawa hasratnya pun melepaskan semua apa yang Jane kenakan dan juga apa yang ia kenakan dan akhirnya mereka melakukan dengan Rey dalam keadaan mabuk


'' meli.. '' ucap Rey mencengkram jemari Jane dan menyumi leher jane, Jane tidak peduli lagi Rey menyebut nama meli, yang ia mau hanya Rey malam ini miliknya seutuhnya. Rey semakin mengganas.


''kak.. sakit ..pelan kak..'' ucap Jane di sela permainan Rey yang semakin ganas,namun Rey tidak perduli dengan ucapan Jane dan terus melakukan aksiny .Jane hanya pasrah dan menahan sakit karena mungkin ini pertama kali dan Rey juga dalam keadaan mabuk.


setelah selesai Rey pun langsung ambruk di samping Jane dan Jane langsung mengambil nabulizer lalu menghirup nya karena nafasnya terasa sesak.


''kak Rey keterlaluan'' batinnya sambil menghirup nabulizer nya setelahnya nafasnya teratur Jane menuju kamar mandi dengan jalan tertatih Karena merasakan sakit di pangkal pahanya sedangkan Rey sudah tertidur dengan posisi telungkup


''darah..''gumam Jane saat melihat pahanya lalu ia tersenyum, ia merasa bangga karena kegadisannya ia berikan pada orang yang ia cintai walau Rey tidak mencintai nya.kemudian ia pun mandi untuk membersihkan tubuhnya setelahnya ia mengeringkan rambut dan mengenakan baju tidur nya lalu berbaring di samping Rey


''kak terima kasih'' ucap Jane mengusap rambut Rey lalu mencium kening Rey kemudian Jane pun tidur.



pagi hari Rey dan Jane masih tidur dan Rey tanpa sadar memeluk Jane dari belakang. perlahan Rey membuka matanya dan melihat sekelilingnya. seketika ia sadar sedang berada di apartemen lalu melihat Jane yang ada di samping nya


''jane..''ucapnya dengan suara beratnya lalu ia duduk dan melihat dadanya yang tanpa baju dan membuka selimut nya dan mendapati tidak mengenakan apapun.


''sial..'' umpatnya lalu ia turun menuju kamar mandi dengan sempoyongan. Jane yang merasa Rey tidak ada di sampingnya pun ia bangun lalu menuju dapur dan membuatkan lemon hangat untuk menetralisir rasa mabuknya Rey.


''jane..'' panggil Rey saat ia selesai mandi


''ya Kaka..'' jawab Jane sedikit berlari menuju kamar


''baju ku kamu pindahkan kemana? '' tanya Rey yang membuka lemarinya tapi tidak mendapati baju bajunya


''oh ..maaf kak Jane pindahkan di sebelah'' jawabnya sambil berjalan menuju lemari bagian sisi kanan Rey


''ini kak'' ucapnya lalu ia mengambilkan kemeja untuk Rey


''terima kasih'' jawab Rey lalu ia mengenakan kemejanya sambil menghadap ke arah tempat tidur dan tidak sengaja melihat darah di seprai lalu melihat Jane yang tersenyum di samping nya dan Rey hanya tersenyum simpul ternyata Jane masih gadis


''bagaimana rasanya?'' goda Rey datar sambil mengancing kemejanya dan mengingat saat dirinya mabuk dan masih setengah sadar


''eum..'' lalu Jane tersenyum malu kemudian keluar dari kamar menuju dapur tiba tiba suara bel berbunyi. dan Jane membukanya


''selamat pagi nona.. '' ucap seseorang


''pagi.. pak Rohmad, ada apa pak ?'' tanya Jane pada petugas keamanan apartemen


''dari siapa pak ?'' jawab Jane menerima rantang makanan


''tidak tau non, yang menitipkan ini tidak mau menyebutkan namanya. permisi non'' pamit pak Rohmad lalu Jane pun menutup pintu nya


''siapa Jane..?'' tanya Rey melihat Jane berjalan menenteng rantang menuju meja makan


''ada kiriman.. '' jawab Jane meletakan rantangnya di meja lalu Jane membukanya


''kak.. ada suratnya'' ucap Jane dengan cepat Rey merebut suratnya dan membukanya lalu ia pun tersenyum saat membaca tulisannya


''meli..kamu memang terbaik '' batinnya lalu melihat Jane dan tersenyum simpul


''dari siapa kak..?'' tanya Jane penasaran


''meli..'' jawab Rey santai lalu ia duduk meminum lemon hangatnya sedangkan Jane terdiam merasa belum bisa menjadi istri yang bisa melayani dan memberikan yang terbaik untuk Rey


''kamu kenapa?'' tanya Rey melihat meli dengan lesu mengambilkan piring untuk Rey


''tidak kak, tidak apa apa'' jawab nya lalu meletakkan piring di meja makan.dan mengambil makanannya untuk Rey dari rantang tersebut.


''kamu tidak sarapan? sarapanlah meli mengirim sarapan untuk kita berdua'' ucap Rey saat Jane diam dan hanya melihat Rey sarapan dengan lahapnya


''jane nanti saja kak.. ''


''ok baiklah.. '' jawab Rey santai lalu melanjutkan sarapan nya. Jane melihat Rey begitu lahap memakan sandwich buatan meli dan habis tiga potong. Rey melihat Jane yang hanya melihatnya pun menyodorkan potongan sandwich ke arah mulut Jane


''heum.. ayo sarapan aaa.. '' ucap Rey menyuapi Jane,lalu Jane menerima suapannya


''Ambil dan sarapan lah, tidak ada racunnya dan meli juga tahu makanan yang kamu hindari karena asma mu'' jelas Rey , lalu Jane mengambil satu potong sandwich dan meletakkannya di piring kemudian memakannya


''oh ya.. kakak sudah mentransfer sejumlah uang untuk membeli keperluan mu, maaf kakak tidak bisa menemani mu belanja jadi kamu nanti belanja sendiri dan nanti ada seseorang yang datang kemari untuk mengambil baju kotor, kakak tidak mau kamu mencucinya sendiri. kakak takut kamu kelelahan dan asma mu kambuh nanti kakak mu menyalahkan ku '' jelas Rey lalu berdiri dan mencuci tangan nya


''iya.. terima kasih '' jawab Jane sendu.


''ya sudah, kakak berangkat ke kantor '' pamit Rey sekilas mencium pucuk rambut Jane lalu Rey berangkat ke kantor dan meninggalkan Jane sendiri di apartemen.


Disisi lain Luna yang berangkat ke sekolah yang selalu dengan pengawalan ketat dari bodyguard pun merasa risih karena ia sudah merasa dewasa dan protes pada sang papa tidak mau lagi di kawal. sang sopir yang menjadi tempat berkeluh kesahnya pun sudah pensiun dan di gantikan saudara sopir pertama nya.namun Luna belum mengetahui jika sopirnya yang selalu ia ajak bicara di ganti dengan kerabat nya

__ADS_1


''ma.. pa.. Luna berangkat sekolah'' pamit Luna lalu mencium pipi Bryan dan syasa bergantian.


''kakak'' ucap Krisna menggoda sang adik


''tidak mau'' jawab Luna santai lalu berlari keluar rumah . dan Krisna dan yang lainnya hanya tertawa


''om ayo berangkat'' ucap Luna pada bodyguard nya lalu sang bodyguard membukakan pintu mobil bagian belakang


''pak Mamat nanti mampir ke toko buku sebentar ya'' ucap Luna pada sopir barunya tanpa melihatnya lebih dulu , ia belum mengetahui jika pak Mamat di ganti saudaranya


''baik nona'' jawabnya sontak Luna melihat ke arah sang sopir


''he.. siapa kamu '' tanya Luna menarik baju bagian belakang sang sopir


''maaf non ini sopir baru nona Luna, namanya Attar'' saut sang bodyguard melepaskan cengkraman tangan Luna di baju Attar lalu Attar nampak sedikit kesal dan melihat Luna dari kaca mobil nya


''Attar..? sopir baru, pak Mamat kemana?'' tanya Luna melihat sang bodyguard


''pak mamat sudah pensiun non dan ini keponakannya yang menggantikannya '' jawab sang bodyguard


''oh.. ya sudah jalan'' jawab Luna lalu sang bodyguard turun dari mobil.


''loh om.. kenapa turun?''


''maaf nona saya tidak lagi mengawal nona mulai hari ini dan ini semua perintah tuan Bryan'' jelas sang bodyguard


''oh begitu.. ya sudah..'' jawabnya


''dan Attar yang akan menggantikan saya sekaligus sopir pribadi non Luna''


''iya om..ya sudah Luna berangkat da om.. '' pamit Luna menyalami bodyguardnya , walau hanya bodyguard Luna selalu sopan dengan yang lebih tua dan tidak malu jika bersalam dan mencium punggung sang bodyguard seperti orang tuanya sendiri.


''pak Attar berangkat'' perintah Luna lalu Attar menyalakan mobil nya lalu melakukan mobilnya.


''pak Attar berapa usia nya''


''24 tahun non'' jawabnya sopan


''masih muda ,aku harus panggil apa , seperti nya pak terlalu tua?''


''terserah non saja'' jawabnya lalu Luna berfikir panggilan yang pas untuk Attar


''mas.. eh memang nya dia suami ku, tidak tidak tidak. eum.. Abang.. seperti tukang bakso, eum.. Aa' ah tidak nanti gak cocok , kakak saja seperti nya cocok'' batin Luna lalu tersenyum


'' haaaaa.!'' dan itu membuat Attar terkejut dan mengerim mobil nya tiba tiba hingga Luna terantuk di kursi depan


''aduh.. kamu bisa menyetir tidak''


''maaf non saya ada kucing '' bohong Attar tidak mungkin mengatakan jika ia terkejut dengan suara Luna


''hati hati.. '' jawab Luna yang bibir cemberut dan mengusap keningnya akibat terantuk . lalu Attar melakukan mobilnya kembali


''oh ya.. aku panggil kamu kak Attar saja'' ucap Luna tersenyum mendekatkan wajahnya di kursi kemudi Dan lagi lagi membuat Attar terkejut namun kali ini attar bisa menguasai dirinya


'' terserah nona saja'' jawab Attar lalu tersenyum dan matanya fokus kearah depan.dan Luna masih menaruh dagunya di Sandaran kemudi


'' kak nanti mampir ke toko buku yang di dekat sekolah ya, aku mau membeli buku gambar dan Pinsil warna'' ucap Luna


''baik non'' jawab Attar menurut


''oh ya kak.. kakak sebelum bekerja menjadi sopir ku kerja di mana? ''


''mengajar les di rumah sambil kuliah''


''kuliah?''


''iya, dua bulan lalu kakak baru wisuda'' jelas Attar melihat sekilas Luna dan tersenyum .


''oh.. tapi kenapa mau menjadi sopir?''


''mencari pekerjaan sekarang ini tidak mudah non, jadi untuk saat ini saya bekerja apa saja yang penting halal'' jelas Attar


''iya juga sih .. sudah menikah?'' tanya Luna polos namun Attar tertawa .


''belum non, mana ada yang mau dengan seorang pengangguran''


''penganguran..? salah kak, kakak itu pengacara''


''pengacara ?''


''iya pengangguran banyak acara'' jawab Luna lalu keduanya tertawa

__ADS_1


''ternyata asyik juga ini anak'' batin Attar. yang masih tertawa dan mendengarkan celotehan Luna. ya Luna memang berbeda sendiri dari anak anak syasa yang lain, karakter Luna humoris dan penuh canda dan cepat beradaptasi dengan orang baru dan pintar mencairkan suasana seperti om nya Abi.


* * * * * * *


__ADS_2