TAKDIR 2

TAKDIR 2
14 bukan kompetisi


__ADS_3

jam pulang sekolah pun tiba, Luna bergegas pulang. ia berjalan di lorong sekolah bersama teman temannya sambil bercanda dan tertawa hingga sampai di gerbang sekolah. Attar sang sopir pun setia menunggu. Luna termasuk anak yang tidak suka nongkrong atau berkumpul dengan teman temannya yang tidak penting, ia hanya mau berkumpul jika ada sesuatu yang menurutnya penting, misal membahas pelajaran dan belajar kelompok kalau pun ikut hanya sekedar ikut. Luna melakukan itu semua karena ada alasan tertentu. ia takut sang mama marah terlebih sang kakak julio.


''Lun.. kamu yakin tidak ikut kita nonton'' tanya salah satu teman nya saat Luna hendak menuju mobil nya


''tidak Al.. aku hari ini ada kelas bela diri. lain kali saja'' bohong Luna karena ia tidak suka menonton di bioskop.


'' ya sudah kami duluan'' pamit sang teman lalu melambaikan tangannya masuk kedalam mobilnya. lalu Luna menuju mobil nya.


''kak Attar pulang yuk .. ''ucap Luna sendu Karena ia merasa letih lalu Attar membuka pintu mobil bagian belakang kemudian Luna masuk kedalamnya lalu Attar masuk di bagian kemudi dan langsung melajukan mobilnya.


''hari ini melelahkan, praktik ini itu , belum jam pelajaran olah raga'' keluh Luna sambil menyandarkan punggung di sandaran kursi. Attar yang mendengar celotehan Luna hanya tersenyum dan melihat nya dari kaca mobil


''kak Attar waktu sekolah pelajaran apa yang tidak kakak sukai''


''sejarah..''jawab Attar lalu Tersenyum


''Kanapa sejarah?


''karena sejarah itu kenangan dan kenangan susah di lupakan apa lagi mantan'' jawab Attar nyeleneh dan mereka berdua tertawa bersama


''kakak bisa saja membuat ku tertawa''balas Luna yang juga masih tertawa. begitu juga Attar. tiba tiba mobil yang di kemudian Attar mesinnya mati dan sontak membuat Attar binggung begitu juga Luna perlahan Attar menepikan mobilnya.


''kenapa kak..?'' tanya Luna


''sebentar non saya cek mesinnya'' jawab Attar lalu keduanya turun dari mobil. Attar kemudian membuka kap mobil nya dan memeriksa mesinnya


''air kalbulator nya habis non..'' ucap Attar saat selesai mengecek mesinnya


''sebentar saya ambil air di bagasi''ucap Attar menuju bagasi mobil sedangkan Luna masih berdiri di depan kap mobil. Luna melihat Attar lalu tersenyum,


''baru kali ini aku menemui laki laki muda tampan, berpendidikan tapi tidak memilih milih pekerjaan'' batin Luna sekilas tersenyum simpul melihat Attar membawa botol air


''sabar ya non..'' ucap Attar saat membawa botol air lalu mengisi kalbulatornya.


''santai saja kak..'' jawab Luna di samping Attar. Luna melihat Attar begitu lekat , Luna melihat rambut Attar yang sedikit gondrong yang diikat hanya sebagian. Luna melihat Attar seperti sang papa waktu muda sedikit gondrong lalu tersenyum dan mengingat cerita kisah cinta sang papa dan mamanya, tidak di pungkiri Luna kagum dengan sosok Attar yang baru ia kenal tadi pagi. mempunyai paras yang lumayan tampan senyum yang manis dan enak di ajak berbicara dan menyenangkan.


''ah.. Luna apa yang kamu pikirkan, mana mungkin kisah cinta mama dan papa terulang pada diri mu'' batin Luna lalu menggelengkan kepalanya kemudian membuang pandangannya


''sudah non.. '' ucap Attar sambil menutup kapnya, namun Luna tertawa saat melihat wajah Attar yang terkena kotoran dari mobil


''kenapa non..'' tanya Attar heran, namun Luna terus tertawa


''sebentar.. '' jawab Luna lalu mengambil tisu basah di dalam tasnya dan mengelap noda di pipi Attar. sejenak Attar melihat Luna begitu juga dengan Luna dan mereka menjadi salah tingkah


''maaf non biar saya bersihkan sendiri saja '' ucap Attar mengambil tisunya dari tangan Luna dan Luna tersenyum simpul dan masih salah tingkah


''aku masuk ke mobil '' balasnya melihat sekilas Attar lalu berjalan


''iya non.. '' jawab Attar lalu membersihkan wajahnya dengan tisu basahnya, setelah selesai Attar masuk kedalam mobil lalu menyalakan mesinnya


''kak.. aku lapar nanti mampir ke Laras kafe yang di ujung jalan sana'' ucap Luna sambil memainkan ponselnya


''baik non'' jawab Attar lalu melajukan mobilnya menuju kafe milik sang kakak. Disisi lain julio sedang di perjalanan pulang dari kampusnya dengan mengendarai sepeda motor, dan tidak sengaja melihat meli sedang mengendarai motor menuju tempat kerjanya yaitu restauran Abi.


''bukanya itu meli, kenapa naik motor, mau kemana dia'' batin Julio dalam hati. Julio mengira meli dari keluarga berada karena saat datang ke pernikahan sang kakak meli terlihat modis dan mengenakan barang bermerk mahal.


''aku harus mengikutinya'' batin Julio lalu mengikuti meli sampai ke restauran Abi


''dia kemari '' batinnya melihat meli melepaskan helmnya dan jaketnya. berapa terkejutnya Julio saat melihat seragam yang di kenakan meli adalah seragam pelayan Restauran milik Abi


''waiter ?'' batin Julio lalu ia pun turun untuk memastikan. Julio melepas helmnya lalu masuk ke dalam restauran dan duduk di salah satu kursi. tak lama seorang waiter menghampiri nya


''selamat siang tuan.selamat datang, silahkan jika ingin memesan sesuatu'' ucap sang waiter sopan dan terus mengembangkan senyumnya walau sang lawan bicara tidak membalasnya

__ADS_1


''siang .. saya pesan ikan bakar gurame dan minumannya lemon tea'' jawab Julio sambil matanya terus melihat meli yang sedang mempersiapkan diri. meli nampak terlihat berbeda, kini meli nampak lebih berseri, manis dan senyumannya tidak pernah pudar.


''baik tuan, mohon di tunggu'' jawab nya sang waiter


''tunggu mbak'' ucap Julio saat waiter hendak berjalan


''ya tuan.. ada yang kurang?''


''maaf saya mau bertanya apa waiter itu namanya meli?'' tanya Julio menunjuk meli


''oh.. iya tuan namanya meli dia sudah cukup lama bekerja di sini sekitar 5 tahunan. kemarin sempat ingin mengundurkan diri tapi tidak jadi?'' terang sang waiter


''kenpa?'' tanya Julio datar


''karena meli gagal menikah dengan asisten tuan Krisna padahal mereka saling mencintai, karena ada suatu hal meli membatalkannya dan dia tetap bertahan bekerja di sini untuk menghidupi adik adiknya, mereka anak yatim piatu tuan'' jelas waiter dan Julio begitu terkejut saat mendengar meli anak yatim piatu.


''ya sudah.. terima kasih''' jawab Julio lalu tersenyum dan sekilas melihat meli dari kejauhan. kemudian sang waiter menuju kebelakang untuk mengambilkan pesanan.


''yatim piatu, menghidupi adik adiknya , bekerja sudah 5 tahun disini'' batin Julio mengusap kasar wajahnya lalu melihat meli begitu lekat dari kejauhan. melihat senyumnya yang manis, wajahnya yang ke ibuaan dan keramahan dalam melayani pelanggan. tubuh yang tidak begitu tinggi dan pendek membuat meli berjalan sedikit lincah dengan rambut di kuncir kuda. walau dengan seragam waiter ia nampak anggun .


''meli..'' batin Julio lalu tersenyum tak lama pesanannya datang. dan ia pun memakannya sambil sesekali melihat meli



ikhlas mungkin kata yang lebih tepat untuk meli, walau kenyataannya saat menjalani pernikahan bersama Rey harus menahan cemburu ketika Rey bersama Jane. tapi ia juga sadar Jane juga istri Rey dan ia harus mengerti Jane juga membutuhkan Rey di saat saat tertentu. namun ada rasa bangga ia selalu menjadi prioritas utama Rey. seperti saat ini Rey meluangkan waktu menemaninya berbelanja di supermarket untuk membeli kebutuhan dapur dan kebutuhan adik adiknya.


''Rey.. ini untuk apa coklat sebanyak ini'' tanya meli melihat Rey begitu banyak mengambil coklat dan di letakkan di dalam troli


''untuk Amel dan Andi..'' jawab Rey santai sambil mendorong trolinya dan meli hanya tertawa kecil dan mengikuti langkah Rey yang terus menggenggam jemarinya. Rey dan meli membeli semua keperluan yang di butuhkan hingga tanpa sengaja mereka berpas Pasan dengan jane. mereka terdiam saling melihat dan salah tingkah namun dengan besar hati meli tersenyum pada Jane. Jane yang merasa tidak enak hati pun terpaksa membalas senyuman meli sedangkan Rey terus melihat meli dan Jane


''sayang.. ayo masih banyak lagi yang harus kita beli'' ucap Rey menarik lembut meli


''rey.. tunggu '' jawab meli menahan tangan Rey


''jane.. ayo ikut kami'' ucap meli meraih pergelangan tangan Jane


''tidak apa apa ayo kita belanja bersama'' jawab meli tersenyum lalu mengandeng Jane dan mereka bertiga pun berbelanja bersama. awalnya mereka semua canggung namun lambat laun meli bisa mencairkan suasana hingga Jane tidak merasa canggung. meli melakukan semuanya Karena ia sadar Jane juga istri Rey.


''kak.. masak sop iga sepertinya enak'' ucap Jane saat mereka menuju di bagian daging


''kamu mau..''


''heum.. masakan kakak enak seperti masakan mama'' jelasnya lalu tersenyum melihat meli mengambil beberapa bungkus daging dan iga di lemari frizeer.


''nanti kita masak bersama, kamu ambil daun bawang dan bahan sop lainnya'' jawab meli lalu tersenyum


''iya kak '' jawab Jane lalu mengambil sayuran seperti daun bawang wortel dan bahan lainnya sedangkan Rey pura pura tidak melihat mereka hanya mendengarkan mereka berbicara. setelah selesai mereka bertiga menuju kasir. kasir menghitung semua belanjaan meli dan menaruh di kantong belanjaan sesuai jenisnya setelahnya Rey membayarnya.


Jane sedikit terkejut melihat total belanjaan meli yang jauh lebih banyak dari pada belanjaannya namun ia hanya diam melihat dari kasir sebelah. saat Jane hendak membayar, meli mencegahnya dan menyuruh Rey membayarnya semua belanjaan milik Jane. setelahnya mereka keluar dari supermarket dan berjalan berdampingan namun Rey tetep terus menggandeng tangan meli dan Jane hanya melihat nya dari samping meli dan tersenyum kecut


''kak meli hati mu terbuat dari apa, kenapa kakak baik sekali dengan ku, padahal aku sudah menjadi orang ketiga di antara kalian '' batin Jane . melihat meli dan Rey berjalan menuju mobil nya.


''Rey mana daging dan sayurannya''tanya meli saat Rey menyusun belanjaan di bagasi mobil


''itu masih di troli'' jawab Rey lalu meli mengambilnya.


''Rey aku mau mampir ke apartemen, kamu jangan melarang ku'' ucap meli sambil membawa belanjaannya


''tapi''


''Rey.. ''


''ok baiklah''

__ADS_1


''terima kasih'' jawab meli lalu mencium pipi Rey.


''aku ikut jane'' ucap meli lalu berjalan menuju mobil Jane, Rey hanya bisa pasrah melihat kedua istrinya satu mobil


''jane.. boleh kakak ke apartemen mu'' ucap meli saat Jane hendak membuka pintu mobil nya.


''eum.. boleh kak'' jawab Jane lalu tersenyum kemudian mereka masuk kedalam mobil dan Jane melajukan mobilnya di ikuti Rey di belakangnya .


sepanjang perjalanan, Jane dan meli masih saling diam. dan melihat satu sama lain meli dan Jane bingung harus membuka pembicaraan, hingga meli membuka pembicaraan lebih dulu.


''Jane.. kamu bahagia dengan pernikahan ini '' tanya meli sekilas melihat Jane


''kakak sendiri..?''


''aku bertanya pada mu, Kenapa kamu berbalik tanya pada ku'' jawab meli lalu tertawa kecil


''kita sama sama wanita kak, aku tahu apa yang kakak rasakan , kakak pasti pura pura bahagia sama seperti ku '' jelas meli yang apa adanya


'' kamu benar Jane, tapi kita terlebih aku, aku mencintai Rey''


''dan aku sama kak aku juga mencintai kak Rey bahkan sebelum kak Rey mengenal kak meli''


''tapi Rey lebih mencintai ku''


''ya dan aku tahu itu'' jawab Jane sendu


''sebenarnya aku juga tidak tahu Jane, sampai kapan aku bisa bertahan dengan pernikahan ini'' ucap meli


''kenapa ? kakak menyerah, jika kakak menyerah, kenapa kakak mengizinkan kak Rey menikah dengan ku.jika kakak menyerah aku pemenangnya'' jawab Jane tertawa kecil


''ini bukan kompetisi Jane, ini masalah hati, seharusnya kamu tahu Rey tidak mencintai mu tapi kenapa kamu mau menikah dengannya seharusnya kamu paham hati Rey hanya untuk ku, tapi sayang raga nya tetap akan di kenal semua orang hanya untuk mu. aku memang istri pertamanya, prioritas nya tapi Rey akan tetap di kenal banyak orang sebagai suamimu''


''pada akhirnya aku yang akan selalu di sampingnya'' balas Jane tersenyum simpul


''sudahlah Jane semua sudah terlanjur''


''terlanjur apa kak, jika kakak tidak sanggup kakak bisa meninggalkan kak Rey dan Kak Rey menjadi milik ku seutuhnya'' jelas Jane yang membuat meli sedikit kesal namun meli hanya tertawa mencoba menguasai emosinya bagaimana pun Jane berhak atas diri Rey


''sudahlah fokus saja menyetir'' jawab meli yang tidak mau lagi berdebat


''suatu saat kamu akan mengerti bahwa bukan hanya Rey saja yang aku cintai'' batin meli mengingat dua adiknya lalu tersenyum simpul dan sekilas melihat Jane yang terdiam dan fokus menyetir. tak lama mereka sampai ke apartemen. Rey menghampiri mobil Jane dan membantu menurunkan belanjaannya lalu Rey berjalan lebih dulu sedangkan Jane dan meli hanya melihat wajah kesal Rey .


''sayang kita pulang.. '' ucap Rey saat Rey sudah meletakkan belanjaan milik Jane di meja makan


''Rey sebentar.. Jane ingin sop buatan ku''


''sayang... ''


''Rey..'' jawab lembut meli mengusap pipi Rey dan tersenyum. Jane yang melihat sikap meli yang begitu lembut pun mengerti kenapa Rey lebih senang bersama meli sedangkan diri nya terkadang kasar jika permintaannya tidak dipenuhi.


''baiklah aku tunggu,tapi setelah selesai kita pulang'' jawab Rey mengusap pipi meli dengan lembut lalu mencium tangan meli


''ahem.. maaf kak, Jane ke kamar dulu'' ucap Jane sambil membawa tasnya dan berlalu begitu saja menuju kamarnya. Rey dan meli hanya tersenyum


''kenapa harus bermesraan di depanku, kenapa tidak menjaga hatiku''


''siapa yang tidak menjaga hatimu'' saut Rey tiba tiba masuk ke kamar


''kalau bukan karenanya aku tidak akan pernah datang kemari , seharusnya kamu sadar kamu hanya yang kedua'' jelas Rey mencium pundak Jane lalu tersenyum.


''maaf kak, iya aku paham seharusnya aku juga mengerti''


''istri pintar'' jawab Rey lalu masuk kedalam kamar mandi sedang Jane keluar untuk membantu meli memasak.

__ADS_1


* * * * * *


terima kasih


__ADS_2