
Siang itu Kyrana telah berada dirumah mertuanya. Ia sibuk membantu Faysa didapur bersama para pelayan.
" Kyrana, maaf ya kalau Mama udah ngrepotin kamu. Kamu sampai harus kesini buat bantuin."
" Kyrana nggak merasa direpotin kok Mah. Justru Kyrana seneng bisa bantuin Mama. Apalagi kan selama ini Kyrana yang sering ngrepotin Mama."
" Mama juga nggak ngerasa direpotin sama kamu kok. Oh ya kamu dan Gafa baik-baik aja kan? Dia baik kan sama kamu?"
" Ehmmm...Gafa baik kok Mah sama Kyrana dan hubungan kami juga sangat baik," jawab Kyrana sedikit bohong.
" Ya syukurlah, Mama turut bahagia mendengarnya. Oh ya, apa Mama boleh memberi sedikit saran buat kamu?"
" Ya bolehlah Mah, malahan Kyrana merasa senang."
" Gini Kyrana sayang, walaupun kamu dan Gafa itu seumuran tapi kan sekarang sudah jadi suami kamu jadi alangkah baiknya kalau kamu memanggil Gafa dengan tidak menyebut namanya saja. Itu sebagai bentuk penghormatan kamu sebagai seorang istri," ucap Faysa menasehati.
" Iya Mah, makasih ya Mah udah ngasih tau Kyrana."
" Iya, ya udah yuk kita tata kuenya dimeja."
Acara arisan itu berjalan lancar dan Kyrana merasa sangat senang bisa membantu ibu mertuanya meskipun ia merasa tidak begitu sehat.
Setelah semuanya selesai, Kyrana pun diantar pulang oleh Gathan. Kyrana pun merasa sedikit gugup karena selama menikah dengan Gafa, ia memang belum terlalu dekat dengan papa mertuanya yang berwajah dingin itu namun tetap tampan meski sudah tak lagi muda.
Ternyata wajah tampan Gafa berasal dari papah ya. Gumam Kyrana dalam hati sambil melirik kearah Gathan.
__ADS_1
" Kenapa Kyrana?" tanya Gathan yang merasa diperhatikan anak menantunya.
" Nggak apa- apa kok Pah.Papah, maaf ya Kyrana udah ngrepotin Papah karena mengantar Kyrana pulang," ucap Kyrana.
" Hemm...Papah sekalian pengen tahu sendiri dimana rumah kalian."
Kyrana kembali diam karna tak tahu lagi apa yang harus ia bicarakan. Tak terasa ia telah sampai didepan rumahnya.
" Mari Pah mampir dulu."
" Kapan- kapan saja nanti papa dan mama kemari. Ya sudah Papa langsung pulang."
" Iya Pah, sekali lagi terima kasih dan hati-hati dijalan."
Kyrana meletakkan beberapa aneka kue dimeja makan. Ia pun naik keatas kamarnya dan segera membersihkan dirinya.
Selesai mandi Kyrana segera turun keruang tamu sambil menunggu Gafa pulang.
Jam sebelas malam, Gafa baru pulang kerumahnya. Tadi dia harus mengurus Tifana yang sakit dan membawanya periksa.
Gafa membuka pintu dan mendapati istrinya yang tertidur disofa. Gafa pun menggendong Kyrana ke kamar tanpa membangunkannya.
Kyrana yang merasa kaget pun langsung membuka matanya.
" Hah, kamu mau bawa aku kemana?"
__ADS_1
" Ke kamar. Aku juga mau tidur."
Gafa merebahkan tubuh Kyrana diatas ranjang.
" Kamu kok baru pulang Mmmas?"
Gafa kaget dengan panggilan yang baru saja didengarnya dari seorang istri.
" Kamu manggil aku apa? Coba ulangi lagi."
" Mas."
" Kenapa tiba-tiba berubah gitu?"
" Kamu kan suami aku jadi mulai sekarang aku akan panggil kamu gitu. Jadi kenapa kamu baru pulang?"
" Tadi Tifana sakit makanya aku harus ngurusin dia dulu. Kasihan kan dia sendirian tinggal dikota ini."
" Kamu itu udah punya istri Mas, kenapa sih kamu masih aja berhubungan dengan pacar kamu? Apa dia nggak tahu kalau kamu itu sudah menikah?"
" Aku udah pacaran sama dia sebelum kita menikah. Aku udah bilang kan jangan mencampuri urusan pribadiku. Yang penting aku bertanggung jawab dan memperlakukan kamu dengan baik. Sudahlah aku lagi males berdebat, kamu tidur aja lagi. Aku akan siapin air mandiku sendiri."
Gafa masuk kekamar mandi lalu menutupnya dengan sedikit keras.
Bersambung.....
__ADS_1