Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Elzan anakku


__ADS_3

Kyrana keluar dari kamar setelah menidurkan Elzan yang memang terlihat lelah. Ia menghampiri Yandri yang masih menunggunya diruang tamu.


" Elzan sudah tidur Ky?"


" Udah Mas. Dia kayaknya capek banget."


" Mumpung Elzan masih tidur, aku pengen bicara serius sama kamu Ky."


" Memangnya mau bicara hal serius apa sih Mas?"


" Ky, bagaimana kalau aku melamarmu? Aku ingin kita segera menikah."


Kyrana sedikit kaget dengan ucapan Yandri. Dia memang menerima Yandri tapi untuk menikah rasanya dirinya belum siap.


" Bagaimana Ky? Kamu nggak ragu lagi sama aku kan?"


Drttttt


Disaat Kyrana sedang berpikir, tiba-tiba ponselnya bergetar. Kyrana membuka pesan yang ternyata berasal dari rumah sakit.


" Mas, maaf ya. Aku harus segera kerumah sakit sekarang," ucap Kyrana lalu terburu-buru mengambil tas dan kunci motornya.


Ia pergi kebelakang untuk menemui bu Fatim.


" Buk, saya titip Elzan. Saya harus ke rumah sakit sekarang."


" Iya mbak Kyrana."


Kyrana melewati Yandri begitu saja karena ia memang diburu waktu.

__ADS_1


" Ky, bagaimana dengan pembicaraan kita tadi?"


Kyrana hanya menoleh sesaat kemudian berlalu.


****


Kyrana segera melakukan tindakan terhadap korban kecelakaan. Ia keluar dari ruang UGD dengan wajah letihnya.


" Capek? Butuh hiburan?" tanya seseorang yang mengagetkan Kyrana.


" Huh..kamu ngapain disini?"


" Ini kan tempat umum. Ya nggak salah dong aku disini."


" Kamu itu lagi sakit. Harusnya kamu itu istirahat dirumah bukannya keluyuran."


" Aku laper. Aku kesini pengen cari teman makan. Dokter Kyrana yang terhormat mau kan nemeni saya makan? Ya siapa tahu bisa mempercepat kesembuhanku."


" Aku tidak bisa. Aku tidak ingin membuat calon suamiku salah paham jika melihat kita berdua."


" Baru calon kan? Aku akan cari tahu siapa calon suami kamu itu."


" Gaf, kita sudah lama selesai. Jadi aku mohon sama kamu untuk tidak mencampuri urusanku lagi. Kamu paham kan?"


Gafa tersenyum sinis lalu ia duduk membelakangi Kyrana.


" Aku tidak akan mencampuri urusanmu tapi aku tidak akan membiarkan satu orang pun untuk menjadi ayah tiri dari putraku."


Deg

__ADS_1


Jantung Kyrana serasa berhenti berdetak saat mendengar ucapan Gafa. Putra? Bagaimana Gafa bisa tahu kalau sebenarnya ia mempunyai seorang anak laki-laki.


" Putra? Kamu jangan bicara ngaco Gaf!" ucap Kyrana yang sebenarnya mulai panik.


" Ikut aku sekarang. Ini bukan tempat yang tepat untuk kita membicarakan hal ini.


Kyrana mengikuti Gafa masuk kedalam mobil. Gafa pun menyuruh supirnya untuk menunggu diluar.


Gafa mengeluarkan sebuah kertas dan melemparkannya pada Kyrana. Kyrana pun membacanya dan langsung membuat ia terkejut.


" Sekarang apa yang kamu mau jelaskan sama aku soal Elzan?"


" Ba...bagaimana kamu.. ?"


" Kyrana sepertinya kamu lupa siapa aku dan keluargaku. Sejak pertemuan pertama dan keduaku dengan Elzan, aku merasa hatiku menjadi lain. Apalagi wajah Elzan yang sangat mirip denganku saat kecil. Karenanya aku segera menyuruh orangku untuk mencari informasi. Aku begitu kaget saat tahu jika Elzan itu adalah anakmu. Sekarang jangan mengelak lagi Ky! Katakan semuanya sama aku! Kamu begitu tega menyembunyikan Elzan dariku!" Teriak Gafa sambil mengguncang bahu Kyrana.


" Kamu menceraikanku Gaf! Aku begitu bingung saat tahu jika aku hamil. Jika aku mengatakannya? Apa kamu akan menerimanya atau justru kamu akan menuduhku jika bayi yang aku kandung adalah hasil perselingkuhanku?"


Bahu Kyrana bergetar menahan rasa sesak didadanya.


" Perkenalkan aku pada Elzan sebagai ayahnya."


" Lakukanlah sendiri jika kamu ingin diakui. Tapi kamu jangan coba-coba merebut Elzan dariku karena aku yang memperjuangkannya sendirian sejak masih didalam kandungan."


Brak


Kyrana turun dari mobil sambil membanting pintu mobil.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2