Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Klinik baru


__ADS_3

Dua mobil mewah tampak berjalan beriringan hingga berhenti disebuah bangunan 3 lantai yang cukup besar.


" Sayang, kita sudah sampai. Gimana perasaan kamu sekarang? " tanya Gafa pada Kyrana yang matanya tertutup kain.


" Aku penasaran banget mas. Sebenarnya kamu bawa aku kemana sih mas?"


" Ya sudah kalau kamu emang penasaran banget, sekarang kita turun ya. "


Gafa membuka pintu mobil lalu membantu istrinya untuk turun. Dengan perlahan Gafa menuntun Kyrana masuk ketempat yang sudah ia siapkan.


" Kamu udah siap sayang dapat kejutan dari aku? "


Kyrana mengangguk sambil meremas tangan Gafa karena gugup.


Gafa membuka ikatan kain yang menutupi mata Kyrana. Kyrana langsung takjub sampai tak berkedip.


" Mas, ini apa? "


" Ini klinik yang sudah aku siapkan untuk kamu sayang. Jadi mulai hari ini, klinik ini aku persembahkan untuk istri yang sangat aku cintai ini. "


Sontak perkataan Gafa membuat para karyawannya bertepuk tangan. Kyrana yang merasa terharu pun langsung memeluk Gafa dengan erat.


" Mas, makasih banget ya. Aku nggak tahu mesti ngomong gimana lagi. "


Tak lama Elzan beserta Gathan dan Gaya ikut bergabung.


" Selamat ya Ky. Mama doain semoga semuanya lancar dan klinik kamu semakin maju. "

__ADS_1


"Amin... makasih ya mah, papah atas doa dan dukungannya. "


" Iya sama-sama, Jadi kapan klinik kamu ini akan diresmikan dan mulai beroperasi? " Tanya Gathan.


" Ehmmm... Kyrana harus menyiapkan dulu SDM yang professional dan hal lainnya pah baru nanti bisa beroperasi."


" Untuk urusan itu nanti aku bantu yang. Ya udah yuk kita lihat kedalam dulu. "


Setelah satu minggu, baru Kyrana meresmikan klinik barunya. Acara itu begitu meriah Karena Gafa turut mengundang rekan bisnisnya.


Banyak dari mereka yang memuji Kyrana. Karena selain cantik, Kyrana juga mempunyai profesi bergengsi sebagai seorang dokter. Tentu saja hal itu makin membuat Gafa bangga menjadi suami dari Kyrana.


****


Disebuah jalan terlihat kerumunan orang yang memenuhi pinggir jalan. Yandri yang melihat hal itu langsung mendekat Karena penasaran.


" Itu Mas, ada cewek pinsan dijalan. "


Yandri langsung meringsek kedalam kerumunan orang. Matanya langsung melotot saat melihat wajah perempuan yang tengah pinsan itu.


" Minggir dulu, dia ini teman saya mas! Tolong bantu saya cari Taksi. Cepetan Mas! "


Yandri langsung mengangkat Tifana kemobil begitu taksinya datang. Ia membawa Tifana keklinik terdekat.


" Sus, tolongin teman saya! "


Suster segera membawa Tifana keruang tindakan sementara Yandri menunggu diluar dengan cemas.

__ADS_1


" Kenapa gadis galak itu bisa pinsan dijalan ya? Jangan-jangan dia mabuk, soalnya tadi tubuhnya itu bau alkohol. " Tebak Yandri sambil berjalan mondar -mandir.


Ceklek


" Eh dok, gimana keadaan teman saya? "


" Teman anda pinsan Karena tidak kuat minum sampai terlalu mabuk. Kala nanti siuman, boleh dibawa pulang. Kalau begitu saya permisi. "


" Ya dok, terima kasih. "


Yandri masuk kedalam ruangan Tifana. Terlihat wajah Tifana yang sudah bersih. Yandri yang mengantuk pun memilih tidur dikursi sambil menunggu gadis itu sadar.


Satu jam kemudian, Tifana membuka matanya. Ia cukup bingung dengan situasi yang tiba-tiba berbeda.


" Hih, gue dimana sih? Kok gue kayak dirumah sakit? "


" Heh,kamu sudah sadar? " ucap Yandri yang membuat Tifana kaget.


" Loh kamu ada disini? Gimana ceritanya? "


" Tadi aku nemuin kamu pinsan dijalan, makanya aku bawa kesini. Kata dokter kamu mabuk berat. "


" Aku udah nggak apa-apa kok. Aku mau pulang aja. "


" Tunggu dulu. Aku keapotek dulu sama ngurus administrasi. Kamu tunggu sini, nanti aku anterin pulang. "


Tifana hanya mengangguk lemah karena masih merasa pusing. Ia memandangi punggung Yandri hingga lelaki itu keluar ruangan.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2