
"Ap...apa yang sedang anda lakukan?" tanya Alika.
Dia tau siapa yang sedang memeluknya dari belakang.
Saat sedang beruasaha melepaskan tautan tangan dari belakang badannya,Alika malah di tarik dengan sedikit kasar dalam ke adaan yang tidak siap hingga mereka berhadapan.
Azka langsung ******* bibir Alika dengan sangat buas.karna sudah sangat terpengaruh dengan obat perangsangnya.
"Hempp..." Alika berusah melepaskan tautan mulutnya dengan cara memukul mukul dada Azka.
Bukannya melepaskan tautannya justru Azka semakin memper dalam lumatannya.
"Saya mohon jagan pak." teriak Alika dengan air mata yang mulai menetes.
"Bukannya kita sudah biasa melakukannya sayang." menjawab dengan suara yang serak dan sexi.
Azka melanjutkan cumbuannya ke arah leher putih jenjang milik Alika.
Alika hanya bisa terdiam dengan air mata yang terus menetes.Dia sudah berusaha meronta dan melawan namun apalah daya tenaganya tak sebanding dengan Azka,terlebih lagi dalam keadaan seperti sekarang.
(kenapa harus begini tuhan?kenapa harus aku?apa salah ku selama ini?apa sebegitu bencinya kah kau terhadap ku) Alika hanya bisa bertanya dalam hatinya.
Azka melanjutkan permainannya tanpa menyadari siapa yang sedang bersamannya.Setelah pelepasan Azka tertidur di samping Alika.
Alika hanya bisa melanjutkan tangisnya di dalam kamar mandi di bawah siraman air.
*******
Di sisi lain
__ADS_1
Malika masih berusaha mencari adiknya.Setelah selesai di wawancarai dia mencari keberadaan adiknya,tapi sampai acara usai dia tak dapat menemukannya.
"Apa dia sudah pulang duluan yah?" tanya Malika pada dirinya sendiri.
Dia baru tersadar bahwa dompet serta handphonenya masih berada di tangan Alika saat dia hendak menghubungi supirnya untuk menjemput dia kembali.
"Hisss....ko bisa lupa sih gue.kan Hp ama tas gue masih ama Alika.Lagian keman sih tuh bocah perginya?" kesal Malika.
Dengan terpaksa akhirnya dia pulang dengan menggunakan taxi.
sesampainya Malika di rumah,dia langsung menuju kamar adiknya.
"lah ko ga ada?kemana dia pergi?tumben jam segini belum pulang?"
Banyak pertanyaan di benak Malika yang tak mendapati adiknya di dalam kamar saat sudah tengah malam.
Malika malanjutkan langkanhya menuju kamar orang tuanya.
"Ayah,bunda udah pada tidur belum?" tanya Malika di balik pintu.
Tak lama pintu terbuka menampilkan sang ibunda dengan senyum di wajahnya.
"Ada apa kak,ko belum tidur kan udah malem?" tanya sang ibunda lembut
"Iya bun,Kakak baru pulang dari pestanya.Oh iya bun adek udah pulang belum bun?"
"hmmm...bunda ga tau kak,coba cek deh ke kamarnya." pinta sang bunda
"Udah Kakak liat bun tapi adek ga ada di kamarnya."
__ADS_1
"Coba kamu telpon dulu adek nya." ucap bundanya dengan sedikit nada khawatir.
"Tapi hp aku di bawa sama adek bun."
"Yasudah tunggu bentar bunda ambil hp bunda dulu."
Bunda pun masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengambil hpnya.
"Ni kak,telpon pake hp bunda aja."
"Iya bun."
Lama mereka menunggu jawaban dari Alika,dan saat sudah di jawab Malika langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan.
Telpon pun di matikan dan ada helaan napas lega dari Malika dan sang ibunda.
******
Di dalam sebuah kama,tepatnya di kediaman mewah keluarga Austin.
"Akh....kenapa kamu kasih tau semua yang aku lakukan ke orang tua ku?" tanya wanita cantik dengan wajah merah padam.
Semua barang yang berada di sekitarnya sudah tak lagi utuh.
"Ma...maaf aku dipaksa untuk bicara sama nyonya dan tuan Austin,tanpa sengaja tadi saya berpapasan dengan nyonya Austin saat sedang membeli obatnya." ucap sang asisten pribadi sang wanita itu.
"Gara-gara kamu semua rencana aku gagal.Dan sekarang aku ga tau bagaimana keadaan Azka sekarang." ucap Ralinia dengan gusar.
**Masih pemula
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara like dan comment**.
Terima kasih 😊