
Kyrana begitu bersemangat saat bersiap untuk pergi kuliah dihari pertamanya. Ia menunggu Gafa yang masih bersiap didalam kamarnya.
Ia tersenyum saat mendapati sang suami yang sudah keluar kamar. Ia berdiri sambil membenahi tasnya saat Gafa sudah dekat.
" Loh Ky, kamu kok belum berangkat? Katanya takut terlambat," tanya Gafa heran.
" Aku kan nungg..." Belum sempat Kyrana menyelesaikan kalimatnya,tiba-tiba ponsel Gafa berbunyi.
Gafa segera mengangkat panggilan yang berasal dari Tifana.
" Halo Fan, selamat pagi. Kamu udah siap kan? Aku otw ke tempat kamu ya. Bye bye..."
Gafa mematikan panggilannya lalu beralih menatap Kyrana.
" Kamu mau ngomong apa Ky tadi?"
" Kamu berangkat sama Tifana? Terus aku?"
" Iya, aku juga kan tiap hari jemput dia kecuali ada halangan. Kamu bisa naik taksi online. Ya udah aku duluan ya." Pamit Gafa lalu mencium kening Kyrana.
" Tapi Gaf, kamu kan udah janji nggak akan ninggalin aku terus kenapa kamu sekarang minta aku buat berangkat sendiri?"
" Oke, tapi nggak untuk semua hal kan Ky. Lagian aku juga cuma pergi kuliah seperti biasanya dan aku juga punya privasi untuk hidupku sendiri," ucap Gafa lalu pergi.
__ADS_1
Kyrana akhirnya pergi ke kampus dengan menggunakan bus. Air mata yang tadi sempat berjatuhan segera ia hapus dengan telapak tangannya.
Baru tadi pagi ia berusaha berbaikan dengan Gafa tapi lagi-lagi ia harus kecewa dengan suaminya itu.
Kyrana duduk didekat jendela sambil memperhatikan kendaraan dijalanan.
*Dari awal emang Gafa membenciku meskipun kini dia baik tapi tetap saja hatinya bukan untukku. Aku hanya bisa memiliki raganya.
Pernikahan kami emang nggak didasari cinta. Gaf kenapa kamu harus menjebakku dalam pernikahan yang seperti ini.
Apa aku juga harus punya kekasih untuk menyalurkan rasa sakitku*.
Lamunan Kyrana buyar saat bus yang ditumpanginya sudah berhenti didepan jalan menuju kampus barunya.
****
Gafa sedang duduk dikantin bersama Tifana saat kelasnya sudah selesai.
" Sayang, besok minggu aku akan pulang ke Bandung," ucap Tifana.
" Kamu kangen ya sama mama papa kamu?"
" Iya juga sih cuma besok aku pulang karena kakakku mau nikah."
__ADS_1
" Oh gitu, ya udah besok minggu aku anterin kamu sekalian aku dateng keacara nikahannya kak Regan."
" Bener? Makasih ya sayang," ucap Tifana senang lalu memeluk lengan Gafa.
Tifana melepas lengan Gafa namun tiba-tiba ia memperhatikan seperti ada bekas cakaran dilengan kekasihnya itu.
" Sayang, ini kok kayak bekas cakaran sih? Emang kamu kenapa?"
Gafa reflek memperhatikan lengannya yang ditunjuk Tifana.
Hah ini pasti ulah Kyrana tadi pagi. Pantes aja tadi pas mandi kerasa ada yang perih.
" Ehmmm...ini...ini kena cakaran kucing. Tadi pagi pas aku olaharaga nggak sengaja aku berantem sama kucing soalnya dia nakal. Terus ya jadi gini deh," jawab Gafa beralasan.
" Masak berantem sama kucing sih yang? Kamu ini ada- ada aja."
*Aku berantemnya sama kucing jadi-jadian. Panas banget sampai kami jadi mandi keringat.
Maaf ya Fan, mungkin sekarang ragaku jadi milik orang lain tapi hatiku tetap buat kamu*.
Gumam Gafa dalam hati dengan perasaan geli saat mengingat kejadian tadi pagi. Gafa tahu jika Kyrana sengaja berpakaian seksi untuk menggodanya hingga mereka berakhir diatas ranjang. Bahkan ia sempat memperhatikan milik Kyrana yang jadi membengkak karena ulahnya.
Bersambung....
__ADS_1