Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Memberitahu Tifana


__ADS_3

Gafa merasa pusing dengan kehadiran Tifana disampingnya. Sudah hampir empat hari dia tak bisa bertemu dengan Elzan karna Tifana terus mengintilnya kemana pun ia pergi.


Dia pun mantap untuk memberitahukan soal Elzan pada Tifana. Karena ia tak mungkin lagi menyembunyikan fakta soal Elzan.


" Fan, aku mau bicara sama kamu sebentar," ucap Gafa saat melihat Tifana keluar dari kamarnya.


" Bicara apa sih? Kok muka kamu serius gitu?"


" Ada hal yang harus aku beritahu ke kamu Fan dan aku berharap kamu bisa menerimanya."


Tifana meniup minuman coklatnya sambil menunggu Gafa bicara.


" Soal apa sih sayang? Kamu nggak macem-macem kan?"


" Aku...aku ternyata punya anak laki-laki Fan dan sekarang dia sudah berumur empat tahun."


Tifana langsung menyemburkan coklat yang diminumnya karena begitu kaget. Ia memandang Gafa tak percaya.


" Anak! Kamu selingkuh sama siapa Gaf sampai kamu punya anak dari dia!" Teriak Tifana histeris.


" Dia...dia anakku dengan Kyrana. Aku nggak sengaja bertemu dia disini. Aku pun nggak menyangka kalau Kyrana hamil waktu kami bercerai."


" Ohh jadi ini yang bikin kamu nggak pulang ke Jakarta dan selalu mengabaikan aku! Kamu mau tinggalin aku lagi dan balikan sama Kyrana!"

__ADS_1


" Aku nggak tahu Fan. Aku minta maaf tapi jujur saat ini aku bingung harus bagaimana." Gafa meremas kepalanya yang terasa pusing.


" Kamu yakin itu anak kamu? Atau jangan-jangan itu anak orang lain tapi Kyrana menyebut itu anak kamu karna dia mau kembali sama kamu!"


" Elzan betul anakku Fan. Bahkan aku sudah mencari buktinya sendiri dan Kyrana sama sekali nggak ngasih tahu aku soal Elzan."


" Aku akan berusaha menerima anak kamu Gaf karna aku sangat mencintai kamu. Dan kamu jangan berpikir untuk kembali pada Kyrana dan mengkhianati aku lagi. Hatiku sudah terlalu sakit Gaf dengan pengkhianatan yang kamu lakukan dulu saat menghamili Kyrana. Bahkan aku terus menguatkan hatiku saat kamu menikah dengan Kyrana," ucap Tifana dengan berderai air mata.


Gafa mengusap wajahnya kasar. Ia merasa tertusuk dengan ungkapan hati Tifana. Ia tak sadar sudah melukai hati Tifana sejauh ini tapi ia bingung dengan perasaannya saat ini.


****


Gafa tersenyum bahagia saat bertemu kembali dengan putranya.


" Ayah minta maaf ya karena ayah sibuk sampai baru bisa ketemu dengan Elzan. Kita makan siang yuk biar nanti ayah telfon bunda kalau Elzan udah ayah jemput."


Belum sempat melakukannya, Gafa sudah melihat dua orang yang turun dari taksi. Tampak Kyrana yang turun dengan baju santainya yang berupa celana jeans panjang dan kaos panjang. Ia terlihat masih imut dan tampak belum menjadi seorang ibu.


Namun senyuman Gafa terhenti saat tiba-tiba tangan Tifana digandeng seorang laki-laki. Bahkan kedua orang dihadapannya itu memakai cincin yang sama.


" Gafa, kamu kok nggak bilang kalau mau jemput Elzan?"


" Iya..ini aku baru mau telfon kamu."

__ADS_1


Elzan menatap bundanya yang tak memakai pakaian dokter.


" Bapak sama bunda mau kemana? Kok bunda nggak kerja?"


Kyrana mendekati putranya lalu berjongkok.


" Hari ini bunda sama bapak mau ngajak Elzan jalan-jalan. Jadi Elzan ikut yah."


" Tapi aku yang mau pergi duluan sama Elzan," ucap Gafa tak terima.


Yandri menepuk pundak Gafa pelan lalu tersenyum.


" Maaf ya Gaf tapi hari ini tidak bisa karena aku dan Kyrana ingin mengajak Elzan pergi. Kami ingin mencari baju pernikahan."


Gafa mengepalkan tangannya mendengar ucapan Yandri. Kyrana yang melihat hal itu langsung mendekati Gafa dan membawa Gafa sedikit menjauh.


" Aku memang tidak melarangmu bertemu dengan Elzan tapi lain kali tolong hubungi aku dulu. Dan aku minta maaf karena hari ini aku tidak bisa mengijinkanmu pergi dengan Elzan."


" Ky, kita harus bicara!"


" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Gaf. Kemarin Tifana datang menemuiku. Aku tidak mau ada keributan diantara kita semua." Kyrana melepaskan tangan Gafa lalu meninggalkannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2