
Kyrana merasa malu dengan penampilannya saat ini walaupun ia sudah terbiasa polos didepan suaminya itu.
Kyrana masuk kekolam sambil melihat Gafa berenang kesana sini dengan lincah. Gafa yang merasa diperhatikan pun segera mendekati istrinya.
" Ayo sini! Kok malah nglihatin aja?"
" Nggak ah Mas, aku takut," ucap Kyrana enggan.
" Tenang aja kan ada aku," ucap Gafa yang langsung menarik tangan Kyrana hingga membuatnya menjerit.
Kyrana yang takut pun reflek memeluk leher Gafa yang malah membuat Gafa tersenyum puas karena wajahnya menjadi begitu dekat dengan dada Kyrana.
Gafa pun usil memutar tubuh Kyrana hingga membuat Kyrana semakin mengeratkan pelukannya.
" Mas udah, berhenti! Aku beneran takut Mas!"
" Hahaha...." Gafa tertawa melihat Kyrana yang ketakutan.
Setelah puas menggoda Kyrana, Gafa menurunkan Kyrana dan membawanya kepinggir kolam. Terlihat muka Kyrana yang sedikit pucat.
" Udah, maaf ya tadi aku udah bikin kamu takut. Tapi muka kamu tadi lucu banget."
" Udah ah Mas, aku mau naik. Dingin banget rasanya."
" Yah padahal baru sebentar tapi ya udah yuk daripada nanti kamu demam karena kedinginan . Ntar aku juga yang repot."
" Jadi kamu merasa repot seandainya aku sakit?"
" Ya iyalah! Ntar kalau kamu sakit nanti nggak ada yang ngurusin aku trus nanti aku juga nggak dapet jatah," ucap Gafa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Kyrana yang kesal pun mencubit pinggang Gafa.
__ADS_1
" Kamu kenapa sih Mas mikirnya itu terus?"
" Aku laki-laki ya wajarlah. Apalagi sekarang kamu terlihat makin seksi dengan badan kamu yang basah," ucap Gafa dengan wajah mesumnya.
Gafa yang sudah tak tahan segera menggendong tubuh Kyrana menuju kamar. Gafa merebahkan tubuh Kyrana diatas ranjang.
" Mas, ini masih pagi," ucap Kyrana sambil menahan dada Gafa yang ingin menindihnya.
Gafa menyingkirkan tangan Kyrana yang menghalanginya.
" Nggak masalah, sama aja mau pagi atau malem."
" Bentar Mas, kamu kan harus masuk kuliah," ucap Kyrana yang kembali menahan Gafa.
" Hari ini aku libur. Udah nggak usah banyak alasan!"
" Tunggu Mas. Kamu bolos ya?" tanya Kyrana curiga.
" Mas, ak....ehmmm " ucapan Kyrana terhenti saat bibirnya sudah dibungkam Gafa.
Kyrana reflek menutup matanya karena ia tak bisa menatap mata Gafa disaat intim seperti ini.
Gafa melepas tautan bibirnya dan menatap Kyrana. Ia menangkup kedua pipi Kyrana.
" Lihat aku Ky dan jangan tutup mata kamu."
Kyrana membuka matanya dan menatap suaminya lekat-lekat.
Jantungku deg-degan banget padahal ini bukan pertama kalinya kami berhubungan intim.
" Mas..." Jerit Kyrana pelan karena tiba-tiba Gafa sudah memasukinya.
__ADS_1
" Tetap lihat aku dan jangan palingin wajah kamu."
Gafa sangat menikmati ekspresi wajah Kyrana yang terkadang meringis sambil menggigit bibir bawahnya.
Kenapa aku begitu menikmati hubungan ini? Tubuhnya, bibirnya benar-benar membuatku kepayang padahal aku kan nggak cinta sama dia?"
Mereka menikmati pagi itu dengan nuansa panas yang begitu romantis. Mereka menikmatinya dalam keheningan dengan suara erangan yang terdengar pelan.
Drttttt
Suara ponsel milik Gafa yang nyaring langsung memecah konsentrasi pasangan suami istri itu. Gafa tak memperdulikannya dan tetap beraktifitas diatas tubuh istrinya.
" Mas, telfon kamu bunyi terus. Kamu angkat dulu."
" Hmmm...entar aja."
Suara telefon yang terus berbunyi membuat Gafa terpaksa menghentikan aktifitas indahnya.
" Hallo," ucap Gafa sedikit kesal tanpa memperhatikan siapa yang menelfonnya.
" Halo sayang, kamu kok belum berangkat ke kampus? Kamu oke kan?"
" Eh Tifana...ehmm iya, aku nggak apa-apa kok. Cuma aku ada sedikit urusan yang harus aku selesaiin."
" Kamu dirumah kan? Kalau ya nanti selesai kelas aku kesana."
" Ehmm...aku nggak dirumah. Ya udah aku tutup telfon ya? Aku harus ketemu papa dulu. Bye..." ucap Gafa yang langsung menutup telfonnya.
Gafa menoleh keranjang namun ternyata sudah tak ada Kyrana disitu. Gafa pun merasa kesal karena harus setengah jalan.
Bersambung.....
__ADS_1