
Malam itu setelah selesai berjualan, Yandri pergi ke kostan Tifana. Ia membawa sebungkus martabak telur yang masih hangat sesuai janjinya tadi pagi.
Tok tok tok
Yandri mengetuk kamar kost Tifana hingga beberapa kali. Tak lama Tifana pun keluar dengan wajah khas orang mengantuk sambil mengusap matanya yang masih terasa berat.
" Hey Fan, selamat malam. Kamu pasti ngantuk. Maaf ya kalau malam-malam gini aku gangguin istirahat kamu."
" Aku nggak nyangka mas kalau kamu . beneran datang kesini."
" Beneran dong. Ini aku bawain martabak telur buat kamu. Cepetan dimakan mumpung masih anget."
Tifana menerima plastik yang diberikan Yandri lalu menyuruh lelaki itu untuk masuk. Tifana memindahkan martabak kepiring dan terlihat begitu menggoda.
" Mas, aku langsung makan ya?" ucap Tifana tanpa mempedulikan penampilannya yang baru bangun dari tidurnya.
" Iya makan saja, ini emang buat kamu. "
Tifana menikmati martabak itu hingga habis. Ia memandang Yandri dengan wajah malu- malu.
" Kamu kenapa Fan?"
" Hehe...aku malu mas, martabaknya aku makan habis sendiri."
" Kenapa malu segala. Justru aku senang kalau ternyata kamu suka. Ya sudah Fan, aku pulang dulu. Nggak enak kalau aku terlalu lama disini soalnya ini kan udah malem banget."
" Tunggu bentar ya mas. Aku mau ngomong sama kamu," ucap Tifana yang menahan kepergian Yandri.
__ADS_1
" Ada apa Fan?"
" Sebelumnya aku ucapin terima kasih ya mas dan maaf kalau dulu aku jutek sama kamu. Aku mau pamit mas, besok aku harus pulang ke Bandung."
Yandri sedikit terkejut dengan ucapan Tifana. Entah mengapa hatinya merasa kecewa.
" Oh...kamu mau pulang ke Bandung. Emang kenapa Fan?"
" Ya kan emang rumahku disana mas. Aku udah nggak ada kepentingan disini. Dulu kan aku kesini karena aku nyusul pacarku."
" Oh gitu ya. Besok kamu mau pergi jam berapa biar aku anterin. "
" Besok siang. Aku pulang naik pesawat mas jadi kamu bisa nganterin aku sampai bandara."
*****
" Mas, makasih ya udah nganterin aku. Semoga kita bisa ketemu lagi."
" Iya Fan. Kalau ada waktu aku akan ke Bandung. Kebetulan aku punya teman disana."
" Oh ya mas, kalau gitu nanti mampir ketempatku. Aku pergi ya!"
Tifana pergi sambil sesekali melambaikan tangannya kearah Yandri. Yandri menatap kepergian Tifana hingga gadis itu tak terlihat lagi.
****
Disebuah kamar mewah, tampak sepasang suami istri yang sedang memadu kasih.
__ADS_1
" Maassss...."
" Iya sayang. Kenapa?"
" Udah ya...aku capek banget," ucap Kyrana yang dengan wajah yang terlihat lelah.
" Oke sayang. Kita selesaikan yang ini saja," ucap Gafa lalu segera menuntaskan kegiatan malamnya.
Gafa mengecup kening Kyrana setelah ia selesai. Ia mengusap perut Kyrana yang terlihat datar.
" Semoga cepat tumbuh buah hati kita yang kedua ya sayang. Aku sungguh tidak sabar melihat kamu hamil dengan perut yang besar."
" Amin...tapi bikinnya jangan sering-sering juga ya mas. Badanku rasanya lemas semua."
" Hehe...tapi kan kamu juga menikmatinya sayang. Lagi pula kalau sering pasti cepat jadi. Ya sudah aku ambil air hangat dulu buat basuh badan kamu,"
Gafa kembali keranjang sambil membawa wadah berisi air hangat. Ia mulai mengelap tubuh Kyrana dengan handuk basah. Kyrana tersenyum sambil menatap wajah suaminya yang tampak semakin tampan dengan rambut berantakan.
" Kenapa sih sayang? Nglihatin akunya ampai gitu banget?"
" Nggak apa kok mas. Kamu perhatian banget sama aku sekarang dan itu bikin aku ingat betapa juteknya dulu kamu sama aku. Galak banget!"
" Ya kan dulu beda cerita sayang. Sekarang aku udah cinta banget sama kamu dan aku nggak akan lepasin kamu sampai kapanpun."
" Iya mas, aku juga gitu. Ya udah yuk tidur kan besok kamu juga ada acara sama papah."
Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian tidur. Gafa segera naik keranjang dan memeluk istri tercintanya.
__ADS_1
Bersambung,......