
Elzan tampak kaget saat melihat om om ganteng yang menolongnya waktu itu menggunakan tongkat.
" Elzan kenapa? Kok bengong?"
" Kok om ganteng pakai tongkat? Kaki om sakit ya?"
Gafa tersenyum karena merasa mendapat perhatian dari bocah kecil yang sangat mirip dengannya.
" Iya, kaki om sakit tapi cuma dikit kok. Nanti pasti juga sembuh."
" Ohh om minta tolong aja sama bundaku soalnya bundaku itu dokter. Nanti om pasti cepat sembuh."
" Oh ya? Hebat dong kalau gitu. Tapi Elzan tenang aja karena om udah punya ibu dokter yang cantik dan hebat. Ehmm Elzan kesini sama siapa?" Tanya Gafa sambil memperhatikan sekeliling.
" Elzan sama bu Fatim Om! Itu lagi beli es krim buat Elzan."
Gafa merasa lega dan ia pun menemani Elzan bermain ditaman meskipun ia hanya duduk sambil memperhatikan bocah kecil itu.
Nggak tahu kenapa tapi hatiku rasanya damai saat ini. Melihat Elzan tertawa dan begitu ceria bisa membuatku puas. Siapa Elzan sebenarnya?
Lamunan Gafa terhenti saat Elzan menghampirinya.
" Om makasih ya udah nemeni Elzan tapi Elzan udah harus pulang," ucap Elzan yang membuat Gafa sedikit kecewa.
" Ehmm ternyata udah lama juga ya kita main sampai nggak kerasa. Gimana kalau om nganterin Elzan pulang?" Tawar Gafa.
__ADS_1
" Ehmm mau sih Om tapi bentar lagi bunda sama bapak mau jemput Elzan kesini."
" Ya udah kalau gitu Om temani sampai Elzan dijemput."
Disaat menunggu tiba-tiba ponsel Gafa berbunyi. Gafa membukanya dan ternyata ada pesan kalau orang tuanya datang kesini. Gafa pun terpaksa meninggalkan Elzan walau ia sedikit tak rela.
Setelah lima belas menit Gafa pergi, Kyrana dan Yandri pun datang ketaman untuk menjemput Elzan.
" Sayang, maaf ya kalau bunda jemputnya lama. Oh ya Bapak ada sesuatu loh buat Elzan."
" Wah emang bapak bawa apa buat Elzan?"
Yandri pun mengeluarkan mainan robot legend hero dari kantong belanjaannya.
" Yeyyy, Bapak beliin mainan robot kesukaan Elzan."
" Uhuyyy....makasih ya Bapak."
" Iya sama-sama. Ya udah yuk pulang, nanti kita makan pizza sama-sama dirumah," ucap Yandri lalu menggendong Elzan.
Kyrana memperhatikan interaksi Elzan dengan Yandri yang memang sudah dekat sejak Elzan masih berada dikandungannya.
Mas Yandri, makasih karna kamu sudah ada untuk Elzan. Meski Elzan terkadang menanyakan tentang ayahnya tapi aku yakin kamu bisa jadi sosok ayah yang dinginkan Elzan. Semoga aku tidak salah pilih dan aku akan belajar mencintaimu Mas.
****
__ADS_1
Begitu sampai dikontrakannya, Gafa langsung disambut haru oleh Faysa.
" Gafa, kamu kenapa? Kenapa bisa kayak gini? Apa sakit nak kaki kamu?" Tanya Faysa panik begitu melihat Gathan yang berjalam pincang.
" Gafa baik-baik aja Mah. Mama nggak perlu khawatir begitu."
Faysa membantu Gafa duduk disofa lalu ia mulai memijat kaki Gafa.
" Mah, Gafa itu nggak apa-apa. Gimana kalau Mama bikinin Gafa makan karena Gafa udah kangen banget sama masakan Mama."
" Ya sudah mama masak dulu buat kita ya."
Setelah Faysa pergi kini tinggal Gafa dan Gathan.
" Pah, kok mama bisa tahu sih? Mama tu pasti panik begitu tahu kondisiku."
" Papa nggak bisa bohong sama mama Gaf. Namanya juga naluri seorang ibu. Lalu bagaimana kamu bisa sampai seperti ini?"
" Ada beberapa karyawan nakal Pah tapi aku sudah berhasil mengatasinya dan Aven juga sudah memberi pelajaran pada mereka."
" Kalau gitu kamu pulang ke Jakarta saja biar Aven yang mengurus proyek disini."
" Nggak ah Pah. Aku yang akan menyelesaikannya karena aku nggak mau ngerjain sesuatu dengan setengah-setengah."
" Oke, tapi Papa dan mama hanya akan tiga hari disini karena kerjaan papa juga nggak bisa ditinggalin."
__ADS_1
" Oke pah. "
Bersambung.....