Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Dia yang menghamiliku


__ADS_3

Sudah hampir lima bulan Yandri tidak bertemu dengan Tifana. Ia pun memutuskan pergi ke Bandung untuk menemui temannya sekaligus mampir ke rumah Tifana. Untung saja ia masih menyimpan alamat yang dulu sempat diberikan Tifana.


Kini Yandri sudah berada tepat didepan rumah Tifana. Sebuah rumah yang terbilang cukup mewah bagi dirinya. Ia pun sempat ragu untuk melangkahkan kakinya lebih dekat karena merasa minder.


" Ada yang bisa saya bantu Mas?" tanya seorang satpam di rumah Tifana karena melihat Yandri yang celingukan.


" Ehmmm...ini benar rumahnya Tifana ya Pak?" tanya Yandri memastikan


" Betul...emang ada perlu apa Mas sama mbak Tifana?"


" Nama saya Yandri. Saya temannya Tifana. Boleh saya ketemu Pak?"


Satpam tersebut agak ragu dengan peryataan Yandri. Pasalnya penampilan Yandri tidak terlihat seperti teman-teman anak majikannya. Penampilan Yandri cenderung biasa dan tidak terlihat seperti orang kaya.


" Pak, boleh saya bertemu dengan Tifana?" tanya Yandri sekali lagi karena satpam itu hanya memandanginya.


" Ya sebentar, saya panggilkan non Tifana dulu."


Tak lama satpam itu kembali lalu meminta Yandri masuk kedalam rumah. Yandri semakin terkagum saat melihat isi rumah Tifana dan itu membuatnya semakin minder dengan gadis cantik itu.


" Mas Yandri!" Teriak seorang gadis yang mengagetkan Yandri.


Tanpa basa-basi, Tifana langsung berlari memeluk Yandri hingga membuat lelaki itu kaget. Tangannya hanya diam tak berani membalas pelukan Tifana yang begitu erat.


" Siapa dia Fan?".


Suara bariton laki-laki yang terdengar marah begitu mengagetkan Yandri. Yandri berusaha melepas pelukan Tifana namun gadis itu malah semakin mengerutkan pelukannya hingga membuat Yandri bingung.


" Fan, sekali lagi Papah tanya siapa laki-laki itu?"


" Di...dia Mas Yandri. Dia adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilanku Pah."


Duaaarrrr

__ADS_1


Tentu saja pernyataan Tifana langsung membuat Yandri kaget. Ia benar-benar tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada keluarga Tifana.


" Fan, kamu bicara apa?" tanya Yandri pelan namun hanya dijawab dengan bahasa isyarat oleh Tifana.


Bughh


Tanpa diduga, sebuah pukulan mendarat dipipi Yandri hingga membuatnya terhuyung karena tak siap.


Lukman menarik kerah kemeja Yandri dan menatapnya dengan penuh amarah.


" Kurang ajar! Jadi kamu laki-laki brengsek yang sudah menghancurkan hidup anak saya!"


" Om..Om tolong lepasin. Saya benar-benar nggak tahu apa-apa soal Tifana."


Bughh


Sebuah pukulan kembali mendarat dipipi Yandri karena ia dianggap mengelak dari kesalahannya.


" Pah, udah Pah jangan pukul Mas Yandri lagi. Dia nggak salah karena aku melakukannya juga dengan suka rela tanpa paksaan," ucap Tifana sambil melindungi Yandri dengan tubuhnya dari amukan sang Papa.


" Baiklah, kamu tunggu disini dan jangan coba-coba untuk kabur karena saya akan menempatkan orang- orang saya untuk berjaga diluar."


Tifana membantu Yandri untuk duduk. Ia segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka dipipi Yandri.


" Fan, sebenarnya apa yang terjadi? Katakan sama aku sekarang!" ucap Yandri sambil menahan tangan Tifana yang akan mengobatinya.


Tifana tertunduk. Sungguh semua ini diluar dugaan dari rencananya.


" Fan, tolong jawab pertanyaan ku?"


" Maafin aku Mas. Aku...."


Cup

__ADS_1


Tiba-tiba Tifana mencium bibir Yandri dan menempelkan bibirnya dengan cukup lama. Bahkan tangannya menahan leher Yandri agar tak terlepas. Tifana melakukannya karena ia tahu jika sang papa sedang mengintipnya.


Yandri hanya bisa diam. Tubuhnya menegang mendapat perlakuan yang hampir tidak pernah ia alami.


Tifana melepas ciumannya. Ia menghapus bekas dibibir Yandri yang sedikit basah.


Yandri yang tersadar dari keterkejutannya segera menarik Tifana. Ia membawa gadis tersebut dipojok ruangan.


" Fan, sekali lagi katakan padaku apa yang terjadi. Kenapa kamu tiba-tiba mengaku hamil anakku dan tadi kamu malah menciumiku? Aku benar-benar hampir gila Fan!"


" Mas, aku minta maaf karena aku udah nggak sengaja melibatkan kamu dari masalahku. Orang tuaku memaksa aku untuk menikah dengan calon pilihan mereka mas dan aku nggak mau. Tadi saat kamu berdebat, tiba-tiba aku bilang kalau aku sedang hamil dan saat itu kebetulan sekali kamu datang mas," ucap Tifana dengan tertunduk.


" Itu sama saja kamu memfitnahku Fan dan kamu lihat sendiri jika papamu menganggap ku laki-laki brengsek!"


" Aku minta maaf Mas. Semua keluar gitu aja dari mulutku."


" Lalu apa perminta maafan kamu bisa mengembalikan keadaan? Sekarang aku minta kita temui orang tua kamu dan kamu bilang yang sebenarnya kalau kamu itu bohong."


Tifana menggenggam kedua tangan Yandri dengan tatapan memohon.


" Lalu apa mau kamu sekarang Fan? Kita nggak mungkin menikah."


" Mas, aku nggak mau dijodohkan dengan lelaki itu. Aku nggak mau Mas...." ucap Tifana sambil menangis.


" Tapi kenapa kamu harus mengorbankan aku Fan. Kamu tinggal bersikap tegas dengan menolak perjodohan itu."


Tifana menggeleng. Tiba- tiba ia melepas sweaternya hingga menyisakan bra sportnya.


Ia kembali memeluk Yandri sambil berbisik.


" Tolong aku sekali ini aja Mas. Lebih baik aku menikah sama kamu aja."


Tubuh Yandri kembali menegang dengan perlakuan Tifana. Haruskah ia menikah dengan gadis yang kelakuannya sama sekali tak ia duga.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2