Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Pembicaraan dengan papa Gathan


__ADS_3

Setelah selesai dengan jadwal kuliahnya, Gafa segera pergi keperusahaan Alyariz grup untuk menemui papanya.


Ia segera masuk keruangan papanya setelah sedikit berbasa- basi dengan beberapa karyawan yang menyapanya.


Ceklek


" Siang Pah." Sapa Gafa lalu menjatuhkan dirinya diatas sofa.


" Siang juga. Kamu sudah makan? Kalau belum biar Papa pesankan ke om Alan."


" Tadi aku udah makan dikantin kampus kok Pah. Oh ya katanya ada hal penting yang mau Papa omongin. Emangnya mau bicara soal apa Pah?"


" Kemarin Papa dapat laporan kalau kamu pergi dari rumah dan kamu malah pergi liburan ke Bali sama Tifana. Ingat Gaf, kamu sudah punya istri."


Gafa menghembuskan nafasnya dengan kesal. Ia tak suka jika sang papa selalu ikut campur dalam urusan pribadinya. Ia sudah dewasa dan ia merasa sudah bisa memutuskan segala sesuatu dalam hidupnya.


" Jawab Gaf, jangan diam saja!" ucap Gathan yang sedikit menaikkan suaranya.


" Aku ngurus bisnis baruku disana Pah dan aku ngajak Tifana karna aku butuh orang untuk berdiskusi sekaligus nemenin aku."


" Kamu bisa mengajak Kyrana karna dia istri kamu. Bukannya malah pergi meninggalkannya tanpa kabar."


Gafa beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kaca.

__ADS_1


" Dari awal aku udah bilang sama mama dan papa kalau aku nggak mau nikah sama Kyrana. Aku cintanya sama Tifana Pah dan aku ingin bercerai dari Kyrana."


" Jangan bicara sembarangan kamu Gaf!"


" Aku serius Pah dan aku mohon ke papa dan mama untuk tidak menghalangi. Aku rasa udah cukup Pah jadi aku pamit sekarang," ucap Gafa lalu mencium tangan papanya.


Baru beberapa kali melangkah, Gafa mendengar kalimat yang diucapkan papanya.


" Pikirkan baik-baik nak. Pernikahan bukanlah hal main-main meskipun kamu terpaksa. Jangan sampai nanti kamu menyesali semuanya."


" Semoga saja aku nggak akan menyesali semuanya. Aku pulang Pah."


****


Setelah menghidangkan hasil masakannya diatas meja makan, Kyrana segera membersihkan dirinya.


Hampir dua jam Kyrana menunggu Gafa diruang makan namun suaminya itu belum kunjung pulang. Ia memperhatikan makanan yang ia buat sudah menjadi dingin. Air matanya pun menetes perlahan.


" Mas, apa kamu serius ingin bercerai denganku. Maaf mas jika aku pernah meminta cerai tapi aku nggak sungguh -sungguh. Apa kamu nggak bisa mencintaiku sedikit saja mas."


" Ngapain kamu nangis?" tanya Gafa yang membuat Kyrana tersentak dari lamunannya.


Kyrana yang kaget pun langsung menghapus air mata dipipinya.

__ADS_1


" Kamu udah pulang Mas? Aku udah siapin makan siang buat kamu Mas tapi kayaknya udah dingin jadi aku angetin dulu."


" Nggak perlu tadi aku udah makan. Kamu makan sendiri aja."


" Tapi Mas, aku udah masak buat kamu. Makanlah Mas, dikit aja nggak apa-apa."


Gafa pun akhirnya menikmati makan siang nya bersama Kyrana.


Drtttt


Ponsel Kyrana bergetar tiba-tiba dan ternyata itu dari Yandri. Kyrana yang tak ingin merusak suasana segera mematikan ponselnya.


" Telfon dari siapa? Kenapa dimatiin?"


" Dari teman kok Mas. Nanti aja nggak apa?"


" Oke...aku mau mandi dulu terus habis itu layani aku."


Gafa menatap Kyrana yang terbengong.


" Selama aku belum menceraikan kamu maka kamu masih berkewajiban buat nglayani aku jika aku meminta," ucap Gafa lalu meninggalkan Kyrana yang masih terbengong.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2