
Kyrana keluar dari rumah sambil membawa tas besar. Ia membalikkan badannya dan kembali memandangi rumah yang pernah ia tinggali.
Kyrana kembali tersenyum kecut jika mengingat pernikahannya yang baru seumur jagung harus kandas.
Kyrana menghapus air matanya dan kembali melangkahkan kakinya. Tak lama sebuah motor datang menghampirinya.
" Maaf ya Ky, tadi ada sedikit masalah sama motorku. Kamu udah lama nungguin aku ya?" ucap Yandri menyesal.
" Aku belum lama kok Mas. Aku baru aja keluar."
" Jadi gimana, kamu beneran udah yakin dengan keputusan kamu?" Tanya Yandri berusaha menyakinkan lagi keputusan Kyrana.
" Iya Mas. Aku udah yakin kok," jawab Kyrana dengan yakin.
" Ya udah kalau gitu sekarang pakai jaket dan helm kamu ya karena perjalanan kita lumayan jauh."
Kyrana segera memakai jaket dan helmnya kemudian ia naik keatas motor Yandri.
" Aku udah siap Mas."
" Ya udah pegangan yang kenceng ya karena aku mau agak ngebut supaya perjalanan nggak memakan waktu yang lama."
Kyrana dan Yandri segera melaju meninggalkan tempat dan tak menyadari jika ada sepasang mata yang menangkap interaksi mereka.
Bughh
__ADS_1
" Kamu benar- benar keterlaluan Ky! Bahkan tanpa sungkan kamu langsung bermesraan dengan lelaki lain padahal baru beberapa jam kita bercerai!"
Gafa terlihat begitu marah saat melihat Kyrana berboncengan dengan seorang laki-laki. Bahkan Kyrana memeluk pinggang lelaki itu.
Gafa sampai keapartemennya. Ia segera menegak minuman dingin untuk meredakan panas ditubuhnya. Ia pun menelfon Tifana dan meminta kekasihnya itu untuk datang keapartemennya.
Tak berapa lama Tifana pun sampai diapartemen Gafa.
" Sayang selamat ya akhirnya kamu bercerai juga dengan Kyrana. Aku seneng banget deh dengernya karna mulai sekarang aku tidak perlu membagi kamu untuk wanita lain," ucap Tifana sambil memeluk Gafa.
Tanpa menjawab Gafa melepas pelukan Tifana lalu ******* bibir Tifana dengan sedikit kasar. Tifana yang baru pertama kali mendapat perlakuan seperti itu dari Gafa merasa sangat kaget.
"Ummm.." erang Tifana sambil memukuli dada Gafa.
" Sayang..." Panggil Tifana dengan muka yang masih syok.
" Mmaaf ya Fan, aku tadi...."
" Sstttt...nggak apa sayang. Aku cuma kaget dengan yang kamu lakukan barusan. Kamu lagi ada masalah?"
" Ng...nggaklah justru aku sedang bahagia karena ini adalah hari yang paling kutunggu. Aku tadi tiba-tiba terbawa suasana aja. Kamu nggak marah kan?"
" Aku nggak marah sayang tapi...oh ya tadi pas ditelfon katanya kamu mau ngajak aku pergi."
" Iya...kita jalan-jalan yuk. Aku pengen merayakan hari ini."
__ADS_1
" Ya udah yuk. Kamu siap-siap dulu sana."
" Oke," jawab Gafa lalu melenggang kekamar.
***
Ditempat lain, tepat jam delapan malam Kyrana dan Yandri baru sampai disebuah kota kecil didaerah jawa timur.
" Huuhh...alhamdulillah. Akhirnya kita sampai juga ya Ky."
" Iya Mas, cukup jauh juga ya Mas. Jadi ini rumah Mas Yandri ya?"
" Iya...ini dulu adalah rumah orang tuaku dulu sebelum aku pindah jakarta untuk mengadu nasib. Tempat ini sangat nyaman dan tenang jadi aku yakin kamu akan nyaman tinggal disini."
" Iya Mas, aku juga berharap begitu."
" Ya udah kita masuk buat istirahat lagi pula ini udah malem."
Kyrana segera masuk kekamarnya untuk beristirahat. Ia kembali memandangi foto Gafa yang ia simpan dikopernya.
Selamat tinggal Mas. Semoga kamu bahagia setelah ini dan mungkin kita nggak akan bertemu lagi. Biarlah semua ini jadi kenangan indah dalam hidupku yang akan selalu aku simpan.
Kyrana pun tertidur dengan masih memegang foto mantan suaminya.
Bersambung.....
__ADS_1