
Sudah empat hari ini Gafa dirawat dirumah sakit. Ia pun sudah mulai sadar namun kondisi kaki kanannya masih belum bisa digerakkan. Dia juga tidak memberitahukan perihal musibah yang menimpanya kepada orang tuanya karena ia tak ingin membuat mereka khawatir, terlebih mamanya.
Gafa tampak rebahan diranjang rumak sakit sambil memainkan ponselnya.
Tok tok
" Masuk."
Ceklek
Seorang perempuan yang merupakan sekretaris Gafa disana pun masuk.
" Permisi Tuan muda. Bagaimana keadaan anda hari ini?"
" Aku baik. Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan laporan mengenai kecelakaan kerja yang menimpaku dua kerja dan terutama diriku?"
" Kami masih mengumpulkan bukti yang lebih Tuan. Tapi saya janji, saya akan secepatnya mengungkap hal ini."
Drrrtttt
Tiba-tiba ponsel Gafa bergetar dan ternyata ada panggilan dari Tifana.
" Halo Fan, kamu apa kabar?"
" Aku baik. Sayang, kenapa kamu beberapa hari ini susah dihubungi? Aku khawatir tahu!"
" Maaf Fan, disini ada masalah yang sangat serius jadi aku masih fokus untuk membereskannya."
" Baiklah, aku pikir kamu selingkuh disana. Tapi kamu tidak akan melakukannya kan sayang dan hanya akan setia sama aku?"
" Hahaha...Fan, bagaimana kamu bisa punya pikiran seperti itu sama aku? Aku sangat menyayangimu."
" Kamu adalah pria tampan dan juga sangat mapan. Pasti banyak wanita diluar sana yang ingin merebutmu dariku. Ya walaupun aku nggak yakin sih karena mereka pasti tidak bisa menandingiku."
__ADS_1
" Sudah jangan bicara ngawur lagi. Aku kerja dulu ya dan jaga diri selalu. Bye bye."
Gafa menutup telfonnya lalu seorang suster masuk untuk memberitahu Gafa jika sebentar lagi akan ada visit.
****
Kyrana melangkah dengan begitu pelan. Bahkan ia merasa langkahnya semakin pelan saat sudah mendekati ruangan Gafa.
" Dokter Kyrana kenapa? Apa ada masalah?" Tanya suster yang mendampingi Kyrana.
" Nggak kok sus. Saya nggak kenapa-napa," jawab Kyrana gugup.
Ceklek
Kyrana menghirup nafas dalam-dalam sebelum saat suster membuka pintu ruangan Gafa. Namun Kyrana memantapkan dirinya dan menganggap Gafa hanyalah seorang pasien yang harus ia tangani.
Disaat Kyrana masuk, ia melihat Gafa yang masih sibuk dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri.
" Selamat pagi Tuan. Bagaimana keadaan anda hari ini?" Sapa Kyrana dengan senatural mungkin walaupun sebenarnya ia gugup.
Gafa mengernyitkan dahinya begitu mendengar suara seseorang yang sedang bertanya pada dirinya.
" Kaki saya masih sakit dok." Jawab Gafa lalu menghadap kearah Kyrana.
Deg
" Ky...Kyrana," ucap Gafa yang begitu kaget saat melihat sosok wanita yang sudah lima tahun tak dijumpainya itu.
" Ka...kamu?"
" Ehmmm suster tolong berikan catatannya sama saya dan suster bisa keluar dulu untuk mengecek pasien lainnya."
Suster itu mengikuti perintah Kyrana meskipun ia sedikit bingung.
__ADS_1
" Oke saya akan periksa kaki anda sekarang."
Gafa masih tak percaya dengan situasi yang sedang terjadi. Ia menarik tangan Kyrana hingga gadis itu berada persis dihadapannya.
" Le...lepaskan saya Tuan. Anda sangat tidak sopan!"
" Ky, kamu lagi nggak pura-pura tidak mengenalku kan?"
" Saya sangat mengenal anda Tuan. Saya hanya bersikap profesional sebagai seorang dokter terhadap pasiennya."
Gafa tersenyum saat melihat wajah kesal dan panik yang diperlihatkan Kyrana. Wajah itu terlihat semakin cantik apalagi dengan jas putih yang membalut tubuh mungilnya itu.
" Lepaskan aku Gaf atau aku tidak akan menyembuhkanmu!" Ancam Kyrana.
" Kamu mengancamku? Itukah sikap profesional yang kamu ucapkan tadi?" ucap Gafa tepat dihadapan wajah Kyrana hingga ia bisa merasakan hembusan nafas gadis itu.
Gafa tersenyum lalu ia melepaskan cekalan tangannya hingga Kyrana terbebas.
" Silahkan bu dokter cantik untuk memeriksa diriku. Awas jika aku tidak sembuh."
Kyrana segera memeriksa keadaan Gafa meskipun ia sangat kesal dengan sikap Gafa barusan.
Kyrana mencatat hasilnya lalu ia berpamitan pada Gafa.
" Dokter Kyrana." Panggil Gafa sebelum Kyrana keluar.
" Ada apa Tuan?" Jawab Kyrana yang kembali bersikap formal.
" Besok datang dan tolong periksa mantan suamimu ini lagi."
Kyrana tidak menoleh dan langsung pergi.
Bersambung....
__ADS_1