Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Aku hamil


__ADS_3

Kyrana kembali melepas celana yang akan ia pakai karena tak muat. Ia pun duduk sambil mengusap perutnya yang terlihat lebih membuncit. Kyrana tampak memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.


Ia sudah tak mendapatkan tamu bulanan, nafsu makannya bertambah dan juga perutnya yang membuncit.


Kyrana terhenyak dari lamunannya. Ia segera menyambar kunci motornya menuju suatu tempat.


Sampai disana, Kyrana agak ragu untuk masuk tempat tersebut. Kyrana menutup matanya lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan.


Jika tebakanku benar maka apa pun itu aku harus siap.


Kyrana segera masuk apotik setelah ia memantapkan hatinya.


" Selamat pagi mbak. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang petugas jaga.


" Sa...saya mau beli tespek mbak."


Petugas tersebut langsung memberikan apa yang diminta Kyrana. Sampai dirumah Kyrana langsung masuk kamar mandi untuk memastikan keadaannnya.


Dengan pelan Kyrana melihat hasil yang tertera dibenda pipih yang sedang dipegangnya.


Kyrana yang kaget pun menutup mulutnya karena tak percaya dengan hasil garis dua yang baru saja dilihatnya.


Ak....aku hamil. Apa yang harus aku lakukan? Aku hamil tanpa seorang suami disisiku.


" Hiks...hiks...." Kyrana terduduk lemas sambil menangis.


Ia menggenggam kuat tespek itu ditangannya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan? Aku hamil anak kamu mas...aku hamil anak kamu. Jika kamu mengetahuinya apa kamu akan mengakuinya mas...hiks..hiks..."


Setelah puas menangis, Kyrana mengganti bajunya lalu ia tiduran diranjang. Ia kembali mengusap perutnya sambil tersenyum tipis.


" Terima kasih ya sayang karena kamu sudah ada diperut bunda. Maafkan bunda karena terlambat menyadari kehadiran kamu. Kamu jangan khawatir ya karena bunda akan selalu menjaga kamu selama ada diperut bunda dan sampai kamu lahir didunia ini. Awalnya bunda memang takut dan bingung tapi bunda janji kalau bunda akan jadi wanita kuat untuk kamu."


****


Tifana membawa bubur yang baru saja ia buat kekamar Gafa.


" Sayang, makan dulu yuk. Ini buburnya udah mateng."


" Makasih ya sayang dan maaf kalau kamu jadi repot karna aku sakit."


" Ihh..kamu ngomong apa sih. Aku seneng kok bisa ngrawat kamu. Sini aku suapin."


" Tapi sayang..."


" Aku udah mendingan kok, mungkin istirahat sehari lagi aku bakal masuk kuliah lagi. Lagian bentar lagi David mau kesini."


" Ya udah aku berangkat yah."


Cup


Tifana mengecup pipi Gafa sebelum ia keluar dari kamar Gafa. Tifana tersenyum manis karena melihat Gafa yang tertegun setelah ia cium.


Gafa mengusap pipinya setelah Tifana keluar. Ini adalah kontak fisik keduanya dengan Tifana setelah kejadian ciuman bibir itu.

__ADS_1


" Huey! Ngelamun aja!" Teriak David yang membuat Gafa kaget.


" Ahh sialan kamu bikin kaget aja!" Umpat Gafa sambil melempar bantal kearah David.


" Hehe...emangnya kamu habis ngapain sama Tifana? Aku tadi lihat loh dia keluar dari kamar kamu."


" Aku nggak ngapa-ngapain sama Tifana. Ngeres banget sih otak kamu! Tadi dia tu cuma buatin bubur buat aku karena kebetulan mamaku lagi pergi."


" Sewot banget sih kamu...oh ya gimana keadaan kamu?"


" Tahu nih! Padahal kata dokter aku nggak ada gejala sakit tapi badanku rasanya aneh semua." Keluh Gafa.


" Haha...kamu kayak orang lagi angkatan hamil aja."


" Hamil?"


" Iya abangku tu istrinya hamil tapi yang ngrasain ngidam dan sakit malah abangku. Tapi beda cerita sih ya kan kamu belum nikah atau jangan-jangan kamu udah ngehamilin cewek yah," ucap David menggoda.


" Sialan kamu! Udah pulang sana kamu daripada bikin aku bete!"


" Iya sabar...kamu sensitif banget sih! Oh ya ini aku bawain rujak kelapa pesenan kamu. Ada-ada aja kamu Gaf."


Gafa langsung beranjak dari duduknya lalu merebut kantung plastik dari tangan David.


" Thanks ya brother, nanti uangnya aku ganti lima kali lipat deh," ucap Gafa kegirangan.


Ia pun segera meminta pelayan untuk menyiapkan rujaknya kewadah. Bahkan ia sampai lupa pada bubur buatan Tifana.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2