
Gafa mencoba membuka matanya yang masih terasa berat. Ia merasa terusik karena seperti ada yang mencoel-coel pipinya.
" Selamat pagi Yah." Sapa Elzan dengan riang sambil duduk diatas perut Gafa.
" Hey sayang...kamu godain ayah pagi-pagi gini," ucap Gafa lalu menggelitiki perut Elzan hingga gelak tawa terdengar dari ruang tamu.
Kyrana yang mendengar suara gelak tawa itu langsung memeriksanya. Ia tersenyum tipis saat melihat pemandangan yang berada didepannya kini.
" Ayo Elzan mandi dulu. Nanti terlambat loh sekolahnya."
" Iya bunda tapi Elzan mandi sama ayah ya?"
Gafa pun menganggukkan kepalanya lalu menggendong Elzan dibelakang punggungnya.
Selesai bersiap-siap, Elzan segera diantar oleh sopir yang sudah disediakan Gafa.
Kyrana mendekati Gafa yang masih duduk diruang tamu.
" Kamu kok belum pulang Gaf?"
" Nanti aja sekalian nganterin kamu berangkat."
" Emang kamu nggak kekantor?"
" Kekantor cuma nanti aja," ucap Gafa dengan sedikit lesu.
Kyrana mendekati Gafa yang sepertinya terlihat aneh. Ia menatap Gafa yang memejamkan mata sambil mengusap lengannya.
" Kamu demam Gaf tapi badan kamu kok dingin gini?" Tanya Kyrana yang mulai khawatir.
" Aku kedinginan Ky," jawab Gafa dengan mulut bergetar.
Memang semalam Gafa datang kerumahnya dengan keadaan basah karna memang hujan tapi ia memang tak mempedulikannya karna ia masih kesal dengan Gafa.
__ADS_1
Kyrana segera memapah Gafa menuju kamarnya. Ia membuka seluruh baju Gafa lalu menyelimutinya. Ia sendiri juga membuka seluruh bajunya lalu masuk kedalam selimut.
Kyrana membalikkan badan Gafa lalu memeluknya. Sebenarnya ia juga tak mau tapi ia harus melakukannya.
" Ky, hangat sekali," ucap Gafa dengan suara pelan.
****
Yandri membuka matanya. Ia cukup terkejut saat menyadari bahwa kamar ini bukanlah kamarnya.
Ceklek
Yandri menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan keluarlah seorang gadis cantik yang tidak asing baginya.
" Udah bangun kamu rupanya."
" Kok aku bisa disini dan kenapa kamu juga ada disini?" tanya Yandri bingung.
Yandri mencoba mengingat kejadian semakam. Ia baru ingat kalau semalam ia minum untuk pertama kalinya.
" Terima kasih ya karna kamu udah nolongin aku dan maaf jika aku ngrepotin kamu."
Ting tong
Tifana membuka pintu dan ternyata seorang pelayan yang mengantar sarapan pagi.
" Kamu mandi dulu terus sarapan. Kalau badan kamu udah enakan kamu bisa pulang."
" Oh ya boleh aku tanya sesuatu?"
" Apa?"
" Kamu nggak gantiin baju aku semalam kan?"
__ADS_1
Tifana sampai menganga mendengar pertanyaan yang dilontarkan Yandri. Bagaimana pria itu bisa berpikir kalau dirinyalah yang mengganti baju pria itu.
" Eh kamu pikir aku ini cewek mesum apa? Mana mau aku mau ! Apalagi baju kamu yang penuh muntahan itu. Bikin aku jijik saja. Ya sudah aku pergi. Dasar pria menyebalkan!"
Brak
Yandri terlonjak kaget karna Tifana menutup pintunya dengan cukup keras. Detik selanjutnya, Yandri tersenyum karna baru kali ini ada wanita yang begitu perhatiaan padanya. Apalagi wanita itu adalah wanita yang asing baginya.
" Ah bagaimana aku bisa lupa!" Yandri menepuk keningnya saat ia teringat jika ia lupa menanyakan nama wanita itu tadi.
Ditempat lain, Kyrana terus terjaga. Beberapa kali ia mengecek suhu tubuh Gafa hingga akhirnya suhu tubuh Gafa kembali normal
Kyrana buru-buru melepas pelukannya karna jika Gafa sampai menyadari keadaannya saat ini maka akan bahaya.
" Mau kemana Ky?" tanya Gafa pelan.
" Aku harus bersiap pergi Gaf. Lepaskan tanganmu!"
Gafa membuka matanya lalu tersenyum manis kearah Kyrana.
" Terima kasih ya kamu sudah mau menolongku sampai kamu rela telan...."
Gafa tak meneruskan ucapannya karna Kyrana membungkam mulutnya dengan tangan.
" Hentikan! Aku melakukan ini karna kemanusiaan. Awas kalau kamu kurang ajar lagi sama aku!"
" Badanku lemas begini mana bisa aku begitu sama kamu. Tenang saja tapi aku senang karna ternyaya kamu juga masih mencintaiku."
" Gimana bisa kamu ngomong gitu?"
" Kalau ini terjadi pada orang lain apa kamu juga rela merelakan tubuhmu untuk menolongnya? Aku yakin tidak...." Goda Gafa sambil membelai pipi Kyrana yang memerah.
Bersambung....
__ADS_1