
Gafa tengah sibuk menyelesaikan tugas kuliah dan beberapa pekerjaan yang harus ia bereskan. Ia mengerjakannya hingga larut malam karna tadi siang Tifana meminta dirinya untuk menenemi pergi kesalon dan pergi jalan-jalan.
Tok tok tok
" Sayang, ini mamah."
" Masuk aja Mah!"
Faysa masuk dan memperhatikan putranya yang masih sibuk didepan layar laptopnya.
" Ini sudah malam, kok kamu belum tidur?"
" Ntar Mah, tanggung tinggal dikit lagi," jawab Gafa tanpa mengalihkan perhatiannya.
" Ya sudah, tapi setelah selesai kamu langsung tidur ya. Mama nggak mau kamu sakit lagi."
" Iya Mah. Ini tinggal dikit kok. Mamah juga tidur sana."
Faysa tersenyum lalu mencium kening Gafa sebelum meninggalkan kamar putranya itu.
Ceklek
" Sayang kamu dari mana? Tiba-tiba ngilang gitu?" tanya Gathan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Aku habis ngecek Gafa Kak dan ternyata dia belum tidur karna masih nyelesain tugasnya. Aku khawatir kalau Gafa sakit lagi."
" Sudahlah sayang, anak -anak sudah besar. Kamu tidak perlu sekhawatir itu. Ayo tidur ini udah malem."
__ADS_1
Faysa mengangguk dan segera merebahkan dirinya diranjang. Baru saja ingin mengatur posisi tidurnya namun tangan suaminya tiba-tiba sudah berkeliaran ditubuhnya.
" Kak, katanya ngajak tidur."
" Ehmmm..tapi bentar lagi ya sayang, kita olahraga dulu. Sudah lama kita tidak melakukannya," ucap Gathan sambil menyingkap daster Faysa.
" Baru dua minggu Kak."
" Itu bukan baru sayang tapi itu lama."
Faysa hanya pasrah saat Gathan sudah melepaskan dasternya lalu membuat beberapa jejak diatas dadanya hingga sang suami siap untuk memasukinya.
" Ehmmm..Kak pelan-pelan aja nanti pinggang kamu sakit," ucap Faysa sambil mengusap punggung suaminya yang masih terlihat kekar.
" Jangan meremehkanku sayang. Kamu cukup rebahan dan menikmatinya."
oek oek oek
Gafa langsung terbangun dari tidurnya karena merasa kaget. Mimpi tadi begitu terasa nyata dipenglihatan dan juga pendengarannya.
" Mimpi apa sih aku tadi? Masak mimpiin bayi? Nggak mungkin kan kalau ini petunjuk aku bakal punya adek lagi?"
Gafa mengusap wajahnya kasar lalu segera turun dari ranjang.
" Argghhh...sakit banget!" Teriak Gafa begitu merasakan punggunggnya sakit saat akan bergiri.
Punggunggnya seperti dipukul dengan kayu hingga ingin terlepas.
__ADS_1
" Aduh kenapa sih aku? Perasaan tadi aku baik- baik aja dan nggak salah posisi tidur,' ucap Gafa sambil memijat punggunggnya yang terasa sakit.
Alhasil hari ini Gafa tak melakukan apapun. Ia hanya tiduran diranjang. Untung saja tadi setelah subuh orang tuanya pergi keluar kota sehingga ia tidak perlu membuat mamanya khawatir.
Ceklek
Tifana langsung masuk kekamar Gafa tanpa mengetuk pintu dulu.
" Sayang, kamu kenapa lagi sih kok ijin sakit lagi?"
" Nggak tahu, tapi pas bangun tadi tiba-tiba punggunggku rasanya sakit banget."
" Huuhh...padahal hari ini acara lomba fashion show dikampus tapi aku tinggalin karna mau jenguk kamu," ucap Tifana dengan nada kecewa.
" Aku nggak apa-apa kok. Kamu balik aja kekampus buat ngikut lomba fashion shownya."
" Tapi...."
" Udah, aku oke kok. Kamu kan pengen banget ikut acara itu. Aku doain supaya kamu menang."
Tifana mendekati Gafa lalu mencium kedua pipi kekasihnya itu.
" Makasih ya sayang, kamu pengertian banget sama aku. Aku pergi ya, besok aku nengok kamu lagi."
Gafa menanggapinya dengan tersenyum manis. Sekilas bayangan wajah Kyrana tercetak diwajah Tifana namun ia segera menepisnya.
Sudah hampir setahun dirinya berpisah dari Kyrana dan tak pernah bertemu lagi. Ia tak ingin bayangan wajah mantan istrinya itu menganggu dirinya lagi.
__ADS_1
bersambung....