
Urusannya di ruang keamanan sudah selesai,dia berniat mengembalikan dompet Malika dan tas Alika ke rumah pemiliknya.
Azka kembali ke kamar hotel,karna dia lupa membawa barang-barangnya.
Saat hendak mengambil kunci mobil,hp,dan dompetnya.Azka tak sengaja melihat bercak berwarna merah yang berada di atas kasur king size dengan sprai berwarna putih tersebut.
(apaan tuh?) tanya dalam hati
Dia berjalan mendekati tempat tidur itu.
"Astaga,ini darah.Jangan jangan." ucapanya kaget dengan tangan yang membekap mulutnya.
Azka makin gelisah,sampai sampai dia melamun saat sedang membawa mobil.
Tanpa sadar dia berada di jalur yang salah.Dan ada mobil yang berlawanan arah dengan mobilnya.Mobil tersebut sudah membunyikan klakson berkali kali,tapi Azka belum tersadar juga dari lamunannya.
Saat tersadar,dia langsung membanting stir mobilnya ke arah trotoar,dan mobilnya menabrak sebuah pohon.
"Akh....." ucapnya sambil memegangi keningnya.
"Shit..kepala gue berdarah." lanjutnya.
Azka berusaha berlajan ke luar dari mobilnya dan memeriksa keadaan sekitarnya.
Untungnya tak ada korban lainnya.karna mobil yang tadi hampir bertabrakan dengannya berhasil mengerem tepat waktu.
"Maaf pak,apa bapak baik baik saja?"
__ADS_1
"Gimana sih kamu,kalau bawa mobil tuh yang benar dong." jawab sang bapak kesal
"Iya maaf,maafkan saya.Apa bapak baik baik saja?kalau ada yang luka biar saya antar ke rumah sakit.dan kalau ada masalh dengan mobil bapak biar saya bawa ke bengkel."
"Untung saya tidak apa apa.dan bentar saya cek mobil saya dulu."
Bapaknua pun memeriksa seluruh ke adaan mobilnya.
"Sepertinya ga kenapa napa mobilnya,jadi kamu tak usah ganti rugi."
"Wah syukurlah kalau bapak sama mobinya baik baik saja.Tapu kalau ada apa apa bapak bisa menghubungi saya."Azka menyerahkan kartu namanya.
"Oh baiklah.saya permisi." pamit sang bapak.
"Iya.sekali lagi saya minta maaf pak.
Saat bapak bapak tersebut sudah pergi,Azka menghubungi Risky.
"......"
"Ga usah banyak tanya dulu napa,sekarang cepetan ke sini!kalau dalan waktu 25 menit lu ga nyampe gaji lu gue potong!" ancam Azka pada sang sahabat.
Azka mematikan sambungan telponnya.Dia tidak bersikap formal bila di luar jam kantor.
Azka menungu sambil duduk di pinggir trotoar.Dia masih memikirkan apa yang akan terjadi dengan hubungannya dan Malika,kalau kekasinya itu tau bahwa dia tidak sengaja sudah bermalam dengan adiknya.
Saat sedang asik melamun,dia dikagetkan dengan tepukan di pundaknya,dan pelakunya adalah sang sahabat sekaligus asisten pribadinya.
__ADS_1
"Rese luh,ngagetin aja." kesal Azka.
"Abisnya luh ngapain bengong di pinggir jalan."
"Terus ini kenpa lo bisa jadi kayak gini?" tanya Rizky dengan penasaran.
"Entar aja gue kasih taunya,sekarang lo anterin gue dulu ke rumah sakit,dan jangan lupa suruh orang bengkel bawa mobil gue!"
Azka berjalan menuju mobil Rizky,dan duduk di kursi belakang.
Sepanjang jalan Azka menceritakan semuanya yang terjadi padanya.
Rizky terkejut bukan main,saat Azka memberi tahunya masalah antara dia dan Alika.
"Menurut lo gue harus gimana.?" tanya Azka.
"Hmmm...menurut gue lo harus jujur dan tanggung jawab sama keluarga Alika.karna bagaimanapun lo udah ngelakuin hal yang tak seharusnya itu." masukan Rizky
"Kalau gue tanggung jawab terus gimana hubungan gue sama Malika?"
"Tau ah,jadi ikutan binggung gue.Tapi yang jadi pertanyaan gue,siapa yang udah masukin obat itu ke minuman lo?" tanya Azka dengan kebingungan.
"Gue juga ga tau.Akhh ...pusing gue.cepetan napa pala gue udah nyut nyutan nie."
"iya sabar,bentar lagi sampe ko."
Maaf masih pemula
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan cara like dan commennya.
Terima kasih 😊