
Hari minggu itu, Gafa memanfaatkannya dengan bermain bersama putra kesayangannya. Ia membawa Elzan kesalah satu mall yang ada dikota tersebut.
" Elzan senang?" tanya Gafa sembari mendekati putranya yang tengah bermain perosotan.
" Suka banget Om, makasih ya," jawab Elzan yang terlihat ceria.
" Iya, om juga seneng banget bisa nemeni Elzan main. Pasti Elzan juga sering kesini kan?"
" Nggak Om. Elzan jarang kesini karena bunda sibuk kerja. Coba ada ayah, pasti Elzan seneng banget," jawab Elzan dengan wajah yang berubah muram.
Melihat itu membuat Gafa menjadi semakin bersalah. Pasti selama ini Elzan merindukan sosok ayah yang selama ini tak berada disampingnya.
" Om kok nangis? Sini aku hapusin," ucap Elzan lalu menyeka air mata Gafa dengan tangan kecilnya.
" Kata bunda jadi cowok itu nggak boleh cengeng om jadi harus kuat," ucap Elzan dengan bergaya memamerkan otot tangannya yang membuat Gafa tersenyum.
" Iya sayang, jadi cowok harus kuat. Elzan jarang nangis kan?"
" Dulu sering Om karena teman-teman sering ejekin Elzan anak haram karena nggak punya ayah. Padahal kan Elzan anak bunda bukan anak haram."
Gafa langsung memeluk Elzan dengan erat. Begitu tidak bergunanya dia selama ini sebagai seorang ayah hingga anaknya harus menanggung hinaan karena dirinya.
__ADS_1
" Om sayang banget sama Elzan. Sayang banget."
Disaat Gafa sedang merasa terharu tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia segera membukanya dan ternyata ada chat dari Kyrana.
Tolong bawa Elzan pulang sekarang. Ini sudah saatnya tidur siang.
Gafa segera mengajak Elzan makan siang sebelum mereka pulang. Bahkan Gafa membungkuskan Udang krispi yang menjadi makanan favorit Kyrana.
Begitu sampai dirumah, Elzan langsung memeluk bundanya yang sudah menunggu didepan teras. Gafa menatap Kyrana yang terlihat lebih cantik dengan dress kuning tua yang dipakainya. Bahkan tampak riasan ringan yang menghiasi wajah manis Kyrana.
" Elzan capek?"
" Nggak bunda. Elzan malah seneng banget bisa main dan jalan-jalan sama om ganteng. Oh ya bunda, tadi pas makan om ganteng bawain bunda udang krispi loh! Om ganteng keren ya bisa tahu makanan kesukaan bunda."
" Siap bunda tapi bunda bilang terima kasih dulu dong sama om ganteng."
Kyrana agak gelagapan dengan permintaan Elzan. Ia pun menatap Gafa yang terlihat makin tampan dengan pakaian santainya. Bahkan ayah dari putranya itu terlihat seperti anak kuliahan.
" Terima kasih ya karena udah bawain saya makanan," ucap Kyrana sedatar mungkin lalu mengantar Elzan kekamarnya.
Gafa menunggu Kyrana diruang tamu dan tak lama Kyrana keluar dari kamar Elzan.
__ADS_1
" Kamu mau pergi Ky?"
" Iya, aku mau pergi nyari cincin sama mas Yandri."
" Kamu mau tunangan sama dia?"
" Mas Yandri mau melamarku dan langsung menikah."
" Kamu yakin Ky ini nggak kecepetan dan bukannya aku udah bilang sana kamu kalau aku nggak mau Elzan punya ayah tiri!"
" Dan aku juga udah bilang sama kamu ya Gaf untuk nggak mencampuri urusanku tapi kamu tenang aja karna aku akan tetap bilang ke Elzan kalau kamu adalah ayah kandungnya."
Gafa yang kesal pun menarik tangan Kyrana menuju kamarnya. Ia mendorong Kyrana keranjang lalu mengunci kamar tersebut.
" Gaf buka pintunya! Kamu jangan macem-macem ya!" Ancam Kyrana yang mulai takut.
Perlahan Gafa mendekati Kyrana sambil membuka jaketnya. Kyrana pun mundur perlahan hingga ia tersudut ditembok.
" Gaf, lepasin aku," ucap Kyrana ketakutan.
Tanpa diduga, Gafa langsung memeluk Kyrana dengan erat.
__ADS_1
" Apa kamu nggak merindukanku Jy