
Gafa meninjau proyek dengan ditemani beberapa orang bawahannya yang bertanggung jawab atas proyek mall tersebut.
" Nita, kamu sudah bawa laporannya?"
" Sudah Tuan muda. Saya menaruhnya diruang kerja Tuan muda."
" Oke, kamu pelajari semuanya setelah itu kamu langsung kirim kesaya. Saya mau semuanya jelas dan terperinci."
" Baik Tuan muda. Akan segera saya laksanakan. Apa Tuan muda ingin makan siang dulu?"
" Hemmm, kamu temani saya makan siang dulu.
" Iya Tuan muda. Saya akan menelfon sopir dulu."
Setelah itu Gafa dan Nita sekretarisnya menuju restoran untuk makan siang. Terlihat dua orang yang tengah berbisik dengan wajah panik.
" Bagaimana ini Har kalau sampai bos besar tahu tentang korupsi yang kita lakukan?" tanya Nurdi yang merupakan mandor proyek.
" Udah Di, kamu tenang saja. Aku udah menyiapkan rencana B untuk kita. Ya sudah kita jalan dulu sebelum bos datang."
****
Siang itu Kyrana meluangkan waktunya untuk menjemput Elzan pulang sekolah. Kyrana ingin mengajak Elzan makan direstoran karena ia kemarin belum sempat merayakan hari ultahnya bersama Elzan.
" Bunda! Bunda jemput Elzan?" Teriak Elzan kegirangan karena biasanya ia akan dijemput oleh pengasuhnya.
" Iya sayang. Hari ini bunda pengen ngajak Elzan makan-makan enak direstoran kan kemarin pas bunda ultah, bunda belum sempat ngrayain sama Elzan."
" Yeeyyy....Elzan makan-makan sama bunda."
Kyrana tersenyum melihat Elzan yang kegirangan.
" Ya udah sekarang Elzan pakai jaket sama helmnya karena kita mau berangkat. Elzan siap?"
" Siap Bunda. Jalan...."
__ADS_1
Kyrana mulai melajukan motornya menuju restoran yang ia datangi semalam bersama Yandri.
" Kita sudah sampai sayang. Yuk turun."
Kyrana masuk restoran sambil menggandeng tangan Elzan. Ia lansung diarahkan kemeja yang sudah ia pesan sebelumnya. Ia sengaja memilih meja yang dekat dengan kolam ikan agar Elzan senang.
" Elzan, kita duduk disini ya sambil nunggu makanan kita datang. Bunda udah pesanin ayam goreng krispi kesukaan Elzan."
" Iya Bunda. Oh ya Bunda, tadi Elzan disuruh bu guru buat gambar."
" Oh ya? Emangnya Elzan gambar apa? Bunda boleh lihat?"
Elzan tersenyum senang lalu dengan tidak sabar menunjukkan gambar yang ia buat tadi.
Kyrana cukup terkejut dengan gambar yang dibuat Elzan.
" Elzan ini gambar apa?"
" Itu gambar Bunda, Elzan sama ayah. Ayah pulangnya masih lama ya Bunda? Elzan suka iri kalau lihat teman-teman Elzan yang diantar sekolah sama ayahnya. Elzan sedih karena teman- teman suka ngejekin Elzan nggak punya ayah. Padahal kan Elzan punya ayah tapi ayah pergi kerjanya lama banget," ucap Elzan sedih.
" Elzan jangan sedih ya? Kan disini udah ada bunda yang akan selalu menemani Elzan. Sekarang kita makan ya nanti ayam gorengnya nangis loh kalau nggak dimakan."
Elzan mengangguk pelan lalu mulai memakan ayam gorengnya. Kyrana tak bisa membendung air matanya lagi yang terus saja menetes.
" Bunda kok nangis? Elzan udah bukin bunda sedih ya?"
" Nggak kok sayang. Ini mata bunda tiba-tiba perih. Bunda ketoilet dulu ya? Elzan habisin makannya dan jangan kemana-mana."
Kyrana berjalan terburu-buru menuju toilet. Ia harus bisa menguasai dirinya sendiri agar Elzan tak melihat kesedihannya saat ini.
Sementara itu Elzan yang cukup lama menunggu bundanya memilih melihat kolam ikan. Ia begitu senang sambil berlari kecil mengelilingi kolam kecil itu.
Bughhh
Elzan yang kurang berhati-hati pun terjatuh saat kakinya menyandung batu. Suara tangisan Elzan membuat seorang pria yang sedang berjalan menuju pintu keluar mengalihkan perhatiannya kearah Elzan.
__ADS_1
Entah mengapa kaki Gafa bergerak menuju kearah Elzan. Gafa menunduk untuk melihat keadaan anak kecil itu.
" Adek kenapa kok lututnya bisa berdarah gitu?"
" Huwaaaa...sakit om," jawab Elzan dengan disertai tangis.
Deggg
Jantung Gafa langsung berdetak kencang saat wajah anak kecil itu menatap dirinya.
Kenapa wajah anak kecil ini mirip banget sama aku waktu kecil? Mungkinkah sama?"
"Huwaaaa..."
Suara tangisan anak kecil itu membuyarkan lamunan Gafa.
" Udah adek tenang ya biar om obatin. Ibu kamu mana kok sendirian disini?"
" Bundaku lagi ke toilet om."
Gafa segera menyuruh Nita untuk mengambilkan kotak P3K dimobil. Gafa mulai mengobati luka Elzan dengan hati- hati.
" Udah selesai. Sekarang jangan nangis lagi. Cowok nggak boleh cengeng. Oh ya nama kamu siapa?"
" Elzan. Kalau om?"
" Panggil aja om ganteng, hehe..."
" Makasih ya om ganteng. Lah itu bundaku om." Teriak Elzan sambil menunjuk kearah wanita yang sedang menunduk.
Gafa memperhatikan wanita yang ditunjuk Elzan namun wajahnya tak terlihat karena tertutup oleh rambut panjangnya.
" Tuan muda gawat! Ada masalah serius diproyek," ucap Nita dengan panik.
Gafa yang memang harus pergi terpaksa meninggalkan Elzan. Padahal hati kecilnya mengatakan masih ingin berlama-lama dengan anak kecil yang baru dikenalnya barusan.
__ADS_1
Bersambung....