
Gafa sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ia pun masih menggunakan kursi roda dan harus menjalani terapi untuk mempercepat kesembuhannya.
Kyrana pun harus rajin mengecek kondisi Gafa selama masih dalam proses penyembuhan.
Seperti pada siang hari itu, Kyrana pergi ke kontrakan Gafa untuk melakukan pemeriksaan.
Ting tong
Begitu pintu dibuka, Kyrana langsung disambut dengan senyuman manis yang membuat wajah Gafa semakin terlihat tampan.
" Silahkan masuk dok. Aku sudah dari tadi menunggumu."
Kyrana masuk dan ia langsung mengeluarkan peralatannya.
" Tidak usah buru-buru dok. Apa dokter tidak ingin minum dulu?"
" Terima kasih Tuan atas tawarannya. Saya harus segera melakukan tugas saya karena saya juga harus segera kerumah sakit untuk memeriksa pasien saya yang lain."
" Ohh..dokter tidak perlu khawatir soal itu karena saya sudah meminta langsung pada pihak rumah sakit agar anda menjadi dokter pribadi saya."
Kyrana kaget dan menatap Gafa dengan tak suka. Gafa berjalan mendekati Kyrana dengan menggunakan tongkatnya.
" Tolong bantu aku berjalan Ky. Kakiku sakit sekali."
Kyrana terpaksa menghampiri Gafa lalu membantu Gafa berjalan menuju kamarnya. Gafa menghentikan langkahnya lalu menatap Kyrana dengan intens. Matanya menelusuri wajah Kyrana hingga pandangannya berakhir dibibir chery milik Kyrana.
" Ayo jalan. Kenapa berhenti?"
" Apa kau tidak merindukanku Ky?"
" Jangan membahas masa lalu Gaf. Aku disini hanya karena tugasku sebagai seorang dokter!"
__ADS_1
Gafa tersenyum lalu tangannya bergerak mengusap pipi halus Kyrana.
" Aku sangat bangga padamu. Kau bisa meraih cita-citamu untuk menjadi dokter."
Mereka saling bersitatap dan tanpa sadar wajah Gafa sudah mendekat ingin mencium bibir Kyrana.
Cup
Gafa mengecup bibir Kyrana dengan sedikit memberi *******. Kyrana yang kaget pun mendorong Gafa hingga pria itu terjatuh.
" Hah...Kamu apa-apan sih Gaf! Ingat kita sudah bercerai dan aku juga sudah memiliki calon suami jadi jangan mengangguku lagi! " Teriak Kyrana marah dengan sikap kurang ajar Gafa.
Gafa pun meringis sambil memijat kakinya yang terasa nyilu. Kyrana yang sebebarnya sudah sangat kesal pun terpaksa membantu Gafa demi kewajibannya.
Ia menunduk dan bermaksud membantu Gafa berdiri namun Gafa menghentikan pergerakan tangannya.
" Kau sudah punya calon suami? Kau sudah melupakanku?"
" Kamu yang mengkhianatiku dengan lelaki lain. Bahkan kamu berpelukan dengannya!"
Sepasang mantan suami istri itu saling menatap dengan penuh luka.
Kyrana melanjutkan tugasnya memeriksa Gafa sampai selesai.
" Semua sudah selesai. Beritahu aku jika ada keluhan."
" Mulai besok kamu tidak perlu kemari. Aku akan meminta dokter lain untuk menggantikanmu."
" Baguslah. Aku senang mendengarnya," jawab Kyrana lalu pamit.
Aku tidak akan melepasmu Kyrana. Aku akan terus mengawasimu.
__ADS_1
****
Malam itu Yandri kerumah Kyrana karena ia sedang libur jualan.
" Elzan sudah tidur ya Ky?"
" Iya Mas. Tadi dia nggak tidur siang makanya dia tidur awal."
" Padahal aku bawain mainan buat dia tapi ya sudahlah. Besok saja aku berikan."
" Makasih ya Mas karena kamu udah perhatian banget sama Elzan."
" Aku memang menyayangi Elzan. Bahkan dia sudah seperti anakku sendiri."
Kyrana meremas jarinya. Mungkin tidak ada salahnya jika ia memberikan kesempatan pada Yandri. Toh lelaki itu yang selalu berada disampingnya dalam suka duka. Mungkin ini juga salah satu cara agar Gafa tidak mendekatinya dan melindungi Elzan.
" Kamu kenapa Ky?"
" Ehmmm...Mas, apa kamu masih mencintaiku?"
" Tentu saja Ky bahkan perasaanku sama nggak berkurang meskipun kamu selalu menolakku."
" A....aku ingin memberimu kesempatan Mas. Aku akan belajar mencintaimu."
Yandri tampak terkejut. Ia pun mendekati Kyrana dan terduduk didepannya. Ia menggenngam tangan Kyrana dengan kuat.
" Terima kasih Ky. Aku janji aku akan selalu mencintaimu dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kamu berikan."
Kyrana mengangguk pelan. Ia berharap tak salah dalam mengambil keputusan.
Bersambung....
__ADS_1