Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Mabuk


__ADS_3

Gafa membuka pintu kamar Tifana dengan kasar hingga membuat gadis itu terlonjat kaget.


" Kamu kenapa sih sayang? Pelan-pelan dong kalau mau buka pintu."


Gafa tak menjawab dan malah menunjukkan ekspresi wajah kemarahan yang baru pertama kali ia lihat.


Dengan gerakan cepat, ia meraih lengan Tifana dengan cukup kuat yang tentunya makin membuat Tifana kaget.


" Kamu kenapa sih sayang? Jangan nakutin aku deh."


" Awalnya aku mencoba untuk tidak percaya dan menahan diri Fan saat tahu bahwa ternyata kamulah orang yang berada dibalik kejahatan yang menimpa Kyrana. Kenapa kamu melakukannya Fan? Kenapa? Bagaimana jika aku datang terlambat dan pria brengsek itu berhasil menodai Kyrana!" Teriak Gafa memenuhi sudut ruang kamar itu.


Tifana benar-benar ketakutan. Selama menjalin hubungan baru kali ini dia mendapati kemarahan Gafa.


" Jawab Fan! Jangan diam saja!"


" Yah aku memang melakukannya. Aku nggak mau kehilangan kamu lagi Gaf. Semenjak aku disini, kamu nggak pernah perhatian sama aku seolah aku nggak ada dan itu pasti karena kamu terhasut omongan Kyrana yang ingin merebutmu dariku lagi!"


" Tapi kenapa kamu harus berbuat jahat padanya Fan?"


" Kamu bilang aku jahat Gaf? Kamu lebih jahat dariku Gaf. Aku rela mengorbankan apapun demi bisa sama kamu. Tapi apa? Dengan tanpa berdosa kamu khianatin aku Gaf. Hatiku sakit tapi aku tetap coba menerima keadaan karna aku terlalu mencintaimu Gaf."


Gafa melepaskan tangannya dengan perlahan. Dia sadar, dia telah menyakiti dua hati wanita sekaligus. Gafa keluar dari kamar Tifana tanpa mengatakan apa pun lagi.

__ADS_1


****


" Mas, satu gelas lagi!" Teriak Yandri dengan kacau.


Hatinya begitu sakit kala menerima kenyataan bahwa calon istrinya telah menyerahkan tubuhnya pada pria yang merupakan mantan suaminya.


Awalnya dia begitu marah dan timbul niat buruk pada Kyrana namun seketika ia sadar saat melihat wajah ketakutan Kyrana yang memohon padanya.


Dan kini minuman keraslah yang akhirnya menjadi tempat pelampiasannya. Minuman yang baru pertama kali ia coba seumur hidupnya.


Beberapa kali Yandri meminta tambah hingga ia tak lagi kuat menahan tubuhnya. Ia mengingau dan terus mengatakan bahwa dirinya adalah laki-laki bodoh.


Petugas cafe pun terpaksa mengeluarkan Yandri dan meninggalkannya ditepi jalan karna tak tahu harus membawa pria itu kemana.


" Aku kok kayak pernah lihat cowok itu sih? Tapi dimana ya?" Tifana terus mengingat hingga ia teringat jika pria itu adalah orang yang tempo hari meminta ganti rugi padanya.


Karena merasa tak ada urusan, Tifana pun cuek namun tiba-tiba ia mendengar suara benda jatuh. Tifana menoleh untuk memeriksanya dan ternyata ia melihat jika pria itu sudah tak sadarkan diri.


Merasa tak tega, Tifana pun terpaksa membawa pria itu kedalam mobilnya.


" Huh harus kubawa kemana dia? Niat mau cari angin buat ngilangin stress ini justru malah dapat musibah baru." Gerutu Tifana.


Tifana membawa Yandri kehotel. Ia juga meminta petugas room untuk menggantikan baju Yandri yang terkena mutahan. Sepertinya malam ini ia juga harus menginap dihotel karna dia tak mungkin meninggalkan pria kacau itu sendirian.

__ADS_1


****


Gafa mengetuk pintu rumah Kyrana perlahan karna hari sudah begitu malam.


Ceklek


Kyrana kaget mendapati Gafa yang mengetuk pintunya padahal sudah jam satu dini hari.


" Kamu kenapa Gaf malam-malam kesini?"


Gafa terlihat berantakan dan tanpa permisi ia menggeser tubuh Kyrana agar bisa masuk kerumah.


" Gaf, ini sudah malam. Besok saja kalau mau ketemu Elzan."


Gafa berbalik mendekati Kyrana hingga membuat Kyrana cemas jika Gafa meminta hal itu darinya.


" Aku sedang tidak ingin pulang. Boleh aku menginap satu malam saja?"


" Nggak bisa Gaf, aku ngg...."


" Ssstttt...aku tidur diruang tamu saja. Kamu masuk kamar lagi dan kunci pintunya jika kamu takut aku berbuat khilaf."


Gafa membelakangi Kyrana lalu segera merebahkan tubuhnya dikursi panjang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2