
Yandri mengantar Tifana ke tempat kostnya. Ia cukup kaget karena ternyata Tifana hanya tinggal disebuah kost-kostan. Sangat terbalik jika dilihat dari penampilan gadis itu yang cukup elegan.
" Kamu tinggal disini? "
" Iya, ngomong-ngomong makasih ya karna kamu sudah nolongin aku. Kamu mau mampir dulu? Biar aku bikinin minum." Tawar Tifana yang diangguki Yandri.
Yandri duduk diatasi karpet yang cukup nyaman. Ia mengamati setiap sudut kamar Tifana. Jujur saja ia begitu penasaran dengan gadis itu.
" Nih minumnya Mas. " ucap Tifana mengagetkan Yandri.
" Makasih ya Fan. Ngomong-ngomong ibu kost kamu nggak marah kan kalau aku didalam kamar kamu? "
" Ini kost bebas kok Mas jadi nyantai aja. Kamu nggak nyaman ya ada disini? Disini kan tempatnya jelek. "
" Enggak kok Fan,aku nyaman aja. Ehmmm... kalau boleh aku tahu, kamu kerja dimana? "
__ADS_1
Tifana diam sambil menatap langit-langit kamarnya. Hatinya begitu sakit jika mengingat Gafa. Lelaki yang sudah ia pacari sejak mereka masih duduk dibangku SMA. Namun ia harus kehilangan Gafa kedua kalinya karena ia lebih memilih kembali pada mantan istrinya. Tak terasa air mata Tifana pun menetes dan Yandri melihatnya.
" Kamu kok nangis Dan? Pertanyaanku salah ya? "
" Nggak kok Mas. Kamu tanya tentang kerjaanku dan itu mengingatkanku pada sesuatu yang membuatku benci," ucap Tifana dengan sedikit emosi.
Yandri mendekati Tifana dan mengusap punggung gadis cantik itu agar tenang.
" Maaf ya Fan. Aku nggak bermaksud mengingatkanmu, aku hanya prihatin waktu lihat kamu mabuk hingga pingsan dijalanan jadi itu membuatku ingin tahu tentang kamu lebih jauh. "
Tifana menatap Yandri lekat-lekat.
Yandri tersenyum mendengar jawaban Tifana yang menurutnya sangat percaya diri itu.
" Kenapa senyum? " tanya Tifana merasa aneh.
__ADS_1
" Aku sama sekali nggak menyukaimu nona manis. Aku juga punya seseorang yang aku cintai walaupun kini dia sudah tak mungkin jadi milikku, tapi aku berusaha untuk menerima semua ini. Mungkin dia memang bukan jodohku jadi sekuat apapun aku berusaha aku nggak mungkin mendapatkannya. "
Tifana menatap Yandri yang terlihat tegar. Ia merasa lelaki yang belum lama dikenalnya itu terlihat dewasa dengan sikapnya.
" Dulu aku bekerja sebagai sekretaris kekasihku. Aku dan dia berhubungan sejak masih SMA. Saat itu dia memperkosa salah satu siswi disekolahku sampai hamil dan akhirnya mereka menikah namun aku dan dia masih berhubungan karena dia juga nggak cinta sama istrinya. Suatu hari mereka bercerai dan kami menjalin hubungan lagi tanpa halangan dan saat dia tugas keluar kota, dia bertemu lagi dengan mantan istrinya dan mereka pun kembali bersama. Aku jelas kecewa berat Mas. Dia ngebuang aku gitu aja. Dia tega berbahagia diatas penderitaanku."
Yandri merasa cerita Tifana sedikit sama dengan cerita Gafa dan Kyrana. Namun mungkin itu cuma kebetulan.
Yandri menatap Kyrana yang terlihat kecewa dan seperti dendam dengan seseorang.
" Sudah Fan, kamu juga harus ngiklasin dia. Mungkin dia bukan jodoh kamu dan pastinya yang Diatas sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik buat kamu. Ya sudah sekarang kamu istirahat ya. Aku mau pulang dulu soalnya mau kepasar. "
" Ya Mas, makasih ya usah nemenin aku. "
" Iya, ntar malam aku kesini buat bawain martabak. "
__ADS_1
Yandri kembali mengusap punggung Tifana sebelum ia keluar dari kamar kost Tifana.
bersambung....