Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Episode 5


__ADS_3

Di sisi lain orang yang di tatap dengan pandangan cemburu itu sedang ngobrol cukup akrab dengan wanita yang baru pertama Malika lihat.


"Ka,lo harus sabar..Inget tuhan hanya menguji orang orang yang menurut dia mampu.Dan orang yang di uji jika dia lulus dalam ujiannya maka di pastikan dia akan naik derajatnya.So jadi sabar oke!!😁👌" Alika masih berusaha meredamkan amarah Malika.


Malika hanya menghembuskan nafasnya secara pelan,untuk meredam emosinya.


Disaat Malika sedang berusaha meredamkan amarahnya,tanpa dia sadari orang yang tadi di perhatikan dan sudah berhasil membangkitkan emosinya sdang berjalan beriringan menuju mereka.


"Ka,lihat mereka mau ke sini!" tunjuk Alika dengan menggunakan dagu dan matanya.


Malika mengikuti arahan mata sang adik.


"Haisss....bener dek,kenapa coba mereka malah ke sini.Bikin tambah badmood aja." kesal Malika.


Tak berapa lama Azka dan wanita itu sudah sampai di depan mereka.


Malika dan Alika berusaha menetralkan mimik wajah mereka seperti biasa.


"Hy..." sapa Azka pada Malika dan Alika.


"Hy juga." jawab mereka serempak


"Kenalin,dia adalah nona Ralinia salah satu model yang bekerja sama dengan perusahaan Wijaya corp.Dia berasal dari sebuah agensi di kota L.A" jelas Azka pada Malika dan Alika.


Mereka bejabat tangan sambil saling memgenalkan diri.


"Alika." ucap nya secara singkat,tetap di sertai senyuman.


"Hy saya Malika.Saya juga salah satu model yang bekerja sama dengan Wijaya Corp." kenal Malika dengan senyum yang di buat semanis dan se sexy mungkin.


"Hy juga,saya Ralinia Model sekaligus teman masa kecil Azka." jawab Ralinia.


Malika di buat terkejut dengan pernyataan wanita itu.seingat dia Azka belum pernah cerita tentang dia yang mempunyai teman ataupun sahabat wanita.


Malika berusaha mengotrol emosinya yang akan meluap agar tetap terlihat tenang.


Azka yang mengetahui bahwa Malika sedang salah paham mencoba untuk menjelaskan.


"Iya maaf sayang,aku lupa buat cerita tentang dia.Dia itu anak dari temen bisnisnya papah,jadi dari kecil aku,Ralinia,serta Rizky udah berteman."


Ralinia yang mendengar Azka memanggil wanita yang berdiri di hadapannya dengan panggilan sayang merasa kaget dan kesal.Lain halnya dengan Malika di dalam hatinya dia bersorak karna Azka secara tidak langsung menjelaskan status mereka pada teman wanita nya itu.


(jadi dia pacarnya Azka,tapi kenapa tante Nadifah sama om Wijaya bilang kalau Azka masih sendiri.Apa mereka backstreet?) ucap Ralinia dalam hatinya.

__ADS_1


(liat saja nanti aku akan pastiin Azka hanya bisa jadi milikku.Bagaimanapun caranya akupastikan hubungan mereka akan berakhir.) lanjut Ralinia bermonolog sendiri di dalam hatinya.


Ralinia mulai memikirkan cara agar Azka dan kekasihnya putus dan bisa menjadi memiliki Azka seutuhnya.Matanya ikut meneliti Malika yang masih asik memgobrol dengan Azka dari atas sampai bawah,dan memperhatikan ke akraban yang terjallin di antara sepasang kekasih tersebut.


"Kheem..saya permisi untuk ke toilet dulu." ucap Ralinia saat dirinya sudah menemukan sebuah ide.


"Iya silahkan." jawab Malika dan Alika serempak,sedangkan Azka hanya menganggukan kepala saja.


Saat Ralinia pergi menjauhi mereka Azka mulai menceritakan awal pertemanan mereka pada Malika dan Alika.


Tak berselang lama Ralinia kembali mendekati mereka.Tapi dia tidak sendiri melainkan membawa satu pelayan yang membawa nampan yang berisi berbagai minuman.


"Ini saya bawakan minuman,buat nemenin ngobrol-ngobrolnya." berucap di barengi dengan senyuman yang di buat setulus mungkin.


"Ini buat kamu Azka,minuman ke sukaan mu." lanjut Ralinia sambil menyodorkan segelas jus jeruk.


"Makasih Ran." ucap Azka singkat


"Dan karna saya tidak tau minuman kesukaan nona Malika dan nona Alika,jadi saya bawa banyak jenis minuman lain nya."


"Terimakasih nona Ralinia." jawab sodara kembar tersebut,dengan tangan mengambil minuman yang di sodorkan di depan mereka.


(kita liat saja nanti siapa yang akan tersenyum). batin Ralinia.


Mereka minum tanpa curiga sama sekali.Tak berselang lama si kembar izin untuk pergi ke toilet,atau lebih tepatnya Alika yang mengantar Malika ke toilet.


"Baiklah aku tunggu di sini aja yah sayang." Azka menjawab.


"Dek,anterin gue yuk?" pinta Malika.


"Hem baiklah tuan putri." ucapnya sedikit mendengus.


saat si kembar pergi ke toilet Azka pun pergi meninggal kan Ralinia sendiri untuk menyapa para rekan bisnisnya.


Saat tengah asik mengobrol dengan rekan bisnisnya Azka merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya.Dia merasakan kepalanya sedikit berat dan badannya menjadi panas.


(kenapa badan gue jadi ga enak gini sih?) batin Azka.


"Saya permisi dulu." ucap Azka pada rekan bisnisnya.


Azka juga berpamitan untuk istirahat kepada ke dua orang tuanya.Dia melanjutkan langkahnya menuju sebuah kamar.


Saat sudah sampai di dalam kamar perasannya semakin tak karuan.Dia baru tau itu pengaruh dari obat perangsang saat dia sadar bahwa senjata yang berbahaya biat masa depannya sudah terbangun.

__ADS_1


"Shit...gimana bisa jadi seperti ini." umpat Azka


"Siapa yang udah berani bikin gue kayak gini?" lanjutnya dengan nafas yang sudah tersenggal senggal.


Azka mencoba menghubungi Malika untuk membantunya.karna mereka sudah beberapa kali melakukan hubungan suami istri jadi Azka merasa sudah tidak sungkan lagi dengan Malika.


sambungan telpon tersambung.


"Hallo pak Azka,ada perlu dengan ka Malika?" tanya Alika dengan bahasa yang formal


"Sayang.....Tolongin aku." ucap Azka dengan suara parau.


Azka tidak sadar bahwa yang menjawab telpon ternyata Alika.sebab pas Malika ke toilet dia menitipkan tas nya pada Alika.


"Memang apa yang terjadi pak Azka?" tanya Alika dengan perasaan binggung.


"Plis tolongin aku,sekarang aku lagi di dalam kamar hotel no 1999.Cepat yah sayang aku udah ga kuat banget.Akh..."


sambungan telpon terputus


Alika bingung dia harus berbuat apa.Kakaknya tadi habis dari toilet langsung pergi,dan bilang ada beberapa wartawan yang akan mewawancarainya.


Alika pun berjalan dengan tergesa gesa memcari keberadaan sang kakak,tapi dia tidak dapat menemukannya.


Karna sedikit khawatir dan juga penasaran apa yang terjadi dengan kekasih kakaknya, akhirnya Alika memberanikan diri untuk datang ke tempat yang di maksud oleh Azka.


Sesampainya di depan pintu kamar yang di maksud Azka Alika berkali kali mengetuk pintu kamar tersebut tapi tidak ada yang menjawannya.


"Permisi pak Azka,apa anda baik baik saja?" tanya Alika sambil mencoba membuka pintu kamar.


Pintu dapat dengan mudah Alika buka.Dia berjalan mencoba mencari orang yang tadi minta tolong.


"Ko gelap sih,apa pak Azka sudah pergi yah?lah ini apaan?" tanyanya pada diri sendiri.


Alika mengambil benda yang tidak sengaja terinjak.Karna penasaran dia mencoba mencari saklar lampu.saat lampu sudah menyala dia pun di buat terkejut dengan keadaan kamar itu.


"Kenapa bisa berantakan begini,dan ini juga baju siapa ko bisa ada di bawah?" tanya Alika dengan wajah kaget nya.


"Sayang kamu udah datang??" tanya Azka dengan suara parau seperti sedang menahan sesuatu.


Alika terkejut mendengar suara dari belakang tubuhnya.keterkejutan bertambah saat sepasang tangan memeluknya dengan erat dari belakang.


**Maaf masih pemula.

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara like dan commennya**.


Terima kasih 😊


__ADS_2