
Pagi itu Gafa terbangun sedangkan Kyrana masih tertidur sambil membelakanginya. Ia pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Gafa turun ke dapur demi membuatkan sesuatu untuk Kyrana. Ia merasa bersalah karena telah membuat Kyrana menunggu kepulangannya hingga larut malam. Apalagi semalam mereka sampai berdebat.
Ia menghargai Kyrana sebagai istrinya tapi ia juga belum bisa jika harus diminta untuk menjauhi Tifana yang telah bersamanya selama satu setengah tahun.
Gafa membuka kulkas lalu mengambil telur, paha ayam dan bahan untuk sayur sup. Gafa mulai memotong sayuran dan membumbui ayam untuk dibuat gorengan krispi.
Ini adalah pertama kali ia memasak untuk orang lain. Tifana pun belum pernah merasakan masakan dirinya.
" Mas, kamu ngapain?" tanya Kyrana tiba-tiba yang membuat Gafa kaget.
" Kamu udah bangun tow? Sana mandi dulu terus kita sarapan," ucap Gafa lalu kembali fokus pada masakannya.
" Ka....kamu masak Mas?" tanya Kyrana penasaran.
Gafa mendekati Kyrana lalu mendorong istrinya agar kembali ke kamar.
" Udah sana cepetan mandi!"
Selesai dengan masakannya, Gafa langsung menatanya diatas meja makan. Ia pun naik keatas untuk mandi. Ia membuka pintu dan mendapati istrinya yang masih duduk didepan cermin sambil menyisir rambutnya.
" Kamu tunggu aku ya. Aku mandi dulu, nanti kita turun sama-sama."
Selesai mandi, mereka turun berdua untuk sarapan.
__ADS_1
" Ayo makan, cobain masakan aku deh."
" Kamu beneran yang masak semua ini Mas?"
" Tadi kamu lihat sendiri kan pas kamu nyamperin aku di dapur. Udah ayo makan, ntar keburu dingin."
Kyrana pun mengambilkan makanan untuk suaminya lalu baru dirinya. Ia mulai menyuap makanan kedalam mulutnya. Ia tersenyum tipis begitu merasakan hasil karya suaminya.
" Gimana? Enak nggak?"
" Enak kok Mas. Aku nggak nyangka anak laki-laki dari keluarga kaya seperti kamu bisa masak," ucap Kyrana bangga dengan sisi lain dari suaminya.
" Iyalah, mama yang ngajarin aku. Dini yang cewek aja kalah ama aku, mungkin karna papa terlalu memanjakan dia. Oh ya semalem kamu pulang dianter siapa?"
" Ohh gitu. Ehmm Ky, kamu nggak mau ngasih hadiah gitu ke aku karna aku udah bikinin sarapan buat kamu?"
" Kamu udah punya semua kan Mas? Terus apa yang mau aku kasih kekamu?" jawab Kyrana serius.
" Haha...santai aja, aku cuma bercanda. Sebenarnya ini bentuk perminta maafkan aku kekamu karna soal semalam," ucap Gafa sambil menggenggam tangan Kyrana.
" Iya Mas. Aku sadar diri kok jadi mulai sekarang aku tidak akan mencampuri urusan pribadi kamu, terutama soal Tifana, tapi aku minta kamu jangan masukkan Tifana kedalam rumah ini."
Cup
Gafa mengecup bibir Kyrana dengan lembut.
__ADS_1
" Makasih ya Ky, aku janji akan adil pada kamu dan Tifana dan aku nggak akan membawa Tifana kesini lagi. Oh ya kita berenang yuk! Masak punya kolam renang belum pernah dipakai."
" Tapi aku nggak bisa berenang Gaf."
" Tenang aja nanti aku ajarin kamu. Lagian kolamnya juga nggak dalam, paling cuma sebatas leher kamu. Jadi kamu nggak akan tenggelam."
Selesai makan, Gafa dan Kyrana segera masuk kamar untuk berganti baju. Kyrana bingung harus memakai apa karna dia tidak punya baju renang. Ia pun memilih memakai kaos dan celana pendek.
" Kamu kok pakai itu Ky?" tanya Gafa heran.
" Aku nggak punya baju renang. Pakai ini nggak masalah kan?"
Gafa pun membuka lemari lalu mulai memilih apa yang akan dipakai Kyrana. Ia pun tersenyum lalu mengambil sepasang pakaian dalam warna biru muda.
" Kamu pakai ini aja Ky."
" Kamu nggak salah Mas! Masak aku pakai ginian? Nanti kalau ada yang lihat gimana?"
" Jangan lebay ah Ky, disini itu cuma ada kita berdua. Disini aman jadi aku jamin nggak ada yang ngintipin kita."
Akhirnya Kyrana menurut lalu mengganti bajunya dengan dalaman yang diambil Gafa. Saat keluar, Gafa pun melotot saat melihat Kyrana dengan dalaman birunya.
Ia pun segera menarik tangan Kyrana keluar menuju kolam renang.
Bersambung.....
__ADS_1