
Malam itu Kyrana terlihat sangat cantik walaupun ia hanya memakai dress polos warna putih tulang. Wajahnya pun hanya dihiasi dengan make up tipis yang membuat wajah aslinya makin mempesona.
" Kamu cantik banget Ky dan terlihat berbeda." Puji Yandri saat mereka menikmati makan malam disebuah restoran.
" Iya Mas, makasih atas pujiannya," jawab Kyrana sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
" Ehmmm...kamu belum ada niatan Ky buat nikah lagi dan mencarikan sosok ayah buat Elzan?"
" Aku belum ada pikiran buat menikah lagi Mas. Saat ini kebahagiaan Elzan yang penting buatku dan aku masih bisa melindung, mengurusi Elzan tanpa seorang suami."
" Tapi Ky ak...."
" Sudah ya Mas. Aku mohon kamu tidak membahas hal ini lagi."
" Tapi kamu tidak bisa terus seperti ini Ky. Elzan pasti juga ingin memiliki ayah seperti anak lainnya. Apa jangan-jangan kamu masih mencintai mantan suami kamu yang tidak bertanggung jawab itu?" Tuduh Yandri yang mulai kesal karena Kyrana selalu menolak ajakannya untuk menikah.
" Maaf Mas, aku harus pulang sekarang karena aku tidak bisa meninggalkan Elzan lama-lama," ucap Kyrana lalu pergi meninggalkan Yandri.
" Ky tunggu Ky!" Teriak Yandri sambil mengejar langkah cepat Kyrana.
Ia berhasil mencekal tangan Kyrana hingga membuat langkah gadis itu terhenti.
" Kamu marah? Kenapa kamu selalu menghindari pembicaraan seperti ini?"
__ADS_1
" Aku tidak marah. Aku harus pulang Mas karena taksinya udah nunggu."
Yandri menghembuskan nafasnya dengan kasar keudara. Selama ini ia selalu bersabar menunggu Kyrana walau gadis itu tak kunjung membuka hatinya.
****
Pukul sebelas malam, Gafa baru pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya.
Ceklek
Gafa membuka pintu dan ia begitu kaget saat melihat papanya masih berada diruang tamu.
" Kok tumben belum tidur Pah?"
" Papa sengaja nungguin kamu pulang. Ada hal penting yang ingin Papa bicarakan."
Mereka berdua berjalan menuju ruang kerja. Gafa langsung duduk dikursi yang berada didepan meja Gathan.
" Ada hal penting apa sih Pah?"
" Proyek mall kita yang ada di jawa timur ada kendala serius. Papa mencurigai kalau ada yang korupsi jadi papa minta kamu kesana untuk mengecek langsung."
" Tapi Pah..."
__ADS_1
" Kamu mau papa yang berangkat kesana?"
" Oke...oke Pah. Aku akan kesana."
" Kalau gitu besok pagi kamu langsung berangkat. Papa akan minta om Alan untuk mengurusnya malam ini juga."
" Ya udah Pah, aku kekamar dulu."
Sampai dikamar, Gafa langsung membersihkan dirinya. Ia rebahan diatas ranjang sambil membuka pesan yang dikirim Tifana.
Tampak Tifana yang mengirimya foto-foto yang sedang mencoba baju-baju yang baru dibelinya tadi.
Aku sayang kamu Fan tapi entah mengapa aku masih ragu jika kita menikah. Maaf ya tapi aku janji ini tidak akan lama.
Sekitar pukul sembilan, Gafa sudah sampai di Jawa timur. Ia langsung menuju hotel yang letaknya tak jauh dari lokasi proyek yang akan ditinjaunya.
" Ini kamar anda Tuan muda. Jika ada yang Tuan muda butuhkam silahkam hubungi saya."
" Oke. Aku mau istirahat dulu sambil mempelajari berkas-berkas ini. Nanti sebelum makan siang, baru aku ke lapangan."
" Iya Tuan muda. Kalau begitu saya akan mempersiapkan semuanya."
Gafa langsung membuka laptop untuk memulai ia pekerjaannya. Ia duduk dibalkon sambil menikmati pemandangan.
__ADS_1
" Sepertinya aku bisa sekalian berlibur karena aku baru pertama kali datang kekota ini."
Bersambung.....