
Kyrana tampak panik saat melihat lutut Elzan yang berbalut perban. Padahal tadi ia meninggalkan Elzan dalam keadaan baik-baik saja.
" Elzan kenapa? Kok lututnya bisa begini?"
" Tadi pas Elzan main lihat ikan disini, Elzan malah jatuh bunda. Untung ada om ganteng yang nolongin Elzan."
" Om ganteng...," ucap Kyrana tampak berpikir.
" Maafin bunda ya karena lalai menjaga Elzan. Sekarang kita pulang ya biar Elzan bisa cepat istirahat."
Kyrana segera melajukan motornya menuju rumah. Sampai dirumah, Kyrana membaringkan Elzan diranjang setelah mengganti baju.
" Elzan istirahat ya, bunda mau pergi ke rumah sakit dulu. Nanti kalau ada apa-apa, Elzan bilang ya sama bu Fatim," ucap Kyrana sambil mengusap rambut putranya.
****
Gafa segera menyuruh anak buahnya untuk menolong dua orang pekerja yang tertimpa alat berat. Gafa tampak resah dengan kejadian kecelakaan kerja yang terjadi. Padahal perusahannya sudah menerapkan SOP sesuai standar.
Setelah semuanya beres, Gafa mengecek langsung TKP untuk memantau kondisi.
" Nita, segera hubungi Aven untuk menyelidiki hal ini dan jangan telepon polisi dulu. Aku ingin menyelesaikannya sendiri."
__ADS_1
" Baik Tuan muda. Kalau begitu saya ke kantor dulu dan semua berkas yang tadi diminta Tuan muda sudah saya siapkan semuanya."
" Oke, nanti aku pelajari. Aku masih ingin disini dulu."
Nita segera meninggalkan Gafa sendirian dan tampaklah seseorang yang mengendap perlahan. Orang itu mengeluarkan pisau yang tak terlalu tajam untuk memotong sesuatu.
Bukkk
Suara benda jatuh yang keras membuat para pekerja mengalihkan perhatiannya. Beberapa dari mereka mengecek suara itu dan betapa kagetnya mereka saat melihat sang bos yang jatuh tersungkur dengan posisi kaki tertimpa crane.
" Hah bos mengalami kecelakaan! Cepat beritahu bu Nita!"
Nita begitu kaget mendengar berita tak menyenangkan yang dialami bosnya. Ia pun menyuruh anak buahnya untuk memindahkan crane yang menimpa kaki Gafa. Untung saja itu crane kecil namun tetap saja.
" Bagaimana sus keadaan pasien?"
" Kondisi kepala pasien hanya mengalami luka kecil dok. Tapi kakinya parah dan sepertinya mengalami patah tulang."
" Bersihkan segera lukanya sus. Jahit bagian yang mengalami robek lalu segera lakukan rongten."
" Baik dok."
__ADS_1
Setelah semuanya selesai, Kyrana menuju ruang pasien untuk visit.
" Dok, bagaimana keadaan pasien?" tanya Nita panik.
" Keadaan pasien masih belum sadarkan diri. Saya mau priksa dulu, nanti untuk kelanjutannya bisa saya jelaskan diruangan saya."
Kyrana masuk dan mendekati ranjang pasiennya.
" Gafa!" Teriak Kyrana sambil menutup mulutnya tak percaya.
Jadi pasien yang kutangani tadi adalah Gafa. Kenapa aku nggak menyadarinya? Kenapa dia bisa ada disini?"
Kyrana menangis saat melihat Gafa. Rindu, sakit hati dan perasaan yang tak dapat ia gambarkan saat ini.
" Dok! Dokter kenapa menangis?" tanya suster yang tiba-tiba berada dibelakang Kyrana.
" Nggak apa sus. Oh ya sus tolong suntikkan ini dan kalau pasien sudah sadar tolong hubungi saya."
Kyrana keluar dari ruang rawat inap Gafa. Sampai diruangannya, Kyrana langsung terduduk sambil menangis.
" Kenapa kamu harus hadir dalam hidupku lagi Gaf? Aku nggak tahu perasaanku saat ini. Aku takut kalau kamu mengambil Elzan dariku. Aku harus merahasiakan tentang Elzan dan aku akan bersikap profesional terhadapnya. Bagaimana pun ini sudah jadi tanggung jawabku. Aku nggak boleh melalaikan tugasku karena masalah pribadi."
__ADS_1
Bersambung.....