Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Bunga mawar


__ADS_3

Kyrana Aulia Zafayya



Kyrana merasa cukup senang hari ini karena dia tidak mendapatkan kesan buruk dihari pertamanya masuk kuliah.


Ia duduk ditaman sambil membaca materi yang baru ia dapat tadi pagi.


" Hay, aku boleh duduk disini?" tanya seorang gadis dengan wajah riangnya.


" Hay juga. Boleh dong, silahkan duduk aja!" jawab Kyrana dengan ramah.


" Kamu mahasiswi baru tadi kan? Kenalin namaku Zika," ucap gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya.


" Oh ya namaku Kyrana. Senang berkenalan dengan kamu."


" Nama yang cantik kayak orangnya." Puji Zika yang membuat Kyrana tersipu.


" Ahh kamu juga cantik kok. "


" Aku laper nih, kita ke kantin yuk! Aku ada rekomendasi bagus buat makan soto didekat fakultas ekonomi. Kita kesana yuk!"


" Ehmmm soto ya? Boleh juga sih. Ya udah yuk kesana."


Kedua gadis itu berjalan sambil mengobrol akrab meskipun mereka baru saja kenal.


Mereka pun akhirnya sampai dikantin yang menyediakan soto spesial.


" Kamu duduk dulu Ky biar aku yang pesen. Kamu mau minum apa?"


" Aku minum teh hangat aja. Makasih ya Zika."


" Udah santai aja."

__ADS_1


Mata Kyrana berkeliling memperhatikan pengunjung kantin yang sudah dipenuhi para mahasiswa hingga pandangannya jatuh pada lelaki yang sudah hampir dua bulan hidup seatap dengannya.


Kyrana memperhatikan suaminya yang tengah duduk berdampingan dengan Tifana. Keduanya terlihat begitu mesra dan serasi. Air mata Kyrana memaksa keluar tapi ia coba menahannya.


Ia tak ingin menangis didepan umum seperti ini. Baru saja ia ingin beranjak pergi, Zika sudah datang dengan membawa pesanan mereka.


" Eh Ky ini makanan kita. Kamu mau kemana?"


" Ehmmm...Zika kita bisa pindah nggak? Duduk disini nggak enak banget." Keluh Kyrana.


" Mau duduk dimana Ky? Kamu lihat sendiri kan kalau tempat duduknya penuh semua."


Kyrana akhirnya mengalah karna memang tak ada tempat duduk lagi. Kyrana fokus menikmati sotonya. Ia ingin sekali cepat pergi dari sana.


Sementara itu, mata Gafa tak sengaja melihat Kyrana yang sedang duduk bersama seseorang. Gafa yakin jika itu adalah teman baru Kyrana.


" Sayang, mulut kamu kotor. Sini aku bantu lap pakai tisu," ucap Tifana lalu membersihkan mulut Gafa dengan penuh perhatian.


Kyrana yang menoleh pun melihat hal itu yang membuat dadanya makin terasa sesak. Meskipun Gafa berulang kali menjelaskan tapi tetap saja ia adalah istri sah dari Gafa. Salahkah bila ia menginginkan suaminya itu untuk dirinya sendiri.


Kyrana segera menuju dapur setelah beristirahat sejenak sepulang kuliah. Ia memasak mie goreng dan telur mata sapi yang praktis.


Setelah beres semua, ia segera masuk kamar untuk membersihkan diri. Saat keluar, Kyrana begitu kaget karena Gafa sudah berdiri didepan pintu kamar mandi.


" Kamu ngagetin aku aja!" ucap Kyrana sambil mengelus dadanya yang hanya tertutup handuk.


Gafa tersenyum lalu ia mengeluarkan seikat bunga yang ia sembunyikan dibalik badannya.


" Ini buat kamu. Bunga mawar cantik untuk istriku yang cantik," ucap Gafa yang membuat hati Kyrana melambung namun ia segera menepisnya setelah ia mengingat kemesraan Gafa dengan kekasihnya tadi.


" Kok malah ngelamun? Nggak ada ucapan apa gitu buat aku?"


" Makasih," jawab Kyrana singkat lalu melangkah menuju lemari pakaiannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Gafa memeluknya dari belakang lalu mengendus aroma harum bahu Kyrana.


" Gaf, lepas pelukan kamu!"


" Kok panggilnya Gaf sih? Panggil mas seperti biasanya," ucap Gafa yang telah menjalarkan bibirnya dileher Kyrana.


" Mas, aku capek. Lepasin pelukannya."


Gafa memutar tubuh Kyrana lalu menuntun kedua tangan Kyrana kebawah.


" Lepasin celanaku dong. Rasanya sesek banget."


" Mas..."


Kyrana akhirnya luluh dengan sikap manja suaminya itu. Rasa amarah tadi seolah hilang dengan rayuan dan sikap lembut suaminya saat ini.


Sepasang suami istri itu kini telah jatuh diatas ranjang empuk mereka. Gafa mengangkat sedikit pinggangnya keatas lalu mulai melesak kedalam milik istrinya.


Gafa tak banyak bicara. Ia lebih banyak menciumi wajah lembut Kyrana yang tadi terlihat sendu saat melihatnya dikantin.


Entah kenapa setelah hidup dengan Kyrana, Gafa merasa tak rela melepas istrinya itu namun ia juga belum bisa mengakhiri hubungannya dengan Tifana.


" Mas...."


" Iya," jawab Gafa singkat sambil memandangi wajah Kyrana yang terlihat lelah.


" Udahan ya, aku capek," ucap Kyrana sambil menghalangi bibir Gafa yang ingin kembali menciumnya.


" Ehmmm tapi nanti malem lagi," jawab Gafa sambil menaik turunkan alisnya.


" Tapi Mas...."


" Janji deh nanti malem cuma bentar, nggak nambah -nambah lagi. Boleh ya sayang." Rengek Gafa seperti anak kecil yang membuat Kyrana malu sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2