Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Bertemu lagi


__ADS_3

Gafa meremat tangannya menahan amarah setelah ia mendapat laporan dari Aven tentang musibah yang menimpa dirinya.


" Kurang ajar! Mereka berani sekali bermain kotor terhadapku juga perusahaan!"


" Tuan muda tenang saja. Saya sudah memberikan pelajaran yang pantas untuk mereka."


" Jika saja aku sedang tak banyak urusan pasti aku sendiri yang akan langsung memberi pelajaran berharga pada mereka dengan tanganku sendiri," ucap Gafa sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Tuan muda Gafa fokus saja dengan kesembuhan. Biar saya yang mengatasi semua dan saya pastikan hal seperti ini tidak akan terulang."


" Baiklah. Untuk hukuman terakhir serahkan mereka pada pihak berwajib."


Aven menganggukkan kepalanya lalu berpamitan.


Drtttt


Gafa mengambil ponselnya dan ternyata berasal dari Tifana.


" Halo Fan."


" Sayang....kamu kemana aja sih? Dihubungi kok susah banget dari kemarin-kemarin."


" Maaf Fan. Disini ada banyak masalah serius jadi aku masih fokus untuk menyelesaikannya."


" Oke...kapan kamu pulang. Aku udah kangen banget sama kamu."


" Belum tahu Fan, tapi aku berusaha cepat menyelesaikannya. Aku juga kangen sama kamu."

__ADS_1


" Ehmmm, bagaimana kalau aku susulin kamu kesana? Biar aku bantu pekerjaanmu."


" Ehhh...nggak perlu Fan. Aku akan menyelesaikannya sendiri bersama para bawahanku. Ya sudah ya aku tutup, bye bye."


Gafa mematikan telfonnya lalu ia meminta pada suster yang merawatnya untuk pergi kontrol ke rumah sakit.


Gafa tersenyum saat melihat sebuah ruangan yang bertuliskan dr. Kyrana. Jujur ia merasa rindu saat melihat wajah Kyrana pertama sekali setelah sekian lama mereka tak bertemu.


Wajah itu terlihat semakin cantik dan dewasa.


" Tuan Gafa Olefian." Panggil suster yang langsung membuat Gafa bangun dari lamunannya.


Gafa masuk keruangan Kyrana dan tampak mantan istrinya itu masih sibuk dengan pulpen dan kertasnya.


" Selamat pagi dokter Kyrana."


Gafa berjalan pelan dengan tongkatnya menuju kursi yang berada didepan meja Kyrana.


" Kamu ngapain kesini? Bukannya kamu udah ganti dokter?"


" Aku nggak bilang seperti itu. Aku kan cuma bilang untuk kamu nggak perlu datang ketempatku karna aku yang akan langsung kesini," jawab Gafa dengan senyum kemenangan.


" Gimana kaki kamu?"


" Kamu khawatir? Aku tahu kamu masih peduli sama aku."


Kyrana tak memperdulikan ucapan Gafa dan ia lansung menyuruh suster untuk menyiapkan terapi untuk Gafa.

__ADS_1


Kyrana menemani Gafa berlatih berjalan secara langsung karna pria itu tidak ingin dibantu oleh suster. Baginya ini adalah kesempatan baginya untuk bisa lebih dekat dengan Kyrana.


Apa hatinya sudah berpaling dari Tifana? Gafa sendiri tak tahu jawabannya tapi yang jelas ia merasa sangat ingin berdekatan dengan Kyrana.


" Kapan aku bisa jalan normal lagi Ky?" tanya Gafa saat mereka sudah selesai melakukan terapi.


" Kalau kamu rajin terapi mungkin kamu bisa secepatnya sembuh. Kalau sedang dirumah kamu bisa berlatih jalan beberapa langkah tapi harus ditemani perawat supaya ada yang menjaga kamu."


Gafa tersenyum tipis mendengar perkataan Kyrana yang seperti perhatian kecil baginya.


" Kalau aku udah bisa jalan lagi aku bakal ngasih kamu hadiah."


" Nggak perlu, itu sudah tugasku. Kamu boleh pulang sekarang." Usir Kyrana halus.


" Kan aku pasien terakhir kamu. Kenapa buru-buru gitu?"


" Aku ada janji dengan pacarku," jawab Kyrana setenang mungkin.


Gafa tampak tak suka mendengar ucapan Kyrana. Gafa keluar dari ruangan Kyrana lalu ia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Kyrana.


Ia penasaran siapa lelaki yang sedang dekat dengan mantan istrinya saat ini.


Dijalan, Gafa meminta supirnya untuk berhenti ditaman. Ia ingin duduk sejenak diluar untuk menenangkan pikirannya.


Gafa duduk sendirian disebuah kursi taman hingga tak sengaja matanya melihat sosok anak kecil yang ia tolong kemarin.


" Om ganteng!" Panggil anak kecil itu saat melihat Gafa menghampirinya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2