Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Niat ke Jakarta


__ADS_3

Gafa duduk tercenung setelah kepergian Tifana. Dia tak ingin meluapkan emosinya dengan melukai Tifana hingga ia lebih memilih mengusir Tifana. Bagaimana pun juga semua terjadi juga karena dirinya.


Tak lama, Gafa mengeluarkan ponselnya untuk menelfon papanya.


Tut tut tut


" Hallo Gaf. Gimana kabar kamu nak?" jawab Gathan.


" Hallo Pah. Gafa baik..ehmmm Gafa mau bilang sesuatu Pah."


" Apa nak?"


" Ehmmm...Gafa ketemu Kyrana disini dan ternyata Gafa punya anak dari Kyrana. Kyrana hamil waktu bercerai sama Gafa. Makanya Gafa lama kerja disini Pah."


" Maksud kamu, kamu dan Kyrana sudah punya anak dan artinya mama papa sudah punya cucu nak?" tanya Gathan tak percaya.


" Iya Pah...namanya Elzan. Dia sangat tampan dan pintar seperti Gafa. Dalam waktu dekat Gafa akan membawa Elzan untuk bertemu mama dan papa."


" Cepat ya Gaf. Papa sangat tidak sabar untuk bertemu dengan cucu papa dan pastinya mama kamu senang mendengar hal ini."


" Ya sudah kalau gitu, Gafa tutup telfonnya ya Pah."


Gafa merasa lega karena sudah memberitahu soal Elzan dan Kyrana pada orang tuanya.


Malam itu setelah lembur dikantornya, Gafa memilih mampir kerumah Kyrana.


Tok tok tok

__ADS_1


Gafa menebar senyum manisnya saat Kyrana membukakan pintu.


" Selamat malam Ky."


" Kamu kenapa sih kalau kesini malam-malam? Elzan sudah tidur."


" Aku lagi banyak kerjaan Ky. Aku lihat Elzan dikamarnya yah?" Ijin Gafa yang diangguki Kyrana.


Gafa mengecup kening putranya lalu membenahi selimut Elzan yang melorot.


Gafa keluar dan menunggu Kyrana diruang tamu. Tak lama Kyrana juga keruang tamu sambil membawa segelas teh hangat.


" Minum Gaf...Aghhh!" Kyrana kaget karena tiba-tiba Gafa menarik tangannya hingga terduduk dipangkuan Gafa.


" Gaf, lepasin tanganmu! Kamu jangan macam-macam yah!"


" Kalau kamu nggak mau aku teriak, lepasin aku sekarang."


Gafa melepas pelukannya hingga membuat Kyrana bisa bangkit dari pangkuan Gafa.


" Sudah cemberutnya. Aku kesini karna ada hal penting yang mau aku bicarain sama kamu."


" Apa?"


" Pertama, aku sudah mengusir Tifana dari kontrakanku karna ternyata dia adalah dalang dari peristiwa yang menimpa kamu waktu itu. Kedua, aku sudah membicarakan tentang kamu dan Elzan keorang tuaku dan aku sudah janji pada mereka untuk membawa kamu dan Elzan ke Jakarta."


" Kamu kenapa seenaknya membuat janji sama orang tua kamu tanpa meminta persetujuanku dulu Gaf!"

__ADS_1


Gafa mendekat lalu mengusap rambut Kyrana.


" Sayang, aku rasa orang tuaku berhak tau tentang Elzan dan aku bermsksud untuk menikahimu kembali."


" Gaf, kamu...."


Gafa membungkam mulut Kyrana dengan bibirnya lalu segera melepas tautan bibirnya.


" Aku sudah bilang Ky, jangan membantah perkataanku atau kamu lebih memilih aku untuk sering menidurimu tanpa ikayan yang sah." Ancam Gafa untuk menundukkan Kyrana.


" Kamu emang..."


Kyrana menghentikan ucapannya saat tangan Gafa sudah berusaha masuk kedalam dress tidurnya.


" Jangan Gaf!" Kyrana bergetar karna takut.


" Makanya jangan membantahku. Kalau gitu dua hari lagi ke Jakarta. Segera urus surat cutimu." Gafa tersenyum miring karna berhasil mengintimidasi Kyrana.


Kyrana hanya mengangguk sambil menunduk. Gafa mengangkat dagu Kyrana hingga bisa bebas melihat wajah manis itu.


Cup


Sebuah kecupan lembut mendarat dipipi Kyrana.


" Aku mencintaimu. Jangan takut padaku. Aku ingin kamu nyaman berada didekatku."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2