
Gafa tak bisa memejamkan matanya. Ia terus mengubah posisi tidurnya namun tak juga membuat matanya terpejam.
Drtttt
Gafa menyambar ponselnya begitu berbunyi. Ternyata ada pesan dari bu Fatim yang memberitahukan jika Elzan tiba-tiba rewel hingga sulit ditenangkan.
Tanpa pikir panjang, Gafa segera memesan taksi online. Ia tak memakai mobilnya sendiri agar tidak ketahuan Tifana jika ia keluar malam-malam.
Gafa segera mengganti piyamanya dengan celana panjang dan jaket hodie. Ia mengendap pelan hingga bisa keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Tifana.
Begitu sampai dirumah Kyrana, Gafa langsung menghampiri Elzan yang tengah menangis. Ia memangku putranya sambil mengusap punggungnya agar Elzan tenang.
" Ayah sudah ada disini. Elzan jangan nangis lagi ya. Ini sudah malam sekali jadi Elzan harus tidur."
" Elzan mau tidur dipeluk ayah sama bunda," jawab Elzan dengan rengekannya.
Gafa baru menyadari jika Kyrana tidak ada disana.
" Bu Fatim, memangnya Kyrana kemana kok nggak ada?"
" Mbak Kyrana tadi dihubungi sama suster karena ada korban kecelakaan yang harus ditangani." Jelas bu Fatim.
Gafa merasa resah karena ini sudah begitu malam.
" Elzan bobok sama ayah dulu ya. Nanti setelah itu ayah jemput bunda dirumah sakit."
" Janji ya yah." Elzan memberikan kelingkingnya.
" Iya, ayah janji. Sekarang kita bobok ya?"
Gafa menidurkan Elzan diranjang lalu memeluknya hingga tertidur pulas. Setelah yakin putranya terlelap, Gafa segera ke rumah sakit untuk menjemput Kyrana.
****
Ditempat lain.
Kyrana membuka matanya perlahan. Ia begitu asing dengan ruangan kamar yang ditempatinya saat ini.
Ia memijat tengkuknya yang masih terasa sakit. Ia baru sadar jika tadi mobilnya dihentikan oleh segerombolan orang lalu menculiknya.
Ceklek
Kyrana menatap pintu yang terbuka dan terlihatlah seorang lelaki tampan yang memamerkan perut sispexnya dan hanya mengenakan boxer.
Pria itu tersenyum kearahnya sambil memegang gelas.
" Kamu sudah bangun cantik," ucap Erick lalu mendekati Kyrana dengan gerakan perlahan.
" Kamu siapa? Kenapa aku bisa ada dikamar kamu?" Tanya Kyrana ketakutan.
" Aku adalah orang yang akan membuatmu merasakan surga dunia dan malam ini kita akan bersenang-senang." Erick merangkak diatas ranjang mendekati Kyrana.
Tubuh Kyrana bergetar hebat saat Erick menyentuh lengannya. Ia merasakan sesuatu yang panas menjalar diseluruh tubuhnya seakan ia ingin pria asing dihadapannya ini memeluk dirinya saat ini juga.
Erick tersenyum menang melihat reaksi tubuh Kyrana. Wajahnya memerah seperti blush on yang membuat wajah Kyrana makin cantik.
" Kenapa sayang? Apa kamu kepanasan? Lepas saja. Kamu tidak perlu takut karna hanya aku yang akan melihatnya."
__ADS_1
Kyrana mulai kembali resah karena Erick mengelus pipinya. Kyrana memejamkan mata berusaha mengembalikan kesadarannya.
Tangan Erick segera menjalar kemana-kemana namun Kyrana segera menepisnya.
" Hentikan brengsek! Cepat lepaskan aku atau aku akan melaporkanmu ke polisi!" Teriak Kyrana sekuat tenaga.
Ia sebisa mungkin mengontrol hasratnya yang tiba-tiba naik.
" Hahaha....jangan melawan cantik. Kamu turuti saja keinginan tubuhmu saat ini atau kamu akan tersiksa sendiri dan aku sangat siap memuaskanmu hari ini."
*Siapa yang memberiku obat perangansang? Dan dia ini siapa. Aku sama sekali nggak mengenalinya.
Aku harus bisa terus mengontrol diriku. Aku nggak mau hancur dan mengecewakan semuanya*.
Kyrana kembali membuka matanya. Ia meludahi wajah Erick yang kini berada didepannya.
Plak
" Kurang ajar kamu ya! Aku bertindak manis tapi kamu malah menghinaku! Jangan salahkan aku kalau aku pakai cara kasar!"
Erick yang dilanda kemarahan mendorong Kyrana hingga terjatuh kelantai. Ia menindih Kyrana yang merasa kesakitan.
" Lepaskan aku brengsek!" Kyrana memberontak saat Erick berusaha mencium wajahnya.
Plak
Kyrana kembali menerima tamparan yang makin membuat pipinya terasa panas dan nyilu. Dibawah sana, Kyrana mulai merasakan sesuatu yang menonjol tepat dibagian sensitifnya.
Tubuh Kyrana rasanya semakin menuntut tapi ia terus berusaha melawannya.
Erick tersenyum dan terus berusaha meluluhkan tubuh Kyrana.
Gafa, tolongin aku. Aku nggak mau hancur gaf.
Brakk
Erick yang sedang keasyikan merasa kaget saat ada yang mendobrak pintu kamar. Ia menoleh dan mendapati seorang pria menatap nyalang kearahnya.
Bug bug bug
Pria itu mendekatinya dan langsung menarik tangannya lalu melayangkan bogem mentah kearah wajahnya berkali-kali. Belum sempat Erick melawan, Gafa sudah kembali menendang perutnya hingga terjungkal.
Gafa sama sekali tak memberikan ampun dan terus memberikan pukulan mentah keseluruh tubuh Erick.
Suara tangisan Kyrana membuat Gafa tersadar. Ia langsung mendekati Kyrana yang kondisinya memprihatinkan. Baju Kyrana terkoyak hingga membuat mata Gafa semakin panas.
Ia mengepalkan tangannya lalu berbalik ingin menghajar lagi pria yang sudah berbuat kurang ajar pada Kyrana.
" Gaf, jangan tinggalin aku. Aku takut, hiks...hiks...hiks..."
Gafa berbalik lalu segera memeluk Kyrana yang ketakutan.
" Jangan takut. Aku ada disini. Aku nggak akan biarin satu orang pun menyentuh dan menyakiti kamu."
Gafa menenangkan Kyrana hingga Kyrana berhenti menangis. Gafa segera menyuruh anak buahnya untuk mengurus Erick.
Gafa membawa Kyrana kehotel. Ia tak mungkin membawa Kyrana pulang kerumah dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1
Disepanjang perjalanan, Gafa merasa ada yang aneh dari Kyrana. Disaat ia memeluk Kyrana, lama-lama tangan Kyrana menelusup keperutnya lalu mengusapnya.
" Ky, kamu kenapa?" tanya Gafa sambil memegang tangan Kyrana.
" Mma...maaf Gaf. Aku nggak sengaja."
Kyrana menunduk. Ia tak berani menatap Gafa yang mungkin bisa membuat hasratnya cepat naik.
" Tak apa. Lakukan saja jika itu bisa membuatmu tenang."
Kyrana menatap Gafa yang tersenyum dan sungguh ia ingin sekali mencium bibir Gafa saat ini.
Gafa hanya bisa menahan diri saat tangan Kyrana terus bermain dibalik kaosnya. Bahkan tangan Kyrana mulai berani turun hingga tepat berada diatas resleting celananya.
Gafa menutupnya dengan jaket agar sang sopir tak melihatnya.
Tahan Gaf, tahan. Jangan sampai kamu menerkam Kyrana dimobil. Jangan salahkan aku ya Ky, karna yang menggodaku.
Sampai dikamar hotel, Gafa segera merebahkan Kyrana diatas ranjang. Ia mengusap pipi Kyrana yang kebiruan karna tamparan Erick tadi.
" Pipi kamu kenapa Ky?"
" Tadi pria itu menamparku karna aku melawannya."
" Kurang ajar! Lalu bagaimana kamu bisa ada disana Ky?" Gafa kembali marah.
Kyrana mengusap pipi Gafa agar pria itu tenang.
" Besok saja aku jelaskan semuanya Gaf. Aku...aku..."
Gafa menatap bibir Kyrana yang terbuka seakan memancing dirinya.
Cup
Gafa ******* bibir Kyrana begitu saja karna ia pun tak tahan semenjak Kyrana menggodanya dimobil. Kyrana menyambut ciuman Gafa bahkan ia membalasnya.
Ciuman panas itu terus berlanjut hingga kini mereka dalam keadaan polos. Kyrana mengusap dada Gafa yang kini terlihat jauh lebih kekar dan gagah.
" Tubuhmu semakin indah Ky." Puji Gafa dengan menatap kagum tubuh polos Kyrana yang kini berada dibawahnya.
Kyrana diam, ia memeluk leher Gafa hingga membuat Gafa menunduk.
" Kamu yang menggodaku Ky jadi jangan salahkan aku jika aku melakukannya."
Kyrana diam karna dia sendiri tak tahu harus bagaimana.
" Ahhh...Gaf." Desah Kyrana saat Gafa tiba-tiba memainkan dadanya yang kini terlihat semakin besar.
Slup slup
Gafa terlihat sangat rakus hingga membuat dada Kyrana memerah dan basah. Kyrana hanya bisa pasrah. Ia pun juga tak bisa menahan dirinya lagi.
Jleb
Kini Gafa dan Kyrana sudah saling menyatukan diri. Hanya suara ******* yang terdengar seakan mereka sedang melepaskan rindu setelah berpisah.
Bersambung.....
__ADS_1