Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Peryataan Yandri


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan Kyrana sudah memasuki delapan bulan. Ia tetap menjalani kuliahnya dan akan mengajukan cuti saat akan melahirkan hingga bayinya nanti berusia satu tahun.


Yandri yang awalnya kaget dan kecewa dengan kehamilan Kyrana pun akhirnya bisa menerima keadaan Kyrana. Bahkan ia selalu menemani setiap kali gadis yang dicintainya itu saat akan kontrol kandungan.


Dia juga selalu membelikan Kyrana susu hamil dan makanan yang enak-enak agar kandungan Kyrana selalu sehat.


Seperti saat ini keduanya tengah menikmati akhir pekan dengan pergi kekota untuk berjalan-jalan.


" Kamu capek nggak Ky? Aku khawatir banget sama kamu?"


" Aku nggak apa-apa Mas. Aku malah seneng banget loh. Makasih ya Mas udah ngajak aku jalan-jalan."


" Iya sama-sama tapi tetep aja kamu jangan sampai kelelahan apalagi bentar lagi kamu udah mau melahirkan. Oh ya kamu mau makan apa?"


" Aku pesen mie goreng aja sama kelapa muda."


" Oke."


Mereka pun akhirnya menikmati makan siang setelah puas berjalan-jalan.


" Akhhh..." Ringis Kyrana saat merasa bayi dalam kandungannya itu tengah menendang dengan sedikit kuat.


" Kenapa Ky? Perut kamu sakit atau gimana?" tanya Yandri panik.


" Aku kaget aja Mas soalnya barusan dedek bayi nendang perut aku. Lumayan kenceng jadi aku kaget."


Yandri menghembuskan nafasnya lega lalu tangannya terulur mengelus perut Kyrana yang memang tak terlihat begitu besar.

__ADS_1


" Sayang, lain kali jangan tendang perut bunda kenceng-kenceng ya. Kasihan loh bundanya sampai kaget gitu."


Kyrana langsung terdiam mendengar ucapan Yandri. Raut mukanya yang tadi ceria langsung berubah mendung.


" Kamu kenapa Ky?" tanya Yandri yang menyadari perubahan raut wajah Kyrana.


" Aku ketoilet dulu Mas," ucap Kyrana langsung pergi.


Sampai ditoilet, Kyrana menatap wajahnya dicermin. Sekilas bayangan Gafa kembali hadir dalam pikirannya. Kyrana meneteskan air mata lalu kembali mengusap perutnya.


" Sayang, bunda yakin kita pasti bisa bahagia tanpa ayah kamu. Bunda akan mencurahkan seluruh kasih sayang bunda hanya untuk kamu nak."


Kyrana keluar dari toilet dengan wajah sedikit sembab dan Yandri menyadari hal itu. Ia pun mengajak Kyrana melanjutkan acara jalan-jalannya menuju pantai.


Mereka sampai disebuah pantai sekitar pukul tiga sore. Pemandangan yang sejuk dan debur ombak yang cukup tinggi membuat Kyrana segera mendudukkan dirinya diatas pasir.


" Kamu suka Ky?"


" Aku suka banget Mas. Makasih ya hari ini kamu udah bikin aku senang," jawab Kyrana sambil tersenyum manis kearah Yandri.


Cukup lama mereka saling diam dan hanya terdengar suara ombak yang berderu.


" Setelah melahirkan nanti, apa rencanamu Ky?"


" Aku akan mengurus bayiku sampai setahun Mas baru aku akan melanjutkan kuliahku lagi dan mungkin aku akan mencari kontrakan yang dekat dengan kampus supaya tidak repot nantinya."


Yandri berdiri lalu menggeser duduknya hingga tepat berada didepan Kyrana. Ia mengenggam tangan Kyrana sambil terus menatap mata teduh gadis cantik itu.

__ADS_1


" Ky, mungkin aku tidak kaya dan setampan mantan suami kamu tapi aku punya cinta yang besar untuk kamu Ky. Aku ingin kita menikah setelah kamu melahirkan. Aku sangat mencintai kamu Ky. Ijinkan aku untuk bisa menjaga kamu dan bayi ini. Aku akan menyayanginya layaknya anakku sendiri."


Kyrana menutup mulutnya karena kaget dengan perkataan Yandri.


" Mas..." ucap Kyrana sambil menggeleng.


" Kamu menolakku Ky? Kamu masih mencintai mantan suami kamu Ky?"


Kyrana buru-buru menggeleng.


" Aku sangat berterima kasih dengan semua kebaikan kamu Mas tapi maaf aku nggak bisa menerima cinta kamu."


" Kenapa Ky? Katakan kekuranganku, aku akan merubahnya hingga kamu bisa menerimaku," jawab Yandri penuh harap.


" Kamu sangat berharga untukku Mas. Aku bukan wanita yang baik untuk kamu. Aku yakin diluar sana ada wanita yang jauh lebih baik dan lebih pantas untuk kamu Mas dan itu bukan aku, hiks...hiks...hiks..."


Yandri menarik Kyrana kedalam pelukannya. Ia mengusap kepala Kyrana penuh sayang.


" Maafkan aku Mas..."


" Sudah Ky jangan menangis lagi. Aku hanya mengutarakan perasaanku selama ini dan tidak bermaksud membuatmu sedih. Maaf ya..."


Yandri melerai pelukannya lalu mengusap air mata Kyrana.


" Sudah jangan menangis lagi. Aku tidak membuatmu stress. Anggap saja tadi aku tidak mengatakan apa-apa. Ya sudah kita pulang sekarang nanti takut kesorean."


Kyrana mengangguk lalu menyambut uluran tangan Yandri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2