Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Makan siang bersama


__ADS_3

Yandri mengeluarkan cincin dari saku celananya. Matanya tampak sendu saat memandangi cincin itu.


*Harusnya kita menikah Ky tapi kenapa kamu menghancurkan semuanya? Kenapa kamu lebih memilih lelaki yang sudah menyakiti hatimu dan membuangmu? Kenapa bukan aku Ky yang selama ini selalu setia disisimu?


Ini semua pasti karna Gafa yang memaksamu. Pasti dia ingin merebutmu kembali dengan cara kotor*.


Yandri mengepalkan tangannya. Ia buru- buru pergi ketempat Gafa guna memberikan pelajaran bagi lelaki itu. Dia tak peduli meskipun Gafa adalah orang yang punya kuasa.


Dor dor dor


Yandri mengetuk pintu dengan telapak tangannya hingga terdengar begitu keras. Gafa yang baru saja selesai bersiap pergi merasa heran dengan gedoran pintu yang cukup keras.


Ceklek


Bugh bugh


Tanpa berkata Yandri langsung memukul wajah Gafa begitu Gafa membukakan pintu untuknya.


Gafa yang kaget langsung jatuh. Ia langsung berdiri dengam cepat begitu Yandri mencoba untuk memukulnya lagi.


" Ngapain kamu bikin ribut dirumahku?" tanya Gafa sambil menangkis serangan Yandri.


" Dasar brengsek! Kamu sudah melecehkan Kyrana. Aku tak akan memaafkanmu! Pria sepertimu harusnya berada dipenjara!"

__ADS_1


Gafa membalik keadaan hingga Yandri kini berada dibawahnya. Ia menarik kerah Yandri hingga pria itu mendongak keatas.


" Dengar ya, aku sama sekali tidak memperkosa Kyrana. Kami melakukannya atas dasar cinta dan kerelaan. Aku akan segera memilikinya kembali jadi kamu jangan pernah berangan-angan lagi untuk bersanding dengan Kyrana." Gafa menepuk pelan wajah Yandri sebelum meninggalkan lelaki itu.


Gafa tak memukuli Yandri secara berlebihan karna ia tahu lelaki itu hanya ingin membela Kyrana. Apalagi selama ini pria itulah yang sudah menjaga Kyrana dan Elzan selama ia berpisah dari Kyrana.


Selesai melakukan rapat siang, Gafa mendatangi tempat kerja Kyrana. Ia ingin mengajak wanita yang dicintainya itu untuk makan siang bersama.


Ceklek


Kyrana kaget saat Gafa membuka pintu ruang kerjanya begitu saja.


" Siang dok, makan siang yuk."


Gafa yang merasa diabaikan langsung menarik tangan Kyrana agar berdiri. Ia memepet Kyrana ketembok lalu mengunci tubuh Kyrana dengan kedua tangannya.


" Kamu kenapa sih Gaf?"


" Aku nggak suka kalau kamu cuekin aku kayak gini. Pokoknya kita makan siang bersama dan hari ini aku ingin memakan masakanmu!" ucap Gafa yang tak ingin dibantah.


" Aku nggak bisa. Aku ud...ehmmm."


Kyrana mengeram karna tiba-tiba Gafa mencium bibirnya.

__ADS_1


Gafa mencoba membuka bibir Kyrana dengan paksa hingga akhirnya ia bisa mengeksplor mulut wanita itu.


Gafa melepas tautan bibirnya yang membuat Kyrana bisa mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.


" Bagaimana? Masih mau menolak?" tanya Gafa dengan wajah tengilnya.


" Kamu itu dari dulu kenapa suka seenaknya sama aku sih?"


" Yah karna aku emang sukanya enak-enak sama kamu." Gafa berkata dengan sekenanya tanpa mempedulikan Kyrana yang masih kesal padanya.


Kyrana mendorong dada Gafa hingga lelaki itu bergeser.


" Ayo cepetan! Setelah selesai nanti jemput Gafa!"


" Siap tuan putri." Goda Gafa lagi sambil merangkul bahu Kyrana yang tingginya hanya sedadanya.


Mereka berdua pun sampai disebuah rumah kecil bernuansa minimalis.


" Ini rumah siapa Gaf?"


" Yang jelas ini bukan rumah hantu. Ayo buruan turun." Gafa membimbing Kyrana turun dari mobil.


Ia menggandeng tangan Kyrana saat berjalan. Kyrana memandang tautan tangan mereka yang terasa hangat baginya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2