Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Tifana datang


__ADS_3

Gafa pulang dengan wajah ceria. Ia begitu senang bisa mengambil kesempatan untuk memeluk Kyrana dan membuat wanita itu kesal. Untung saja ada Elzan diantara mereka hingga ia masih bisa menahan dirinya.


Ceklek


" Tifana." Gafa begitu kaget saat melihat Tifana duduk manis diruang tamu.


Kenapa kekasihnya itu datang tanpa mengabari dirinya.


" Kenapa? Kamu kaget lihat aku ada disini?"


" Tentu saja Fan. Kenapa kamu menyusulku dan nggak bilang sama aku kalau kamu mau datang kesini." Gafa merasa gusar dengan kehadiran Tifana.


Ia takut kehadiran Tifana akan membuat Kyrana akan semakin jauh darinya.


" Emangnya aku nggak boleh datang kesini? Aku tuh heran aja. Kerjaan apa yang bikin kamu betah disini? Bahkan sekarang kamu jarang menelfon aku duluan." Protes Tifana yang merasa perhatian Gafa berkurang padanya.


" Aku sudah bilang kan sama kamu kalau papa yang minta aku buat mantau proyek disini. Dan soal telefon aku minta maaf, mungkin karna aku terlalu sibuk."


Tifana berdiri lalu menyeret kopernya.


" Ya sudah, aku akan disini sampai kerjaan kamu selesai. Sekarang dimana kamarku? Aku mau istirahat."

__ADS_1


" Kamar kamu ? Maksudnya kamu mau tinggal disini sama aku?"


" Tentu saja sayang. Emang aku harus tinggal dimana kalau nggak sama kamu? Lagipula kontrakan kamu ini terlalu besar jika harus kamu tempati sendirian."


" Tapi kita belum menikah Fan. Kita nggak bisa tinggal bersama," ucap Gafa yang merasa keberatan dengan keinginan Tifana.


" Kamu kenapa sih sayang? Dulu kamu juga terkadang menginap diapartemenku. Pokoknya aku nggak mau denger apapun lagi dan biar aku yang milih kamarku sendiri."


****


Kyrana merasa lega karna jam prakteknya sudah selesai. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya. Untung saja semalam Gafa tak berbuat lebih padanya.


Apakah ia juga merasa rindu dengan sentuhan Gafa?


" Kyrana, kamu kenapa?"


Suara Yandri membuat Kyrana kaget hingga terbangun dari lamunannya.


" Mas, kok nggak bilang mau kesini?"


" Ya buat kejutan aja. Aku kesini mau ngajak kamu makan siang bersama. Kamu pasti udah laper kan?"

__ADS_1


Kyrana mengangguk lalu ia mengambil tas dan mengikuti Yandri. Yandri membawa Kyrana ke restoran bakaran. Tempat makannya berbentuk saung agar terkesan privasi.


" Kita duduk disini ya Ky biar bisa makan sambil lihat pemandangan sawah."


Kyrana hanya menurut. Dalam hatinya ia merasa berdosa pada Yandri karena dirinya dam Gafa berpelukan semalam.


Mereka menikmati ikan nila bakar dan sayur asam bersama. Setelah selesai makan, Kyrana mencuci tangannya dan berkumur dengan mouthwash agar mulutnya segar.


Yandri mengambil sesuatu dalam saku celana lalu meletakkanya dihadapan Kyrana. Ia menggenggam kedua tangan Kyrana lalu menciumnya.


" Ky, ini adalah cincin yang kita beli waktu itu. Kamu siap kan untuk segera menikah denganku?"


Kyrana mengangguk walau ada keraguan dihatinya. Tapi ia yakin jika Elzan bisa menerima Yandri sebagai ayah sambungnya meski kini sudah ada Gafa.


Ia juga tak mau kalau Gafa terus mendekatinya dan menimbulkan masalah baru.


" Terima kasih ya Ky. Aku bahagia mendengarnya dan aku sangat mencintai kamu," ucap Yandri lalu mendekatkan wajahnya.


Kyrana yang tahu dengan maksud Yandri langsung berpura-pura batuk. Yandri pun segera mengambilkan minum untuk Kyrana walau ia sedikit kecewa karna gagal mencium Kyrana.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2