
Yandri terbangun dari tidurnya dan yang ia lihat pertama kali adalah wajah Tifana. Dulu ia selalu bermimpi ketika ia bangun yang ia lihat adalah Kyrana yang tidur disampingnya.
" Ahhh...." Yandri mengusap wajahnya dengan kasar karena masih memikirkan wanita yang sudah menjadi istri orang lain.
Yandri akhirnya turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ditengah mandinya,ia mendengar suara jeritan wanita.
Yandri yang tahu itu adalah suara dari Tifana pun segera keluar kamar mandi dengan panik. Ia membuka kamar dan mendapati Tifana yang sedang melompat-lompat diatas kasur.
" Fan, kamu kenapa?"
Tifana yang mendengar suara Yandri segera berlari kearahnya. Ia dengan cepat memeluk Yandri yang hanya berbalut handuk yang dililit dipinggangnya.
" Mas, tadi ada kecoa. Aku geli banget," ucap Tifana yang tampak takut.
" Ya sudah tenanglah Fan. Itu kan hanya kecoa," jawab Yandri yang merasa canggung dengan Tifana yang memeluk dirinya.
" Tapi itu menjijikkan Mas, bikin aku geli. Pokoknya aku nggak mau tahu. Aku nggak mau lihat kecoa dirumah ini!" jawab Tifana yang masih memeluk Yandri dengan erat.
" Iy...iya, tenanglah. Nanti akan kubersihkan lagi dan kupastikan nggak akan ada kecoa lagi."
Tifana memandang Yandri untuk memastikan dan selanjutnya ia baru tersadar jika ia tengah memeluk Yandri yang masih bertelanjang dada. Ia pun dengan cepat melepas tautan tangannya sambil melangkah mundur.
" Maaf Mas. Tadi aku takut banget sampai nggak sengaja meluk kamu," ucap Tifana yang merasa malu.
" Iya, nggak apa-apa. Ya udah aku lanjutin mandinya nanti gantian kamu. Tolong siapin pakaianku ya," jawab Yandri dengan cepat karena ia pun merasa malu.
Tifana membuka lemari dan mulai memilih baju untuk suaminya itu. Ia memilih kaos warna abu dengan celana pendek warna senada.
Selanjutnya ia memilih ****** *****. Ia mengambil barang itu dengan agak geli. Dulu saat dengan Gafa, ia tak pernah sama sekali memegang pakaian dalam milik pacarnya dulu itu.
" Sudah Fan?"
__ADS_1
Tifana yang mendengar suara Yandri pun dengan cepat melempar CD itu kekasur.
" Udah Mas. Aku mandi dulu ya."
" Iya, aku tungguin kamu terus kita solat subuh berjamaah."
" Iya Mas," jawab Tifana sambil berjalan keluar.
" Fan!"
" Kenapa Mas?"
" Makasih sudah nyiapin pakaian untukku," ucap Yandri sambil tersenyum manis yang membuat Tifana sempat terpana
Ya memang Yandri tidak setampan dan seputih Gafa. Kulit Yandri cenderung sawo matang, namun senyumnya tadi ternyata mampu membuat Tifana cukup bergetar.
Yandri tengah sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Ia terlihat begitu cekatan saat memasukkan bahan-bahan kedalam wajan. Bau harum masakan pun langsung tercium keluar.
" Mas masak apa sih?"
" Oh...ini cuma nasi goreng sama telur dadar, soalnya tadi nggak ada tukang sayur lewat jadi aku nggak bisa masak yang lain."
" Iya Mas, ini udah kelihatan enak banget kok. Ada yang bisa aku bantuin nggak?"
" Ada, kalau kamu mau kamu bisa potongin daun bawang ini buat telur dadar."
" Oke Mas, kalau cuma rajang-rajang gini aku bisa."
Tifana mulai memotong lembut daun bawang itu, namun karena kurang hati-hati akhirnya jari mulusnya pun sedikit tergores.
" Auuwww...Mas, tangan aku." Ringis Tifana sambil memegangi ibu jarinya yang terkena pisau.
__ADS_1
" Ya ampun Dan, kok bisa begini?"
Yandri yang panik langsung mencuci tangan Tifana dengan air bersih. Ia mendudukkan Tifana dikursi lalu mengambil kotak obat dikamar ya
Yandri meneteskan obat merah kemudian memplester ibu jari Tifana.
" Masih sakit?"
" Sedikit Mas."
" Ya udah kamu tunggu sini aja. Aku mau lanjutin masak dulu trus kita sarapan."
Tifana hanya mengangguk dan tak lama Yandri pun kembali dengan membawa sepiring nasi goreng.
" Yuk sarapan dulu, biar aku suapin."
Dengan telaten Yandri menyuapkan nasi kemulut Tifana dan jujur saja itu membuat Tifana sangat berbunga-bunga.
Yandri begitu perhatian padanya padahal mereka tidak saling mencintai.
" Mas, makasih ya dan maaf aku udah ngrepotin kamu."
" Nggak masalah, itu kan udah tugas aku sebagai suami kamu."
Cup
Dengan lembut, Tifana mencium pipi Yandri hingga membuat lelaki itu merasa kaget dan berdebar-debar.
" Itu tanda terima kasihku sebagai istri kamu Mas."
Bersambung.....
__ADS_1