Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Keributan


__ADS_3

Siang itu Gafa mengantarkan orang tuanya menuju bandara untuk pulang. Tampak Faysa yang menatap Gafa yang masih kesulitan berjalan dengan tatapan tak rela.


" Gafa, kamu yakin nggak apa-apa sendiri disini?"


" Mah, Gafa nggak sendiri disini. Gafa kan ada beberapa orang kepercayaan jadi mama tenang saja," ucap Gafa menyakinkan Faysa.


Faysa pun memeluk Gafa sambil mengusap lembut rambut putranya itu.


" Kamu jaga diri ya dan kalau ada apa-apa langsung bilang ke mama. Jangan disembunyiin kayak kemarin."


" Iya mamaku sayang," jawab Gafa lalu mengecup pipi ibunya.


Selesai mengantar kedua orang tuanya, Gafa pergi lagi kerumah sakit. Walaupun ia sudah tak menggunakan tongkat namun ia harus tetap kontrol sampai kakinya benar-benar sembuh dan tak lagi merasakan sakit.


Gafa masuk keruangan Kyrana saat namanya dipanggil. Ia sengaja menjadi pasien terakhir karna ada hal yang ingin ia sampaikan pada Kyrana.


" Selamat sore dok?" sapa Gafa ramah namun ia dibuat terkejut saat melihat ada sosok laki-laki yang duduk disamping Kyrana.


Mata Gafa menatap tajam pria yang tak asing baginya. Tangannya terkepal kuat saat melihat laki-laki itu menggenggam erat tangan Kyrana.

__ADS_1


" Mmas, aku periksa pasienku dulu ya," ucap Kyrana yang cukup kaget saat Yandri menggenggam tangannya.


" Iya dek, aku tunggu disini ya."


Gafa tersenyum sinis kearah pasangan itu.


" Sejak kapan ada seorang dokter yang sedang bertugas sambil ditemani pacarnya? Saya baru pertama kali melihat dan sungguh memalukan."


Kyrana tertohok dengan ucapan Gafa. Setelah kejadian dimobil beberapa hari yang lalu, Kyrana menceritakan semuanya pada Yandri karna ia takut jika Gafa akan mengambil Elzan dari pelukannya.


Yandri pun berinisiatif merencakan hal ini agar Gafa tak mendekati Kyrana lagi.


Gafa yang tersindir pun merasa tak terima. Dia langsung mendekati Yandri sambil menahan sakit dikakinya.


Bughh bughh bughh


Sebuah pukulan tiga kali langsung melayang bebas dipipi Yandri. Yandri yang tak siap pun langsung oleng kebawah.


" Aghhh Gaf, kamu apa-apaan sih?"

__ADS_1


Kyrana yang khawatir langsung membantu Yandri untuk duduk. Ia menyeka darah yang keluar dari sudut bibir Yandri. Sebuah pemandangan yang tentunya memuakkan buat Gafa.


" Gaf kamu jangan buat keributan disini ya! Atau aku akan laporin kamu atas tindakan penganiyayaan!" Ancam Kyrana.


Gafa tersenyum mengejek mendengar ancaman Kyrana.


" Laporin aku? Laporkan saja, aku nggak takut tuh. Heh jadi laki-laki ini yang mau jadi calon suami kamu? Nglindungi diri sendiri aja nggak bisa, mau sok-sokan nglindungi kamu. Aku nggak akan biarin laki-laki yang udah bawa kabur istri orang ini jadi ayah tiri Elzan."


" Mas Yandri nggak bawa kabur istri orang karena kita udah cerai saat aku dan mas Yandri pergi! Dia yang selalu menolongku, dia yang selalu ada jika aku sedang susah. Bukan seperti kamu lelaki yang tega memperkosa seorang wanita lalu tetap mengkhianatinya disaat sudah menikah seolah kamu menganggap wanita itu hanya sampah. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan campuri kehidupanku lagi!"


Gafa merasa bersalah dengan apa ungkapan perasaan Kyrana saat ini. Tapi ia tak ingin kehilangan wanita itu lagi apalagi kini ada Elzan diantara mereka.


" Besok aku akan ketempatmu. Aku ingin bertemu Elzan dan memperkenalkan diriku sebagai ayahnya," ucap Gafa lembut.


Kyrana mengambil nafas dalam-dalam untuk meredakan emosinya saat ini.


" Terserah kamu. Aku bukan seorang ibu jahat yang akan menghalangi keinginan putraku yang ingin mengetahui siapa ayah kandungnya," jawab Kyrana dengan air mata yang mulai menetes.


" Aku pulang. Kamu bisa lanjutkan acara berkencanmu dengannya." Pamit Gafa sambil menatap tajam Yandri yang masih kesakitan karena bogemnya tadi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2