
Kyrana memandang kalender diatas meja belajarnya dengan wajah berkerut. Ia jadi teringat jika hampir dua bulan ini dia tidak mendapatkan menstruasinya.
Aku kok baru ngeh ya kalau aku belum datang bulan. Apa metabolisme tubuhku lagi nggak baik? Tapi aku ngrasa badanku baik-baik aja.
Tak ingin ambil pusing, Kyrana pun segera menyelesaikan tugas kuliahnya karena sudah hampir petang. Hari ini ia ingin mengantar makan malam ke Yandri yang sedang berada dikios.
Selesai masak, Kyrana segera menatanya ditempat bekal. Ia memakai jaket yang cukup tebal karena hawa yang begitu dingin.
Ditengah jalan, Kyrana berpapasan dengan beberapa tetangganya.
" Malam mbak, mbak Kyrana mau kemana kok jalan sendirian?"
" Malam juga bu, ini saya mau nganterin makan malam buat mas Yandri dikios," jawab Kyrana ramah.
" Wah wah...mbak Kyrana ini perhatian banget sama suaminya. Ya sudah, hati-hati dijalan ya mbak."
Kyrana mengangguk lalu melanjutkan perjalanannya. Sampai dikios, Kyrana langsung membantu Yandri yang cukup kuwalahan melayani pembeli.
Setelah agak sepi, Kyrana segera menyiapkan makanan yang ia bawa tadi.
" Mas, makan dulu ini aku udah bawain udang krispi buat kamu."
Yandri menerimanya sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
" Makasih ya Ky tapi lain kali nggak usah. Kalau aku nggak sempet bawa bekal, aku bisa jajan kok. Aku khawatir kalau kamu malam-malam kamu kesini sendirian."
" Iya Mas, Mas nggak perlu khawatir. Disini kan kampungnya aman lagian kan aku juga nggak sering kesini."
" Hufftt...pokoknya lain kali nggak usah. Kamu cukup tunggu aku dirumah aja sambil belajar. Aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu," ucap Yandri sambil mengusap rambut Kyrana.
Mereka sempat bersitatap namun Kyrana segera memalingkan wajahnya dan Yandri pun segera memakan bekalnya.
Tak lama Yandri pun mengajak Kyrana untuk menutup kios karena Yandri tak ingin tutup terlalu malam karena ada Kyrana.
Sekian bulan Kyrana melewati hidup berdua dengan Yandri. Saat ini Kyrana tengah menatap tubuh polosnya didepan cermin. Ia memperhatikan bentuk perutnya yang berubah, sedikit membuncit dan pipinya yang terlihat lebih gembul.
Perasaan aku makannya nggak berlebihan tapi kok badanku jadi kelihatan gendut ya?
Kyrana masih memperhatikan dirinya sambil berpikir. Bahkan kini banyak celana dan bajunya yang sudah tak muat.
" Ky, ayo sarapan. Udah jam tujuh loh." Teriak Yandri dari balik pintu.
" Iya Mas, bentar lagi."
Kyrana pun segera memakai oversize milik Gafa. Dulu sebelum pergi dari rumah, ia sempat membawa tiga kaos milik Gafa. Ia tidak bermaksud mencuri tapi ia ingin menjadikannya sebagai kenangan.
Kyrana duduk disebelah Yandri yang sudah menunggunya.
__ADS_1
" Ayo sarapan." Ajak Yandri sambil memgambil makanan kepiringnya.
Kyrana tak segera mengambil makanan namun malah melamun.
" Ayo Ky makan kok malah ngelamun?"
" Ehmmm...aku nggak usah makan aja ya Mas?"
" Kenapa? Kok tumben banget! Tapi kamu harus makan kalau nggak nanti kamu bisa lemas dikampus."
" Tapi aku pengen diet Mas," ucap Kyrana yang membuat Yandri kaget.
" Hah diet! Ngapain sih diet segala?"
" Mas nggak lihat kalau aku jadi endutan begini. Pipiku jadi tembem terus perutku jadi buncit."
Yandri cukup kaget mendengar alasan Kyrana. Ia malah tak sadar dengan perubahan fisik pada diri Kyrana.
Memang Kyrana sekarang banyak makan dan sering rebahan dikamar bila tak ada kegiatan. Namun Yandri tidak mempermasalahkannya.
" Ky, kamu jangan aneh-aneh. Mau kamu tambah gendut tapi kamu tetap cantik. Udah sekarang sarapan karena habis ini aku mau kedepan buat belanja."
Kyrana akhirnya menuruti permintaan Yandri karena sebenarnya ia sendiri merasa ragu jika ingin diet. Ia pikir bagaimana ia ingin diet jika akhir-akhir ini dia sering merasa lapar. Aneh? Tapi memang itu yang ia rasakan.
__ADS_1
Sementara itu jauh disana, Kyrana tak tahu jika mantan suaminya sedang sakit. Gafa sering memuntahkan makanan yang masuk kedalam perutnya hingga ia terlihat lebih kurus.
Bersambung.....