
Gafa pulang kerumah untuk menemui Tifana. Dia ingin meminta penjelasan pada Tifana soal dirinya yang menemui Kyrana.
" Fan, kenapa kemarin kamu ketemu Kyrana?"
" Ihh..kamu datang bukannya bawain sesuatu yang romantis, ini malah marah-marah."
" Fan, sekali lagi aku tanya kamu ngomnong apa sama Kyrana kemarin?"
" Aku bilang dia supaya jangan menganggu hubungan kita lagi dan masalah anak aku ingin kalian membicarakannya lewat ponsel dan aku melarang kalian bertemu langsung."
" Fan, kamu nggak ada hak ya buat nglarang-nglarang aku dan mengatur hidupku!"
" Kenapa? Kamu nggak terima? Kamu pasti mau balikan sama Kyrana kan? Jawab jujur Gaf!"
" Ak....aku...aku hanya butuh Kyrana karna dia ibu dari anakku Fan," jawab Gafa ragu-ragu.
Tifana langsung memeluk Gafa erat sambil menangis.
" Aku sangat mencintaimu kamu Gaf. Bahkan aku rela mengorbankan diriku demi kamu. Aku mohon jangan tinggalin aku Gaf. Aku nggak sanggup hidup tanpa kamu."
Gafa tak menjawab. Ia mengusap punggung Tifana untuk menenangkan gadis itu. Dalam hatinya ia merasa pada bersalah pada Tifana. Ia ingat saat Tifana tertabrak motor demi menyelamatkan dirinya. Sejak itulah mereka dekat dan saling jatuh cinta. Tapi sejak bersama dengan Kyrana, entahlah. Ia sendiri pun belum tahu jawabannya.
" Gaf..."
" Iya..."
" Kamu cinta kan sama aku?" Tanya Tifana sambil menatap Gafa.
" Iya...aku sayang sama kamu."
Tifana menutup matanya dan Gafa tahu apa yang diinginkan Tifana saat ini. Ia mendekat bermaksud menjangkau bibir Tifana namun malah berakhir dikening Tifana.
Tifana membuka matanya dengan tatapan kecewa.
" Aku kekantor dulu. Ada banyak kerjaan yang menungguku." Pamit Gafa lalu meninggalkan Tifana yang masih berdiri.
__ADS_1
Aku nggak akan biarin kamu ngrebut Gafa lagi dari tanganku Ky. Akan aku pastikan penderitaan kamu. Kali ini aku nggak akan biarin kamu menggeser posisiku sedikit saja dihati Gafa. Aku akan tetap menjadi wanita nomor satu dihati Gafa.
****
Kyrana cukup lelah setelah seharian dimall mencari baju pengantin sekaligus menemani Elzan bermain diwahana anak-anak. Ia mengusap rambut Elzan yang sudah tertidur pulas sejak dimobil tadi.
Kyrana keluar dari kamarnya untuk menemui Yandri.
" Gimana Ky kamu suka bajunya?"
" Suka, pilihan kamu bagus kok Mas."
" Aku semakin tidak sabar untuk menikahi kamu Ky karna ini adalah momen yang aku tunggu sejak dulu. Pasti almarhumah nenek bahagia melihat kita menikah."
" Iya Mas. Aku berharap pernikahan ini akan membawa kebahagian untuk kita semua dan langgeng selamanya."
" Pasti Ky. Aku akan selalu berusaha membahagiayakan kamu dan Elzan. Aku akan selalu setia sama kamu," ucap Yandri lalu menangkup kedua pipi Kyrana sambil memperhatikan bibir merah alami wanita itu.
Yandri mendekatkan wajahnya bermaksud mencium Kyrana.
" Kenapa Ky? Kamu nggak mengijinkan aku untuk menciummu?"
" Tahan ya Mas. Sebentar lagi kita akan menikah."
" Aku hanya ingin menciummu Ky. Tidak lebih." Protes Yandri yang keberatan karna Kyrana menolaknya.
Drtttt
Tiba-tiba ponsel Kyrana bergetar. Ternyata dari suster Heni yang memintanya untuk segera kerumah sakit karna ada korban kecelakaan.
" Mas, aku harus kerumah sakit sekarang."
"Kenapa lagi Ky? Kamu kan libur?"
" Ini sudah tugasku dan tanggung jawabku sebagai seorang dokter Mas. Kamu pulang saja biar Elzan ditemani sama bu Fatim."
__ADS_1
Tanpa kata lagi Kyrana segera masuk kedalam taksi yang tadi masih menunggu Yandri dirumahnya.
Didalam perjalanannya, tiba-tiba mobil yang ditumpangi Kyrana dihalangi mobil lain yang langsung membuat sopir taksi mengerem dengan begitu mendadak.
Dukk
Dahi kyrana terbentur kursi yang ada didepannya. Kyrana mengusap dahinya dan detik berikutnya ia begitu kaget karna ada tiga orang laki-laki yang menghampiri mobilnya.
" Cepat buka pintunya! Atau aku pecah kaca mobil ini!" Ancam salah seorang pria dengan mengacungkan kapak.
Tubuh Kyrana bergetar hebat karna takut. Saat ia bermaksud mengeluarkan ponselnya tiba-tiba
Prangg
" Arghhhh..." Teriak Kyrana ketakutan karna kaca mobil yang ditumpanginya sudah pecah.
Pria itu membuka pintu mobil lalu menyeret Kyrana keluar. Kyrana berteriak ketakutan sambil berontak. Karna terganggu dengan suara Kyrana, mereka pun terpaksa memukul tengkuk Kyrana hingga ia tak sadarkan diri.
Para pria itu segera membawa Kyrana kesebuah rumah kosong. Disana sudah ada bos yang menunggu kedatangannya.
Bos wanita itu tampak senang melihat Kyrana dalam keadaan tak berdaya. Ia segera menyuruh anak buahnya untuk menyuntikkan obat perangsang ketubuh Kyrana.
Wanita itu meminta anak buahnya untuk membawa Kyrana kelantai atas. Seorang pria bernama Erick tampak terpesona melihat kecantikan Kyrana.
" Wow, dia cantik sekali Fan."
" Jangan memujinya didepanku. Kamu hanya perlu melakukan tugasmu!"
" Jangan marah, aku hanya bercanda. Sekarang pergilah dan tinggalkan tempat ini. Aku tidak mau kamu mengintip kesenanganku."
" Jijik sekali aku sampai harus mengintipmu. Buat dia sampai tak bisa berjalan dan jangan lupa kirimkan foto-fotonya untukku."
Tifana berjalan meninggalkan rumah itu dengan senang.
Bersambung....
__ADS_1