Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Nenek Yandri meninggal


__ADS_3

Gafa dan Kyrana masih belum beranjak dari ranjang empuk mereka. Bahkan Gafa terlihat mengunci tubuh Kyrana dengan kakinya.


" Mas...."


" Hemmm."


" Sampai kapan kita menjalani pernikahan. Ini?"


" Kenapa kamu tanya gitu?" tanya Gafa balik dengan kening berkerut.


" Aku nggak sanggup lagi Mas kalau harus melihat kamu bermesraan dengan Tifana."


" Kamu cemburu?"


" Mas, aku istri sah kamu tapi kenapa kamu masih tanya kayak gitu? Aku tahu kita menikah karena paksaan orang tua kamu yang ingin kamu bertanggung jawab tapi...." Kyrana tak meneruskan pembicaraannya karena mulutnya terasa kelu.


Gafa membelai rambut Kyrana lalu mengecup kening istrinya itu.


" Ky, kita sudah pernah membahasnya. Aku nggak pengen hubungan baik kita ini kembali seperti diawal pernikahan kita. Aku akan jadi milikmu saat dirumah."


" Kalau gitu kita bercerai saja Mas."


" Ky, aku sudah berusaha sabar jadi kumohon jangan memancing lagi emosiku. Jangan membuatku kembali ketus seperti dulu!"


" Lalu buat apa kita pertahanin rumah tangga ini Mas kalau kamu masih saja berhubungan dengan pacar kamu. Atau memang sampai saat ini, kamu masih menganggap aku barang yang kamu beli Mas?"

__ADS_1


Gafa beranjak dari ranjangnya lalu segera menyambar pakaiannya yang berserakan dilantai. Selesai berpakaian, Gafa pergi begitu saja tanpa pamit.


Sudah hampir satu minggu Gafa tidak pulang kerumah. Bahkan dikampus pun Kyrana tidak pernah melihat suaminya apalagi mereka memang berbeda fakultas.


Usaha Kyrana yang selalu menghubungi ponsel Gafa pun juga gagal karena tak aktif. Kyrana merasa kecewa tapi dia juga sangat merindukan suaminya yang belakangan bersikap manis.


Ddrtt ddrrtt


Getaran ponsel ditangannya langsung membuyarkan lamunan Kyrana. Ia pun mengangkat panggilan telefon yang ternyata berasal dari Yandri.


" Hallo Mas Yandri, ada apa ya?"


" Maaf Ky kalau aku menganggu waktumu tapi aku hanya ingin menyampaikan sebuah berita." Jawab Yandri yang terdengar lesu dan sedih.


" Nenek Ky....nenek meninggal."


Kyrana menutup mulutnya karna hampir tak percaya dengan berita yang baru saja didengarnya.


" Ky...Kyrana, kamu masih disitu kan?"


" Iya Mas, aku kesana sekarang ya."


Kyrana segera mengakhiri panggilannya. Ia masuk kekamar lalu berganti baju warna hitam untuk melayat ke rumah Yandri.


Sampai disana, rumah Yandri sudah penuh dengan para tetangga dan kerabat Yandri. Kyrana mendekati Yandri yang sedang duduk didepan jenazah neneknya.

__ADS_1


" Mas Yandri, aku turut berduka cita atas meninggalnya nenek. Semoga nenek mendapat terbaik disisi-Nya."


Yandri hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali memandangi jenazah yang dimasa hidupnya telah merawat dirinya semenjak ia kecil.


Upacara pemakaman telah selesai. Kyrana menghampiri Yandri yang sedang berada didalam kamar nenek Isma.


" Mas Yandri." Panggil Kyrana lalu duduk disebelah Yandri.


" Tolong maafkan nenek ya Ky bila beliau ada salah sama kamu."


" Nenek orang baik Mas. Beliau sama sekali nggak ada salah sama aku. Justru aku yang merasa bersalah sama nenek karna jarang mengunjunginya."


" Nggak apa Ky, kamu kan sekarang ada suami yang harus kamu urus. Aku cuma nggak nyangka kalau nenek akan ninggalin aku secepat ini."


Kyrana mengusap punggung Yandri yang bergetar karna menangis. Kyrana memahami perasaan Yandri saat ini karna dia pun pernah kehilangan seseorang yang paling ia sayang dalam hidupnya yaitu sang ibu.


" Kyrana."


" Iya Mas, kenapa?"


" Boleh aku peluk kamu saat ini?"


Kyrana memandang Yandri yang terlihat terpukul dengan kepergian nenek Isma. Kyrana pun menganggukkan kepalanya walau merasa ragu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2