Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Bertemu cucu


__ADS_3

Kyrana terlihat gelisah begitu kakinya turun dari pesawat. Sementara Elzan yang baru pertama kali naik pesawat terlihat begitu antusias saking senangnya.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Gafa sambil menggenggam tangan Kyrana yang terasa dingin.


" Aku gugup Gaf. Bagaimana kalau papa dan mama membenciku?"


" Sayang, tidak mungkin orang tuaku membencimu. Apalagi mama sangat menyayangimu. Sudah kamu santai saja. Lihat, Elzan aja seneng gitu," ucap Gafa dengan tangannya yang menunjuk kearah Elzan yang berjalan sambil sesekali meloncat.


Sebuah mobil yang menjemput Kyrana dan Gafa akhirnya tiba disebuah rumah yang terlihat begitu megah bak istana.


" Ayah, ini rumah siapa?" tanya Elzan bingung.


" Ini rumahnya oma dan opanya Elzan. Elzan suka?"


" Wow rumah opa besar banget ya Yah kayak istana."


" Kalau Elzan suka nanti ayah pasti buatkan rumah yang besar seperti rumah opa. Ya udah yuk kita masuk."


Gafa menggendong Elzan sambil tangan yang satunya menggandeng Kyrana. Mereka memasuki rumah dan nampaklah Faysa dan Gathan yang sudah menunggu diruang keluarga.


Faysa meneteskan air matanya begitu melihat anak kecil yang digendong Gafa.


" Kak..itu pasti Elzan cucu kita!" Faysa menarik tangan Gathan dengan cepat untuk menghampiri cucu mereka.


Mereka saling berpandangan hingga Kyrana mengucapkan salam lalu mencium kedua tangan mantan mertuanya.


" Mama dan papa apa kabar? Kalian sehat kan?"


" Mama dan papa alhamdulillah baik. Kamu terlihat cantik sekali Ky. Gafa harus bersyukur karna bisa bertemu kembali sana kamu. Oh ya, ini pasti Elzan kan? Kamu tampan sekali sayang seperti papa kamu." Faysa sedikit mencubit pipi Elzan hingga membuat anak kecil itu mengerutkan pelukannya dileher Gafa.

__ADS_1


" Sayang, kamu jangan membuat cucu kita takut. Dia kan belum pernah bertemu dengan kita," ucap Gathan.


Kyrana yang melihat hal itu langsung mengambil Elzan dari gendongan Gafa.


" Elzan sayang, ini oma dan opa. Mereka ini orang tua dari ayah. Ayo salim dulu."


Elzan pun menurut lalu mencium tangan Faysa dan Gathan.


" Oma, Opa, ini Elzan. Kok oma sama opa rambutnya nggak putih kayak kakek neneknya temen-temen Elzan?"


Keempat orang dewasa itu langsung tertawa mendengar ucapan polos Elzan. Gathan pun menunduk hingga sejajar dengan Elzan.


" Itu berarti opa masih pantes ya kalau punya anak kecil lagi kan opa masih muda."


Faysa yang mendengar hal itu langsung melongo. Ia sedikit menepuk pundak suaminya karena bicara sembarangan.


" Nggak oma. Elzan pengen muter- muter lihat rumah opa yang gede banget."


" Kalau gitu oma dan opa nemeni Elzan lihat-lihat rumah ya?"


" Oke!" jawab Elzan semangat.


Setelah Elzan pergi, Gafa segera mengajak Kyrana menuju kamar. Kyrana masuk kedalam kamar yang dulu sempat ia tempati. Ia jadi teringat saat Gafa menidurinya kedua kali secara paksa.


Lamunan Kyrana terhenti saat ia merasakan ada tangan yang melingkar dipinggangnya.


" Gafa, jangan begini. Nanti ada yang lihat!" Kyrana berusaha melepas pelukan Gafa tapi tak berhasil.


" Tenanglah sayang. Tidak akan ada yang melihat kita. Tadi kenapa kamu lihat ranjang sambil bengong? Apa kamu.. "

__ADS_1


Kyrana sedikit membalik tubuhnya. Ia menutup mulut Gafa dengan tangannya.


" Sudah tidak perlu dibahas! Sekarang lepasin aku!"


" Baiklah tapi bersikaplah manis terhadapku setelah kita menikah lagi. Aku benar - benar merindukan dirimu yang dulu."


" Kenapa kamu begitu ingin kita menikah lagi bahkan sampai mengancamku? Apa kamu takut kalau aku hamil lagi?"


Gafa mengusap kedua pipi Kyrana dan menatap matanya dalam- dalam.


" Aku baru sadar kalau ternyata aku mencintaimu. Apa kamu tidak bisa merasakan perasaanku Ky? Aku sungguh menyayangimu. Tidak ada penghalang diantara kita jadi kita akan segera menikah lagi."


Gafa mengangkat dagu Kyrana lalu memajukan wajahnya namun langsung dihadang Kyrana.


" Kamu masih menolakku?" tanya Gafa sedikit kecewa namun Kyrana langsung menggeleng.


" Lalu?" tanya Gafa penasaran.


" Kita akan melakukannya lagi setelah menikah," jawab Kyrana yang kini disertai senyum manisnya.


" Kamu sudah bersedia menikah lagi denganku Ky?"


Kyrana tak menjawab namun langsung berganti memeluk Gafa.


" Aku juga sangat mencintaimu Gaf. Itu adalah salah satu alasan kenapa dulu aku selalu menolak Yandri. Walau sudah lama berpisah tapi hati dan pikiranku cuma ada kamu."


Gafa tersenyum bahagia saat mendengar ungkapan perasaan Kyrana yang sebenarnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2