
Tifana merasa bingung dengan Gafa sejak datang ke apartemen. Kekasihnya itu lebih banyak diam dan bicaranya sedikit ketus. Ia pun mendekati Gafa yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
" Kamu kenapa sih sayang, dari tadi diam aja. Kamu lagi marah sama siapa dan ada masalah apa? Apa kamu ribut lagi sama Kyrana?"
Gafa nampak diam sesaat sebelum ia menjawab pertanyaan Tifana.
" Ya, tadi aku ribut sama dia karna dia nggak mau aku ajakin buat berci....", ucapan Gafa terhenti saat ia sadar dengan apa yang ingin ia katakan karena selama ini yang Tifana tahu ia dan Kyrana tak pernah berhubungan badan selama menikah.
" Ber apa yang? Kok nggak diterusin?", tanya Tifana penasaran.
" Ah nggak, intinya tadi aku ngikutin Kyrana waktu keluar rumah. Ternyata dia pergi kerumah seorang lelaki dan aku nglihat mereka bermesraan," jawab Gafa yang menahan emosinya karna teringat dengan kejadian tadi.
" Dia memang cewek nggak tahu diuntung ya! Tapi ada bagusnya sih yang karna dengan begini kamu jadi punya alasan yang lebih kuat buat nyerain Kyrana."
Gafa terdiam lalu dia beranjak dari duduknya.
" Mau kemana yang?"
" Aku pulang dulu." Pamit Gafa yang langsung meninggalkan apartemen Tifana.
__ADS_1
****
Gafa sampai dirumahnya dan ia langsung masuk kedalam kamarnya.
Ceklek
Gafa membuka pintu kamar namun ia tak melihat Kyrana karena ternyata istrinya itu sedang mandi.
Baru saja ingin duduk diranjang namun ia sudah mendengar pintu kamar mandi yang terbuka.
" Mas." Panggil Kyrana gugup karena ia hanya memakai handuk saja.
" Oh baru selesai mandi ya? Emang tadi nggak sempet mandi setelah main keringat," ucap Gafa sinis.
Gafa mendekati Kyrana sambil menggoyangkan ponselnya.
" Kamu pikir aku bodoh sampai tidak bisa mengetahui hal kotor apa yang kamu lakuin dibelakangku."
" Kamu bicara apa sih Mas dari tadi? Aku nggak ngerti."
__ADS_1
Gafa mencengkram dagu Kyrana. Ia menatap tajam wajah Kyrana.
" Kamu pikir aku nggak tahu kalau kamu selingkuh dengan tukang martabak itu! Kamu bahkan berpelukan dengannya! Lalu setelah itu terjadi apa? Apa tubuhku tidak cukup untuk memuaskanmu sampai kamu melempar diri kamu keorang lain? Jawab aku Ky, jawab!"
Plak
Sebuah tamparan langsung mendarat dipipi Gafa. Kyrana menatap tangannya yang baru saja ia gunakan untuk menampar suaminya. Tubuhnya terasa lemas mendengar tuduhan yang disebutkan Gafa.
" Hahaha....kamu bukan hanya berani berselingkuh tapi kamu juga berani menamparku wanita MU- RA-HAN!"
" Jaga ucapanmu Mas! Aku sama sekali tidak berselingkuh. Justru siapa selama ini yang selingkuh? Bukan aku yang murahan tapi pacar kamu itu yang murahan yang tidak punya malu karena masih berhubungan dengan lelaki beristri!"
Plak
Kini Gafa yang menampar Kyrana karna sudah berani menghina Tifana. Kyrana mengusap pipinya yang terasa perih bahkan hatinya kini jauh lebih perih mendapati perlakuan, hinaan serta tuduhan dari suaminya.
Gafa terduduk diranjang dan membiarkan Kyrana menangis tersedu.
" Aku akan pergi dari rumah ini dan kamu bisa tinggal disini sampai kita resmi bercerai," ucap Gafa lalu meninggalkan Kyrana yang masih terduduk dilantai.
__ADS_1
Didalam mobil Gafa menatap tangannya yang tadi ia gunakan untuk menampar Kyrana. Jujur ia menyesal karna selama ini ia bukanlah tipe pria yang temperamental. Tapi tadi sungguh ia tak bisa mengendalikan emosinya.
Bersambung....