
Kyrana hampir selesai mengobati luka memar Yandri akibat pukulan dari Gafa tadi.
" Aku minta maaf ya Mas. Aku benar-benar nggak menyangka kalau kejadiannya malah kayak gini," ucap Kyrana yang merasa bersalah.
" Jangan minta maaf Ky, kamu itu nggak salah. Memang mantan suami kamu aja yang temperamen dan tidak punya sopan santun. Aku malah jadi khawatir kalau Elzan punya ayah model begitu!"
Kyrana hanya diam dan masih sibuk membereskan peralatannya.
" Ky."
" Iya Mas?"
" Kamu nggak akan berubah kan? Aku takut kalau Gafa berusaha merebutmu dariku. Aku sangat sayang sama kamu Ky."
" Kamu jangan khawatir Mas. Aku udah nggak cinta sama Gafa lagi pula kalau pun aku ada hubungan sama dia itu cuma sekedar sebagai orang tua Elzan."
" Ya aku percaya sama kamu Ky. Ya sudah aku pulang dulu ya dan terima kasih untuk perawatannya."
Kyrana menjawab dengan senyuman lalu mengantar Yandri keluar dari ruangannya.
****
Gafa sudah nampak rapi dengan kemeja kotak yang dipadukan dengan celana katun. Ia segera menuju rumah Kyrana dengan diantar seorang sopir.
Jantungnya terasa berdetak lebih cepat. Ia benar-benar merasa grogi padahal ia sudah terbiasa bertemu dengan siapa pun. Tapi tidak untuk kali ini, ia akan bertemu dengan anak kandungnya.
__ADS_1
Mobil yang membawa Gafa sudah sampai didepan sebuah rumah minimalis yang terlihat indah dengan tanaman bunganya.
Tok tok tok
Tanpa butuh waktu lama, pintu terbuka dan nampaklah wanita cantik dengan baju rumahan.
" Kamu duduk diteras aja Gaf," ucap Kyrana yang menyuruh Gafa duduk diluar.
" Elzan mana?" Tanya Gafa tak sabar.
" Elzan udah tidur Gaf jadi kamu nggak bisa temuin dia sekarang. Kamu bisa pulang sekarang."
" Kamu ngusir aku?"
Tanpa kata, Gafa berdiri lalu menyerobot masuk kerumah Kyrana.
" Gaf, kamu mau kemana?" Tanya Kyrana sambil menghalangi Gafa.
" Aku hanya ingin sebentar melihat anakku tidur." Mohon Gafa.
" Tapi...."
" Sebentar saja."
Kyrana akhirnya mengijinkan Gafa masuk kedalam. Gafa masuk kekamar Elzan dan dapat ia lihat Elzan yang tertidur dengan bibir terbuka yang membuat kesan lucu diwajah tersebut.
__ADS_1
Perlahan Gafa mendekat keranjang Gafa. Ia mengusap rambut Elzan penuh sayang dan tanpa ia sadari air matanya menetes
" Elzan...Elzan, anak ayah. Ayah sangat bahagia begitu mengetahui kalau kamu ada didunia ini. Maafkan ayah ya karena ayah terlambat mengetahui keberadaan kamu. Ayah sangat menyayangi Elzan."
Suara dan usapan tangan Gafa membuat Elzan terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap dan tampak bingung saat melihat wajah Gafa ada dihadapannya.
" Om ganteng. Om ganteng beneran ada dirumahku?" tanya Elzan senang.
" Iya, maaf ya kalau om ganggu tidurnya Elzan."
" Nggak kok om. Elzan pengen banget main sama om tapi kok om bisa tahu kalau rumah Elzan ada disini?"
Gafa membawa Elzan kedalam pelukannya. Tangisnya makin pecah saat ia memeluk putranya itu.
" Om...om ganteng kok nangis? Elzan nakal ya?"
" Nggak kok, mata om perih aja makanya om kayak mau nangis. Oh ya maafin om ya karena udah ganggu tidurnya Elzan. Om cuma mau kasih hadiah ini buat Elzan."
" Makasih ya om buat kadonya. Om kita mainl lagi yuk! Elzan kangen pengen main bola berdua sama om."
" Boleh, besok kan hari minggu jadi om akan temani Elzan main sepuasnya."
" Hore...hore..." Teriak Elzan yang langsung berjingkrak diatas kasur."
bersambung.....
__ADS_1