Takdir Cinta Si Kembar

Takdir Cinta Si Kembar
Dokter Kyrana


__ADS_3

Bulan berganti bulan, tahun pun bertambah. Tak terasa usia Elzan kini sudah beranjak 4 tahun. Elzan tumbuh menjadi anak yang pintar dan tampan. Ia pun sudah mulai masuk Tk.


Sedangkan Kyrana kini sudah menjadi dokter muda disebuah rumah sakit besar di Jawa timur. Ia berhasil meraih cita-citanya berkat ketekunan dan niatnya yang begitu besar meskipun tidak mudah menjalani hidupnya saat ini.


Pagi itu tampak Elzan yang sudah siap dengan seragam sekolahnya berlari dari kamar menuju ruang makan.


" Sayang, jangan lari. Nanti kalau jatuh gimana?" ucap Kyrana khawatir.


" Iya Bunda....Elzan seneng karena Elzan udah sekolah. Yeye....yeye..." Teriak Elzan semangat.


" Iya, sekarang Elzan udah tambah pintar karena udah sekolah. Yuk sarapan dulu,habis itu kita berangkat."


Selesai sarapan, Kyrana segera mengantar Elzan kesekolah dengan menggunakan motor. Seperti biasa, Elzan akan duduk didepan sambil berceloteh menikmati paginya.


" Kita udah sampai di sekolah Elzan."


Elzan turun dari motor lalu melepas helm kecilnya.


" Bunda, Elzan sekolah dulu ya."


" Iya sayang, belajar yang rajin ya. Nanti pulang sekolah dijemput sama ibu Fatim," ucap Kyrana lalu mencium kedua pipi putranya sebelum mereka berpisah.


Elzan dan Kyrana saling melambaikan tangan. Setelah melihat putranya masuk kedalam kelas, Kyrana segera melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit.


Kyrana memarkirkan motornya ditempat parkir khusus dokter.


" Selamat pagi dokter Kyrana." Sapa seorang dokter lelaki dengan senyum ramahnya.


" Selamat pagi juga dokter Anjas. Kok tumben dokter Anjas sudah datang?"

__ADS_1


" Saya ada operasi nanti jam sembilan dok. Oh ya bagaimana kalau kita sarapan bersama dok? Tadi saya belum sempat sarapan," ucap dokter Anjas sambil memegangi perutnya.


" Ehmmm...maaf dok, tadi saya sudah sarapan. Lagi pula saya pagi ini ada janji khusus dengan pasien. Sekali lagi maaf ya dok," ucap Kyrana tak enak.


Dokter Anjas adalah dokter yang terkenal tampan dan ramah. Hampir semua suster dan dokter yang masih singel mengagumi dokter Anjas. Untuk itulah, Kyrana selalu menjaga jarak dengan dokter Anjas.


Setelah berpamitan, Kyrana segera masuk kedalam ruangannya.


Ceklek


" Mas Yandri," ucap Kyrana kaget saat melihat Yandri ada diruangannya.


" Maaf ya Ky kalau aku lancang masuk ruangan kamu. Aku cuma mau kasih ini buat kamu," ucap Yandri lalu menyerahkan sebuket bunga untuk Kyrana.


" Bunga?" ucap Kyrana heran karena Yandri memberinya bunga.


" Selamat ulang tahun ya Ky. Semoga kamu sehat selalu, karir kedokteran kamu semakin sukses dan bahagia selalu."


" Mas, sumpah aku benar-benar lupa kalau hari ini aku ulang tahun. Makasih ya Mas atas bunga dan ucapan doanya."


" Hah makanya kamu jangan terlalu sibuk sampai lupa ultah sendiri."


" Iya sih, oh ya nanti malam kerumah ya Mas. Kita makan malam bareng."


" Oke...aku juga udah kangen sama Elzan. Ya sudah aku pulang dulu ya dan selamat bekerja."


Kyrana mengangguk lalu meletakkan bunga itu didekat jendela.


****

__ADS_1


Diusianya yang masih muda, Gafa terbilang cukup sukses dalam karirnya. Ia berhasil membuat perusahaan Alyariz menjadi lebih besar lagi. Ia juga mampu mengembangkan usahanya sendiri yang sudah ia rintis dari sejsk SMA.


Sukses, tampan dan kaya raya tentu membuat Gafa menjadi incaran banyak wanita. Namun Gafa tak bergeming dan ia masih setia pada Tifana kekasihnya yang saat ini menjadi sekretarisnya sendiri.


" Sayang, kapan sih kita menikah? Emang kamu nggak bosen pacaran melulu." Keluh Tifana.


" Nanti ada saatnya Fan, kalau sekarang aku belum siap."


" Sebenarnya apa sih yang bikin kamu nggak siap? Karir udah oke dan kita pacaran juga udah hampir lima tahun. Kurang siap apalagi sih!"


" Fan, aku pernah menikah dan gagal. Aku nggak mau hal itu terjadi lagi. Butuh mental yang kuat buat aku mempersispkan semuanya Fan."


" Itu kan beda cerita Gaf. Aku perempuan Gaf, aku butuh kejelasan status. Aku nggak mau terus kamu gantungin.


" Status kita jelas sebagai pasangan. Aku juga nggak gantungin kamu."


" Ah udah! Aku nggak mau ribut sama kamu. Pokoknya aku minta kita segera menikah!"


" Hufff...oke, aku bakal pikirin itu."


" Jangan cuma dipikirin tapi dilakuin Gaf. Ya udah aku mau ke mall dulu, pusing aku kalau udah bahas hal ini sama kamu tapi rekening aku udah susut."


" Oke, aku transferin sekarang. Nanti habis dari mall kamu langsung pulang dan nggak usah pergi lagi."


" Iya sayang, aku tunggu kabar baik dari kamu ya dan jangan bikin aku kecewa dan sakit hati."


Cup cup cup


Tifana pergi setelah memberikan ciuman dipipi dan bibir Gafa.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2